kenyataan

1146 Words
*** setelah kepergian mama dan papa Puja dari ruang perawatan ayah . aku berusaha menghibur ayah . takut ayah bakal berfikir aku menjadi down setelah bertemu dengan orang tua Puja . aku yakinkan dengan sikap bahwa aku tidak mengapa . tidak menjadi beban bagiku agar kesehatan ayah menjadi lebih baik . aku berpamitan pada ayah dan ibu ingin pulang kerumah dengan beralasan ingin membersihkan diri . itu padahal hanya alasan ku pada ayah dan ibu agar bisa keluar untuk menyegarkan diri . setelah pertemuanku dengan mama Puja dan berbicara banyak hal membuat aku berfikir banyak tentang yang aku alami . rasanya ini semua mimpi ketika mama datang menjelaskan kepadaku keadaan yang membuat mama binggung . entah bagaimana cara aku bersikap setelah ini . tidak pernah aku bayangkan mimpi buruk ini akan menjadi nyata . aku yang tidak tau apa yang terjadi dibelakang ku sekarang semua benar - benar terjadi . aku coba untuk menghubungi Puja terlebih dahulu karna khawatir kondisi mama nanti akan terus - terusan merasa bersalah . " kamu dimana ?? ada yang ingin aku tanyakan " ku kirimkan pesan kepada Puja tidak butuh waktu lama untukku menunggu pesan balasan dari Puja " aku dirumah mama . nanti akan aku temui kau di taman dekat rumah mu " balas Puja berarti dia tau kalau aku sedang dikampung pulang untuk merawat ayah yang sedang sakit . pantas saja beberapa kali dia mencoba menghubungi ku . apa maksudnya juga pulang ke kampung padahal hari itu juga aku melihat dia ke rumah klinik bidan didepan ruko ku . bergegas aku menuju taman belakang rumah tempat aku dan Puja biasa duduk berdua . *** " maaf membuatmu menunggu " ternyata Puja datang lebih dulu padaku. hanya tatapan dan anggukan yang aku terima dari Puja . aku duduk disamping nya menatap pohon rimbun yang menghasilkan oksigen yang membuat udara semakin sejuk . " kemarin mama menemui ku dirumah sakit . berkali - kali mama mengucapkan kata maaf padaku . padahal mama tidak bersalah " ucapku memulai Puja menghembuskan nafasnya kasar . mulai menatapku lekat dan sangat tajam . " aku tidak tau bisa memulai dari mana untuk mengatakan ini semua , memang aku membuat orangtuaku dan orangtuamu kecewa bahkan mama jatuh pingsan berkali - kali " sesal Puja padaku aku hening mencermati satu persatu kata - kata Puja . mencoba membaca bagaimana situasi yang terjadi sekitar satu tahun yang lalu . waktu Puja membatalkan pernikahan kami memang tidak ada penjelasan sedikitpun dari Puja maupun dari mama papa nya . semua hanya diam dan menghilang begitu saja tanpa ada yang memberikan penjelasan yang membuatku mengalami depresi tekanan dari segala situasi . " maafkan aku . selama aku bertunangan denganmu aku pernah tidur dengan perempuan lain . dan sekarang dia mengandung anakku " ucap Puja aku hanya bisa diam tanpa menjawab apapun perkataan Puja , memaki pun rasanya percuma. sakit yang kemarin masih aku tahan terasa hingga saat ini . sakitnya kembali lagi seperti kemarin waktu dia pergi meninggalkan pernikahan kami . aku tidak habis pikir bisa - bisanya dia mengkhianati aku selama ini . hari ini akhirnya aku tau kenyataan sebenarnya . apa yang terjadi sehingga Puja membatalkan pernikahan kami . " kau sudah aku maafkan , lupakan segalanya dan mulai lah hidup baru dengan wanita itu . anakmu berhak mendapat kasih sayang seorang ayah serta nenek dan kakeknya kelak " jelasku berusaha tenang . " aku harap kau mau menungguku