Author POV Suara peluru berdesing terus saja terdengar dari tempat latihan menembak, semua anggota yang ingin berlatih bahkan agak sungkan untuk ikut memakai ruangan itu padahal hanya ada seorang gadis yang sedang berlatih di sana. Tapi walaupun begitu gadis itu memancarkan aura yang membuat orang merasa terintimidasi jika berada dekat dengannya. Padahal dia hanya seorang gadis yang notabene lebih lemah dari seorang lelaki, namun tidak ada yang berani mengusik bahkan orang yang memiliki pangkat tinggi sekalipun. Suara itu berhenti, membuat orang yang sedang menunggu di depan pintu penasaran dengan apa yang terjadi. Tiba-tiba pintu terbuka, bahkan orang yang sedang berada di depan pintu itu tidak menyadari kalau gagangnya goyang karena suara tidak sama sekali terdengar. “Maaf, masuklah

