Nathan - 37

2144 Words

Dengan langkah gontai, Nathan kembali menelusuri jalan yang sama dengan yang ia lalui beberapa menit yang lalu dengan berlari. Pikiran Nathan terasa kacau, napasnya masih tersengal-sengal dan perasaannya benar-benar hancur. Bayangan wajah Anya memenuhi kepala Nathan saat ini. Suara teriakan yang terus-menerus meluncur dari mulut Anya kian menyayat perasaannya. Bunyi decit suara ban yang nyaring, dan kepulan asap dari knalpot mobil yang direm mendadak, suara jerit kehilangan malam itu masih segar dalam ingatan Nathan.    “Kau pembunuh, Nathan!! Ya, aku begitu ingat dengan wajahmu. Aku tidak akan pernah lupa dengan wajah pembunuh ayahku. Wajah di dalam mobil itu adalah kau!!” Teriak Anya tepat di depan wajah Nathan dengan mata melotot dan napas kembang-kempis.   Bayangan beberapa tahu

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD