sudah tiga hari ayah dirawat dirumah sakit . kondisi ayah sudah mulai pulih dan aku rasanya enggan untuk meninggalkan ayah dalam keadaan seperti ini . rasa menyesal ku sangat besar kepada ayah dan ibu . selalu menjadi pikiran bahwa akulah yang menyebabkan ayah jatuh sakit begini .
hari ini ayah belum diizinkan oleh dokter untuk pulang , mungkin ayah masih menjadi observasi dokter pikirku . biarlah untuk sementara sampai kondisi ayah benar - benar pulih . tak lupa aku selalu mengabari Ridwan bagaimana kondisi ayah .
***
tok ... tok .... tok
" ibu duduk disini saja .... sebentar ya yah , adek bukain pintu dulu " izinku kepada ayah dan ibu
ketika aku membuka pintu betapa aku sangat terkejut karna yang datang adalah orang tua Puja . aku mencoba setenang mungkin agar tidak terlihat aku kecewa kepada orang tua Puja .
" mama boleh masuk nak ? " izin mama Puja padaku
" silahkan ma .. pa " aku mempersilahkan kepada mama dan papa Puja
ayah ibu ku memang akrab dengan orang tua Puja . bukan hanya karena hubungan yang aku dan Puja jalin . tapi memang karena ayah ku dan papa Puja mempunyai bisnis yang sama pada ladang hasil bumi . tidak heran mereka begitu akrab dan langsung bisa berbaur bersama .
aku lihat sesekali mama Puja melirik ku yang sedang asik bermain handphone , aku sedang membalas pesan dari Ridwan . sengaja aku lakukan agar tidak terlibat komunikasi dengan orang tua Puja .
***
tiba - tiba mama Puja menghampiri ku , mengelus kepala ku dan memeluk ku . aku terkejut dengan apa yang dilakukan oleh mama Puja . aku lihat air mata mengembun di pelupuk mata nya .
" maafin mama ya nak " ucapnya lirih
lama aku dan mama Puja terdiam . aku cermati kata - kata singkat dari mama . seperti ada duri tajam . mama Puja tiba - tiba memelukku . pelukkan ini masih hangat , masih sama seperti dulu . masih selalu aku rindukan walaupun bukan ibu kandung ku . tapi aku tau kasih sayang dari mama tidak akan berubah .
" mama ga salah ma ... kenapa mama harus minta maaf " ucapku sendu
" mama salah nak .... seharusnya mama bisa menengahi segalanya agar kau tidak terluka seperti ini " ucap mama
" ma ... mungkin aku dan Puja memang tidak berjodoh ma ... percayalah pada takdir ... aku tidak mengapa ma ... aku tetap jadi anak mama " aku berusaha menenangkan mama
aku peluk lagi tubuh orang tua yang selalu aku panggil mama , entah mengapa rasanya rindu , dulu aku setiap bertemu mama pasti selalu mendapatkan pelukan hangat dari mama . perlakuan seperti anak kandung dari mama . meskipun Puja berbuat begitu kepada ku . aku tidak pernah untuk membenci mama dan papa Puja .
dipelukan mama Puja hampir saja air mata ku lolos jatuh . aku tidak ingin mama berpikiran jika aku masih terluka dan menyimpan dendam . memang luka nya masih ada . tetapi ayah dan ibu tidak pernah mengajarkan aku untuk menyimpan dendam pada siapapun sekali pun orang itu membuat luka tajam didiriku . aku lihat mama Puja menyimpan begitu banyak beban . saat pelukan aku lepaskan aku melihat air mata jatuh dipelupuk mata mama . segera mama hapus air mata agar tidak ada yang melihat .
aku berdiri untuk mengambil air minum untuk mama , aku berikan minuman kepada mama agar sedikit tenang . aku lihat ayah dan papa Puja masih asik bercerita . wajah ayah sudah sedikit segar dari pada tadi pagi . mungkin efek ada teman cerita fikirku . aku lihat lagi mama Puja seperti ada yang ingin dibicarakan dengan ku . tapi masih berfikir untuk mengajakku . aku mengajak mama keluar agar mama dapat bercerita dengan ku .
" maa ... temenin cia keluar ya maa ... disana ada taman yang adem " ajak ku pada mama
hanya ada anggukan dari mama tanda menyetujui ajakan ku . aku berpamitan pada ayah ibu dan juga papa Puja . ibuku seperti tau apa yang dalam pikiranku sehingga memberi aku waktu untuk bercerita dengan mama Puja . ibu memang selalu mengerti apa jalan pikiranku selama ini .
***
aku hirup udara disini . ada kolam kecil dan pohon rimbun sebagai oksigen terbaik bagi yang ingin beristirahat dirumah sakit ini .
" maafin mama nak " mama berucap sambil menggenggam tanganku
" maa , mama ga salah apa - apa kok . kenapa mama harus minta maaf ? " aku berusaha menenangkan
" maaf mama telah gagal untuk mendidik Puja lebih baik nak " air mata mama menetes lolos dari mata teduh itu . aku merasa mama sudah tau apa yang terjadi dengan Puja . aku berusaha menutupi apa yang aku tau dan apa yang aku lihat .
" maa , aku sudah tau semua ma , dalam dua bulan ini Puja kembali ke kehidupan ku . menawarkan kembali kata cinta untuk ku . dari awal aku memang sudah ragu ketika Puja kembali . tetapi ......." aku memutus kata - kata ku takut mama tidak tau jadi semakin merasa bersalah
" tetapi apa nak ? apakah kau mengetahui sesuatu ? " tanya mama penasaran
" mama janji tidak akan terkejut ? mama harus janji mama akan berusaha menerima ya " pinta ku . hanya anggukan dari mama yang aku dapatkan . tapi bagaimana pun aku harus memberitahu mama pikirku dari awal .
" kemarin aku melihat Puja dengan seorang wanita di klinik bidan ma . aku lihat perempuan itu sedang hamil " ucapku penuh dengan hati - hati . aku lihat bahu mama bergetar menandakan mama menangis kembali
" mama tidak tau akhirnya bakal sejauh itu kesalahan Puja nak , awalnya dia bakal tetap menikahi mu dan hanya akan bertanggung jawab pada anaknya bukan pada perempuan itu . tapi mama takut akhirnya kamu akan terluka makanya mama tidak menyetujui cara dari Puja " jelas mama padaku
" sudahlah ma ... semua sudah terjadi . mama jangan menangis lagi , aku yakin ada jalan bahagia masing - masing antara aku dan Puja . yang memang nyatanya aku dan Puja tidak berjodoh ma " aku berusaha menenangkan mama
" maa , mulai dari hari kemarin , besok ataupun lusa aku akan tetap jadi anak mama sama papa . tidak akan ada yang berubah ma " aku peluk mama untuk meyakinkan mama
***
kami kembali ke ruang perawatan ayah . sebelumnya aku memastikan air mata mama sudah tidak akan terlihat lagi uang membuat ayah ibuku atau papa Puja curiga ada apa yang terjadi pada mama . aku hanya ingin jadi terbaik untuk keadaan sekarang . aku yakin dari kesabaranku pasti akan selalu berbuah baik jika diiringi dengan hati yang tulus .