sampai anak itu lahir , setelah anak itu lahir aku akan menceraikannya dan melanjutkan pernikahan kita " ucap Puja " apa ? jadi kau pikir setelah penghianatan yang kau lakukan aku masih mau melanjutkan pernikahan kita ? dimana letak hati dan otak mu ? " aku mulai emosi menanggapi Puja " tapi aku masih sangat mencintaimu dan mama papa juga tidak ingin aku menikah dengan orang lain selain kau " pinta Puja " aku tidak bisa Puja , pernikahan kita sudah gagal hampir setahun yang lalu , dan sekarang wanita itu sedang mengandung anak mu . cukup aku saja yang engkau sakiti dan coba lah untuk menyayangi wanita itu secara tulus . dia berhak bahagia " aku mulai melunak untuk menjelaskan kepada Puja " terserah apa kata mu, yang jelas setelah dia melahirkan dan melalui masa nifasnya aku akan menceraikan dia dan kembali melanjutkan pernikahanku dengan mu " Puja berdiri dan pergi meninggalkanku lalu aku berdiri untuk segera mengakhiri pertemuanku dengan Puja . " dan aku tidak akan menerima mu kembali pada kehidupanku " ucapku tegas *** aku segera menuju mobil ku . bergegas menyalakan mobil dan pergi dari tempat ini, setidaknya aku berada jauh dulu dari Puja dan bisa menarik nafas . aku segera menuju danau dikampung ku . aku berteriak sekerasnya untuk melepaskan segala sesak di d**a setelah tau kenyataan sebenarnya , pahit memang setelah mendengar penjelasan Puja tetapi aku tidak habis pikir bisa - bisanya dia berfikiran kalau aku mau kembali lagi padanya . selama ini aku sudah berusaha memberikan terbaik untuk Puja tetapi dia tergoda pada wanita yang bersedia memberikan kehormatannya untuk Puja . untukku penjelasan dari Puja tadi sudah memberikan titik terang untukku . yang ingin aku lakukan cuma harus fokus pada kesehatan ayah saat ini . jangan sampai hal ini ayah tau sehingga membuat kondisi ayah semakin buruk . aku kembali ke rumah sakit untuk melihat ayah. memastikan kondisi ayah semakin baik dan ingin bertemu dengan dokter yang menangani ayah . aku ingin tau kapan ayah bisa diperbolehkan pulang . mengingat ayah sejak tadi pagi ingin pulang kerumah dan sudah bosan dirumah sakit . aku menemui ayah sebentar, aku lihat ayah sedang memakan buah - buahan . lega pikiran ku melihat ayah yang sudah membaik dan mulai bersemangat . segera aku menemui dokter ayah dan bersyukur ayah sudah diizinkan pulang , tetapi dokter menyarankan ayah untuk pulang besok hari saja karna sekarang sudah menjelang senja . *** hari ini ayah sudah boleh pulang , aku membawa ayah menggunakan mobil ku sendiri lega rasanya melihat ayah bahagia, memang aku sudah diperingatkan dokter untuk menjaga ayah lebih ekstra lagi karna ayah rentan untuk berfikir berat . sudah tiga hari ayah berada dirumah , ayah sudah semakin pulih . dan aku berencana untuk kembali ke kos ku besok pagi . ada usahaku yang mesti tetap aku awasi meskipun keluarga ku tidak tau usaha yang aku jalani , bukan aku menutupi dari ayah dan ibu, hanya saja aku ingin memberikan setiap hadiah untuk ayah dan ibu tanpa ayah dan ibu tau dari mana aku bisa mendapatkan uang selama ini . " yah, adek pamit balik lagi ke kota ya , ayah sudah semakin baik kan? " ucapku pada ayah dimeja makan pagi ini " iya nak , ayah sudah membaik . kamu hati - hati disana ya nak , jaga diri baik - baik , jaga kesehatan ya " ucap ayah " iya yah, kalau ada apa - apa ayah hubungi adek ya " pintaku pada ayah
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD