TERJEBAK BERSAMA WANITA CANTIK

1791 Words
Mobil Porsche merah tersebut kini sudah terparkir cantik di besment hotel. Kai juga telah memarkirkan motor diparkiran yang tersedia segera berlali menghampiri bapak penolong yang sudah berdiri di samping mobil mobil tersebut. " Kening mu kenapa? Kok berdarah? Kamu jatuh dari motor? " tegurnya bapak itu yang baru melihat wajah kai. " Ini sudah dari tadi pak, gara gara di tabrak wanita itu. Bapak tadi gak lihat karena gelap " " Oh kira bapak kamu jatuh dengan motor bapak, " ucap bapa itu segera bernafas lega. " Tidak lah pak, " ujarnya diikuti lengkungan senyum di bibir " sekarang bagai mana pak? " " Kok tanya saya, tugas saya cuma sampai membawa mobil nya sampai kesini kan?! " " Soalnya saya gak tahu caranya pak, masuk kedalam hotel saja saya tidak pernah, apalagi pesan kamar " " Kamu tinggal pergi ke resepsionis berikan KTP check on lalu kamu bakal diberi kunci kamar. " " Pengalaman ya pak? " "Ish, begini begini waktu muda bapak pernah bulan madu bersama istri si hotel " " Ciee, asik gak pak? " Tanya kai dengan alis yang bergerak naik turun menggoda. " Kamu ini mau mengintrogasi bapak atau mau nolong wanita itu? " " Oh iya sampai lupa. " kai menepuk kening lalu membuka pintu mobil dan segera mengangkat wanita mebutk itu, membopong nya di depan tubuh dengan kedua lengan nya. " Terimakasih ya pak sudah membantu saya " " Iya jaga baik baik anak gadis orang jangan di apa apain di dalam sana. " " Iya lah pak pasti, saya akan jaga baik baik, saya masih takut dosa, lagipula saya punya adik perempuan di kampung, doakan saja siapa tau dia jodoh saya " " Maumu " " Namanya juga usaha pak " " Dasar anak muda, tapi bapa akan doakan semoga kalian berjodoh " " Aamiin, terimakasih, saya masuk dulu ya pak, assalammualaikum " " Waalaikumsalam " balas bapak itu mengayunkan langkah menuju parkiran motor. Sementara kau masuk kedalam bangunan hotel dengan membawa wanita cantik itu dengan masih saja meracau tidak jelas, membuat keduanya menjadi pusat perhatian para Potter dan room service. Kai salah tingkah tapi tetap memberanikan diri melangkah masuk dengan lutut yang gemetaran. Membaringkan tubuh molek dari kedua tangan nya ke atas sofa panjang yang berada di longe hotel. Kemudian menuju resepsionis seraya merogoh saku celana untuk mengambil KTP di dalam dompet. Tapi saat menemukan apapun, kai akhirnya teringat jika dompet nya sudah tida ada. Langkah nya lansung berhenti dan refleks berbalik kembali kesopa dimana wanita cantik itu dibaringkan. " Ya tuhan, aku harus bagaimana sekarang? " Gemam nya kebingungan matanya melirik ke arah jam yang tergantung di dinding berlapis marmer tersebut, sudah menunjukan pukul setengah lima subuh, sebentar lagi adzan subuh akan berkumandang. Tidak mungkin kai akan terus berada di tempat itu. " Apa aku tinggalkan dia di sini saja ya?, Disini pasti akan ada orang yang akan menolong nya nanti " kai mengedarkan pandangan mengamati keadaan di sekeliling yang masih sangat sepi. Kemudian pergi melangkah mundur dengan mengendap endap berbalik bersiap siapa berlari. " Hei kamu, yang kacamatanya pecah sebelah " Suara teriakan yang ditunjukan kepada dirinya itu, sukses membuat langkah kai terdiam, berbalik dan melengkungkan senyum tanpa dosa. " Eh bapa, habis lomba lari ya pak? " tanya nya melihat napas bapak itu ngos ngosan. " Sontoloyo, ini gara gara mengejar kamu, mana kunci motor saya? " " Astaga, oh maaf saya kelupaan pak, " kainsegera merogoh saku kemejanya dan mengeluarkan kunci. " Ini pak " " Ini kunci mobil nya yang tadi " bapak itu membarter kunci di tangan nya. " Ya sudah, bapak pergi ya ? " " Tunggu pak, " tahan nya " bisa minta tolong sekali lagi gak pak? " " Apalagi " tanya bapak itu dengan nada kesal. " Karena bapak sudah ada disini, bisa tidak sekalian pinjam KTP nya? Saya baru ingat kalo KTP saya ada di dalam dompet dan dompet nya tadi di copet orang " ungkap kai. " Ck untung bapak mengejar sampai sini, ya sudah pakai KTP bapak saja. Kamu tunggu disini saja. Jaga wanita itu jangan di tinggalkan, nanti ada orang m***m yang angkat dia, bisa bahaya, kamu yang membawanya kesini. jadi harus bertanggung jawab penuh dengan keselamatan nya. " " Siap pak, " ucap kai dengan menyengir malu. Beberapa menit kemudian bapak itu kembali dengan membawa kartu di tangan nya. " Nih, kamar 3202, " ucap sang bapak sembari menyodorkan karti pada kai. " Saya sudah meminta tolong pada resepsionis itu untuk menjaga wanita itu baik baik. " " Wah, makasih pak. Terus kuncinya mana pak? " " Allohhurobbi, ya ini kuncinya, kartu ini kamu tempelkan di sensor pintu kamar hotel nanti. " " Wah keren ya pak. " " Astaga kamu baru turun dari gunung ya? " " Jangan menghina pa, dosa. " " Iya iya, nih ambil " Cardlock tersebut langsung diselipkan di tangan kanan kai. " Naik lift tau kan? " " Ya Iyah pa saya gak segaplek itu juga. Kantor saya sebelum gedung yang tinggi dan mempunyai lift nya juga." " Ya sudah bawa dia cepat kasian dia. " " Bapak gak ikut naik, nemenin saya? Hanya meletakan wanita ini di kamar dan langsung pergi. " " Maaf bapak buru buru, oh iya namamu siapa lagi bapak lupa? " " Nama saya kaindra pak, kaindra alfareza, tapi sering di panggil kai, kalau bapa? " " Nama bapak, Harun Al Hasyim, panggil saja pak harun jika nanti kita bertemu lagi " " Baik pak harun, terimakasih banyak atas bantuan nya, semoga nanti kita masih bisa berjodoh dan bertemu lagi, saya sangat berhutang Budi sama bapak " " Tak perlu sungkan begitu, saya hanya membantu sebisanya. Baik lah bapak harus segera pergi ke mesjid pasti sudah banyak jamaah yang menunggu. Assalammualaikum. " "Waalaikumsalam " balas kai, dan kedua lelaki itu kini berpisah, kaindra segera masuk ke dalam lift itu bersama wanita cantik itu dalam menggendongnya. TING .... pintu lift terbuka dilantai yang dituju. Segera kai melangkah keluar dengan mata yang mengamati angka angka yang menempel di pintu. " 3200, 3201 nah ini 3202, nah ini. " Segera menempelkan cardlock pada kotak sensor yang berada di bawah Kenop pintu dan membukanya. Suasana kamar yang temaram langsung menyambutnya didalam sana. Hanya sepercik cahaya lampu diluar gedung yang menerobos masuk menembus tirai tirai dan sedikit memberi penerangan. " Assalammualaikum, permisi saya masuk ya? " Kai berkomat Kamit meminta ijin masuk pada makhluk yang tak kasat mata. Yang mungkin mendiami tempat itu seraya melangkahkan kaki masuk kedalam kalar. " Ya ampun gelap amat? Apa karena ini banyak orang yang main ke hotel karena mau gelap gelapan " gumam nya, melebarkan pandangan mencari keberadaan ranjang. Begitu menemukan keberadaan ranjang, segera dibaringkan nya wanita itu dengan hati hati. Tapi tubuh nya ikut terjatuh karena tubuh nya di tarik oleh wanita itu menarik dan kembali memukulinya. " Jahat, hiks hiks, kamu jahat, " racau nya terisak Isak dengan memiliki d**a kai membabi buta. " Astaga, nona, anda salah orang, sayu bukan laki laki yang nona maksud. " Pekik nya dengan mencoba melepaskan diri, namun wanita itu semakin menarik kai dengan kasar dan memukulinya seperti orang kesetanan. BUKKK. " AWWW .... " Kedu tangan kai langsung menangkap hidung nya sesaat setelah sikut lancip wanta itu tanpa sengja menghantam wajah kai. Darah segar langsung mengalir keluar dari hidung nya dan menetes mengotori sepray putih dibawah nya. " Ya Alloh hidung ku, hidung ku tidak patah kan " kai meringis kesakitan dengan posisi menelungkup di tengah Anjang. Sementara wanita masih terus memukuli punggung serta menjabat rambut nya. " Tak bisa begini, anda sudah sangat keterlaluan nona, apa salah Dan dosa saya? " Segera kai menangkap tangan dan dan mendorong wanita itu dan beringsut dari ranjang.tetapo wanita itu malah melompat naik dan menggelantung di punggung nya. Kedua tangan nya memeluk leher kai. Sementara kedua kaki nya melingkari pinggang kai. " Astaga nona, " kai segera bergegas melepaskan wanita itu dari tubuh nya. Tetapi wanita itu semakin menempel erat dan .... " Awwwww ..... Kenapa menggigit ku " kai menjerit histeris saat merasakan gigitan keras di punggung nya. Tanpa sadar melepaskan tubuh wanita itu hingga terhempas keras di lantai. BRUK ..... " AWW .... SAKIT .... " wanita itu menggeliat kesakitan seperti cacing kepanasan di lantai. " Astaga, aduh .... Maaf, maaf saya tidak sengaja. " Segera kai melompat turun dari ranjanh dan menarik wanita itu. Membalikan tubuh nya dan mengangkat nya. " Sakit ... Hiks hiks " " Maaf saya tidak sengaja " " Sakit, hatiku yang sakit, kamu laki laki yang sangat jahat! Ke apa tega berselingkuh dengan perempuan rendahan itu? Apa kekurangan gan ku ke kamu apa ke?.... " " Tida tida, jangan muntah dulu " kai lantas berbalik dan melangkah ke arah bathroom " Hoek ... " " Tunggu, tahan dulu " " Hoek ... " Cairan dengan aroma amis bercampur alkohol seketika menyembur dan seketika membasahi pakaian bagian depan milik kai. Bahkan belum sempat kai membawanya ke bathroom dengan santai wanita itu menggunakan lengan kemeja kai untuk mengelap mulut. " astaga " teriak nya seraya melempar tubuh wanita itu begitu saja ke ketengah ranjang " cantik cantik, kok jorok " makinya kesal wajah nya menjauh karna bau busuk menyengat di tubuh nya. " Ya Tuhan lengkap sudah penderitaan ku ini " rutuk nya segera berlari kedalam bathroom membuka keseluruhan pakaian dan mengguyur tubuh nya di bawah pancuran air, dengan rasa perih luka yang berada di kening sudah tak dirasakan nya karna terlalu pening memikirkan situasi yang terjadi saat ini. ***** Sepuluh menit kemudian kai keluar dari dalam bathroom dengan tubuh yang sudah bersih dan wangi. Menggunakan handuk putih yang melilit di pinggang nya. Hanya menutupi sebagian tubuh dari pinggang ke bawah. Menampilkan otot otot liat yang membentuk persegi di bagian perut, sementara kacamata yang tak layak pakai itu masih membingkai matanya. Kini kai semakin pusing, pakaian nya yang tadi sudah di cuci bersih menggunakan sabun hotel dan dijemur begitu saja didalam bathroom. Saking panik nya kai sampai membasahi semua pakaian nya dan celana dalam nya sementara pakaian yang lain nya semua berada di dalam koper yang masih berada didalam mobil wanita itu. Tidak mungkin baginya berjalan turun ke bawah parkiran hanya dengan menggunakan handuk. Memang nya kai laki laki apaan?. Kai membuang nafas kasar menghampiri ranjang dan memandangi wanita yang saat ini guling guling serampangan diatas ranjang tersebut. Detik berikut nya kai lagi lagi dibuat terperangah dengan mata membola sempurna begitu bawahan gaun wanita itu naik melorot ke atas dan memperlihatkan pakaian dalam berenda tipis dan mampu membuat otak kai traveling kemana mana. " Astaga aku tak melihat nya, aku tak melihat nya, aku tak melihat apapun. " Gumam nya memejam kan mata. " Yatuhan, tapi aku melihat nya, sangat jelas, warna merah sangat tipis " pekik nya histeris dengan mengacak acak rambut.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD