Eleven yang pertama kali menyadari Ren dan Cia telah ada di antara mereka. Dia menatap Ren dengan tatapan bertanya, namun Ren tidak menanggapinya dan terus berjalan. Tiba-tiba Rose keluar dari sebuah pintu dengan wajah panik, “Ren, bisa kau belikan obat demam dan bubur bayi untuk Robby. Badannya hangat dan aku baru sadar kalau makanan bayinya sudah habis,” Ucap Rose takut-takut. “Tidak bisa, kita beberapa hari akan terus di sini sampai situasi benar-benar aman.” Mereka semua dikejutkan dengan tangisan membahana dari dalam kamar, “Sebaikya aku saja yang keluar, lagi pula aku tidak diincar oleh salah satu dari mereka!” Ucap Cia mengajukan diri. “Ada yang mau ikut?” Ren lagi-lagi melotot, dua wanita di dekatnya ini benar-benar akan membuat jantungnya lepas. “Aku! Aku ingin keluar dari

