Dimas dan Ren berjalan menyusuri koridor yang lampunya berkedip-kedip. Mereka menuju laboratorium yang terletak di pusat bangunan ini. Awalnya mereka cukup ragu, tapi dari pantauan Tim 2 tempat ini sepi, hampir tidak ada aktivitas sama sekali. Benak Ren berkecamuk, walaupun mereka tetap harus melewati beberapa sistem keamanan yang sedikit lama prosesnya karena Dion harus melakukan pencocokan identitas dan retina mata dengan data yang sudah mereka ambil sebelumnya. Sepi, keadaan di sini benar-benar sepi. Kecurigaan Ren semakin menguat, “Apa kau merasakan ada yang aneh di sini?” Tanya Ren kepada Dimas yang berjalan cepat di depannya. “Cukup sepi untuk ruangan yang sangat amat penting untuk dijaga. Tapi bukankah ini keuntungan untuk kita?” Ren menyamakan langkahnya dengan Dimas. “ini me

