Tujuh Belas: Bunga

1758 Words

Dua bulan berlalu sejak kepulangan mereka dari Bali. Hubungan harmonis keduanya semakin lebih harmonis lagi.  "Aku berangkat ya, kalau mau pergi, kabarin aku. Jangan masak makan malam soalnya aku pulang telat lagi" pesan Valdo saat Qiana mengantar nya ke depan pintu. "Iya" "Pinter" Valdo memeluk Qiana, mengecup kepalanya sebagai tanda pamit. "Aku berangkat" Qiana mengangguk. "Hati-hati" Valdo pergi dan Qiana tetap menunggu di depan pintu, hingga Valdo naik lift, Qiana baru masuk kedalam. Pagi ini, dia akan langsung mulai pekerjaan, membersihkan rumah dan mencuci pakaian. Sudah hampir seminggu Valdo mulai berangkat pagi, hal itu karena sudah memasuki waktu laporan restoran. Banyak pekerjaan yang harus dia lakukan, laporan yang harus dia cek, dan beberapa proposal kerjasama yangnya bar

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD