***
setelah aku kembali ke kota, aku rutin untuk menelfon ayah dan ibu , terutama untuk menanyakan kondisi ayah , sekedar bertanya apakah sudah meminum obatnya . aku rasa perhatian dari anak yang bisa membuat ayah semakin membaik setiap harinya .
beberapa kali Puja masih berusaha menghubungiku , rencana ku setelah semua tenang aku akan membawa Ridwan untuk berkenalan dengan ayah dan ibu serta orang tua Puja agar orang tua Puja juga tau kalau aku sudah mempunyai kekasih pilihan hati dan tidak berharap lagi pada Puja .
aku dan Ridwan sudah berbicara dan merencanakan sebuah pernikahan , selama ini Ridwan memang sudah tau tentang kegagalan ku sebelumnya bersama Puja , tetapi sampai saat ini aku belum memberi tahu kepada Ridwan kalau Puja beberapa kali menghubungiku bahkan menemui ku . aku hanya takut Ridwan akhirnya kecewa nantinya . aku juga tetap berusaha menjaga perasaan Ridwan .
***
hari ini aku berencana mengunjungi orang tua Ridwan , yaa hari ini aku akan datang ke kota Ridwan sekedar meminta restu dari niat serius kami . aku memilih mengendarai mobil sendiri karna memang lebih nyaman dan aku jadi lebih santai tidak terburu - buru . aku berhenti dulu di sebuah toko kue untuk membawa oleh - oleh yang akan aku berikan kepada orang tua Ridwan dan keluarganya nanti . aku dengar dari Ridwan hari ini keluarga besarnya kebetulan ada acara pertemuan bersama
ternyata aku bersyukur diterima baik di keluarga Ridwan , kehangatan keluarga Ridwan membuat aku nyaman , setelah berkumpul besama keluarga Ridwan barulah Ridwan menyampaikan maksud aku dibawa ke keluarga Ridwan hari ini . dan aku bersyukur niat baik kami diterima oleh keluarga Ridwan , sore harinya aku berniat kembali ke kos ku , karna tidak mungkin rasanya untuk menginap dirumah Ridwan apalagi kami belum berstatus pasangan halal meskipun ada orang tua Ridwan dirumah .
***
" nak , adek dimana ? sekarang pulang ya nak . ayah dibawa kerumah sakit lagi " pesan yang dikirimkan ibu padaku
deg ... seketika detak jantung ku berhenti , rasanya takut , binggung , dan panik . Ridwan yang melihatku menangis bergegas mengambil handphone milikku dan membaca pesan dari ibu . aku sudah tidak tau apa yang aku lakukan lagi , rasa panik menyelimuti hati dan pikiranku .
" sekarang kita pulang , semoga tidak ada hal buruk terjadi pada ayah , aku hantarkan kau menuju rumah sakit " ucap Ridwan menenangkan ku
aku dan Ridwan pamit kepada keluarga Ridwan , setelah sebelumnya Ridwan menjelaskan kepada keluarganya apa yang terjadi padaku . aku mendapat pelukan hangat dari ibu dan kakak perempuan Ridwan sekedar untuk menenangkan aku . di dudukannya aku di kursi samping kemudi , Ridwan mengantarkan ku menuju rumah sakit . cukup lama rasanya diperjalanan . sepanjang perjalanan aku hanya bisa menangis, berdoa untuk ayah sekaligus menelepon ibu bertanya bagaimana kondisi ayah saat ini .
" bu , bagaimana ayah ? " aku menelepon ibu
" ayah sekarang ada diruang ICU nak , kau doakan terbaik untuk ayah ya " ucap ibu berusaha menenangkan ku
***
aku bersama Ridwan langsung menuju ruang ICU tempat ayah dirawat , aku lihat dari ujung lorong rumah sakit ibu duduk bersama kakak laki - laki ku , aku segera berlari memeluk ibu , takut sesuatu yang buruk terjadi pada ayah . aku lihat Ridwan menyalami ibu dan kakak laki - laki ku , ini adalah pertemuan kedua Ridwan dan ibuku , sedangkan dengan kakak laki - laki ku mas putra ini adalah pertemuan pertama .
aku intip ayah dari kaca jendela yang bisa melihat kondisi ayah disana . jutaan pertanyaan muncul di otakku . apa yang menyebabkan ayah kembali drop ? bukannya tadi pagi ayah masih baik - baik saja video call denganku . apakah ini masih ada sangkut pautnya dengan Puja .
" yah ... ayah sadar ya , ayah bisa sembuh kan yah , adek mau ayah yang nikahkan adek " pinta ku pada ayah dibalik kaca ruang ICU
***
ini sudah tengah malam , apa mungkin aku biarkan Ridwan masih disini menemaniku . besok kan dia bekerja pikirku . aku lihat Ridwan duduk di kursi sudut rumah sakit , sepertinya dia tertidur karna kelelahan . aku hampiri dia , seketika Ridwan terbangun merasakan aku duduk disebelahnya .
" apa kau tidak pulang sayang ? ini sudah tengah malam , besok kau harus bekerja " ucapku pada Ridwan
" sudah tidak usaha pikirkan itu . aku sudah meminta izin pada atasanku sampai urusan aku disini selesai , sekarang kita hanya fokus untuk kesembuhan ayah " ucap Ridwan menenangkan aku
" maafkan aku , karna menemani aku disini membuat kau harus izin kerja untuk beberapa hari " sesal ku pada Ridwan
" tidak ada yang membuatmu meminta maaf padaku . aku disini mendampingi mu disaat senang maupun susah " sahut Ridwan
kemudian Ridwan memeluk tubuhku yang memang sudah lelah , tangis yang aku tahan sejak bertemu ibu menjadi tumpah , di bahu ini aku mengadu tentang beratnya hidup yang aku jalani sejak pernikahan ku dengan Puja gagal .
***
sudah tiga hari ayah masih diruang ICU , tidak ada tanda - tanda kesadaran ayah memulih . aku sudah bertemu dengan dokter yang menangani ayah dan dokter sudah menjelaskan bagaimana kondisi ayah saat ini . ayah harus menjalani operasi pemasangan cincin pada jantung nya . tetapi belum bisa dilakukan karna kondisi ayah yang masih koma sampai pada saat ini .
jam dua malam aku tertidur dikursi tunggu rumah sakit bersama Ridwan dan mas putra . tiba - tiba ibu berteriak memanggil kami . aku segera berlari menuju ibu yang terlihat menangis ketakutan , aku liat dokter sudah datang dan berlari untuk menangani ayah . diluar aku selalu berdoa untuk kesembuhan ayah . tiba - tiba dokter memanggil ku untuk masuk kedalam ruangan ayah . " bapak ingin bertemu dengan anaknya cia " ucap dokter yang menangani ayah . segera aku hapus air mata ku agar tak terlihat oleh ayah . aku gunakan baju rompi hijau untuk masuk keruangan ICU . aku duduk disamping ayah memegang tangan ayah . lirih ku dengar ayah memanggil aku .
" ayah ingin berbicara nak " ucap ayah lirih
" iya yah , adek disini yah , ayah jangan dipaksain ngomong nya ya , adek dengerin ayah kok " aku menenangkan ayah
" nak , ayah mau nanti kau menikah dengan laki - laki yang baik menurut agama , karna pilihan mu ayah yakin adalah yang paling tepat , jika ayah tidak sampai mengantarkan mu dan tidak sampai menikahkan mu jangan marah pada ayah nak , maafkan ayah masih belum bisa memberikan yang terbaik untukmu " ucap ayah terbata - bata
" yah , ayah udah jadi ayah paling baik selama ini dihidup adek , ayah semangat adek , ayah segalanya buat adek , dah ayah pasti bisa sembuh yah , adek udh bawa Ridwan kesini mau ngomong serius untuk menikah yah " ku pegang tangan ayah , tapi air mata ku lolos dari kelopak mata ku
" ayah sekarang mau istirahat dulu nak , nanti kita bicarakan itu " pinta ayah kemudian aku kecup ayah dan meninggalkan ayah yang ingin istirahat
***
sudah hampir satu jam setelah ayah mengatakan ingin beristirahat , tapi tiba - tiba dokter dan perawat berlarian segera menuju ruang ICU perawatan ayah . aku pun langsung berdiri panik melihat itu semua . aku takut sesuatu yang buruk terjadi pada ayah .
setelah hampir setengah jam dokter didalam menangani ayah akhirnya dokter keluar , aku mulai merasa panik ketika wajah dokter tertekuk lesu .
" maafkan saya pak , buk , nyawa bapak tidak tertolong, ternyata bapak sudah dari tadi kondisinya menurun " ucap dokter
aku yang mendengar penjelasan dokter langsung terduduk lemas , tidak menyangka pesan ayah tadi adalah pesan terakhir untukku . aku lihat ibu jatuh pingsan tetapi kaki ku sendiri goyang untuk berdiri menopang ibu . mas putra berusaha menyadarkan ibu kembali , langit terasa runtuh ketika aku menerima kenyataan ini . Ridwan berusaha menenangkan aku dari semuanya , dia genggam tangan ku untuk aku lebih kuat menghadapi kenyataan ayah telah pergi untuk selamanya .
aku kemasi barang - barang ayah dan ibu diruang ICU , sedangkan mas Putra mengurus administrasi ayah , aku biarkan ibuku duduk disamping jenazah cinta terakhirnya itu , selama ini ibu dan ayah tidak pernah berpisah , selalu bersama kemana pun pergi . sesekali aku lihat ibu sedang menatap wajah ayah yang sudah memucat , bahu nya bergetar menandakan ibu menangis , sengaja aku memberi waktu untuk ibu sekedar duduk bersama ayah , aku takut ibu tidak sanggup menghadapi kenyataan ini . sedangkan aku disini masih penuh dengan rasa penyesalan , masih bertanya - tanya pada hati apakah ada hubungannya jantung ayah kambuh dengan kegagalan pernikahan ku . ibu menghampiri ku dan memelukku , aku yakin ibu adalah orang yang tau bahwa aku belum bisa menerima kenyataan bahwa ayah telah pergi .
*
*
*