BAB 24

1759 Words

William menoleh ke sumber suara. Dalam kegelapan seseorang berdiri di sana. Hanya sebuah bayangan yang dapat dilihatnya, karena sosok itu berdiri di tempat yang gelap. William terus memperhatikannya, hingga sosok itu mengambil langkah mendekat dan... Tubuh William mendadak membatu. Jantungnya berdetak dengan cepat. Sosok itu adalah sosok yang sangat disayanginya. Sosok yang pergi dalam hidupnya begitu lama. Sosok yang membuat hidupnya berubah menjadi sosok dingin. Sosok itu tersenyum. Membuat William mendesah frustasi. Kedua matanya memancar akan kerinduan yang mendalam. Kedua matanya berkaca-kaca, mulai berair ingin menangis karena kerinduan yang mendalam. "Ibu" *** Suara decitan roda dari suara roda brankar yang bergesekan dengan lantai marmer Rumah Sakit menuju salah satu ruang UGD

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD