77. Datang terlambat

2105 Words

Binatang buas yang baru terbangun dari tidurnya, itu adalah kesan yang terlihat saat Veli menatap ke arah Ren. Mata Ren yang menyalak dengan gigi taring Ren yang sudah terlihat tajam. Pandangan kosong dari Ren meyakinkan Veli bahwa Ren saat ini mungkin sedang tidak sadarkan diri.  Entah apa yang mungkin ada di dalam pikiran Ren ketika ia melihat Veli dengan tatapan yang seperti itu. Tetapi, Veli cukup yakin jika tubuhnya merasakan bahaya yang luar biasa dari Ren saat ini.  “Ren, ada apa?” “Kamu kenapa?” “Ren, jawab aku. Kamu baik-baik saja kan?” Sinyal bahaya tidak lagi bisa Veli tahan, saat pandangan matanya menatap lekat Ren yang tampak sudah setengah sadar. Apa pun yang Veli katakan tak lagi dihiraukan oleh Ren. Ia yakin jika saat ini Ren adalah sosok yang sangat berbahaya. “Oh, t

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD