Daniel hampir muntah ketika melihat apa yang terjadi di lantai atas, dia segera memasang masker oksigen yang disediakan terbatas. Dia tidak bisa menahan bau amis yang sangat menyengat. Ania mengamati jalan yang tadi di lewatinya sudah berlumuran darah dan beberapa tubuh menghalangi jalan mereka. Suara tembakan terdengar bergemuruh di arah kiri mereka. Ania mengeratkan pegangan di kedua pistol yang di berikan Daniel kepadanya. Tekadnya sudah bulat untuk mengakhiri ini semua, jika tidak bisa kali ini maka semua perjuangannya akan sia-sia. Stevan harus mati entah di tangannya atau bukan yang jelas lelaki tua itu harus mati. “Kau tidak masalah kalau aku membunuh pamanmu?” tanya Ania kepada Daniel. Daniel melirik Ania, “Tentu saja! Lagipula aku juga ingin membunuhnya.” “Aku fikir kau a

