5

1412 Words
Reni adalah ibu kandung Ela, saat Reni mengusir Ela di Jerman membuatnya menyesal dan keesokan harinya pergi mencari Ela, namun yang ia dapatkan adalah informasi bahwa Ela mengikuti kata-katanya saat itu untuk tidak bertemu dengannya lagi. Reni sama sekali tidak membenci Ela namun, luka hatinya belum sembuh mengingat apa yang dilakukan papinya Ela terhadapnya. Ia meminta izin kepada suaminya untuk menemui Ela dan menjemput Ela untuk tinggal bersamanya.         Indonesia merupakan tujuan Reni mencari Ela, ia dan suaminya bahkan pindah dari Jerman hanya untuk Ela dan menebus rasa bersalahnya karena menelantarkan Ela. Reni juga telah bertemu Tomy dan meminta hak asuh Ela. Tommy meminta syarat kepada Reni agar ia bercerai dari suaminya dan menikah dengannya jika ingin meminta hak asuh Ela. Flasback         Reni berjalan ke super market untuk membeli beberapa keperluannya namun ia melihat sosok yang sangat ia benci tersenyum penuh kerinduan kepadanya. Reni dan Tomy mempunyai kisah cinta yang tragis. Siapa yang tidak jatuh cinta kepada sosok Tomy yang tampan dan kaya saat itu. Reni menyadari jika ia hanyalah anak seorang pembantu di keluarga Adiyaksa.         Tama Adiyaksa adalah sosok yang sangat ditakuti dikeluarga Adiyaksa dan Tomy merupakan anak satu-satunya dan pewaris tunggal kekayaaan Adiyaksa. Tama mengetahui perasaan Tomy kepada Reni namun ia tidak menyetujui jika keduanya menjalin kasih. Oleh karena itu Tama mengancam Reni menjauh dari kehidupan putranya dan berjanji akan membiyayai Reni kuliah kedokteran seperti yang cita-cita Reni.         Reni membutuhkan banyak uang untuk menggapai cita-citanya karena dengan mengandalkan beasiswa saja ternyata tidak cukup untuk memenuhi kebutuhannya. Ia  akhirnya menyetujui permintaan Tama dan  mengabaikan perasaannya terhadap Tomy. Reni memilih menjalin kasih dengan sahabat dari Tomy yang sekarang sudah menjadi suaminya.         Cinta? lupakan masalah cinta karena Reni telah mengubur perasaannya kepada Tomy saat Tomy menikah dengan Gendis. Saat itu ternyata Gendismenikah dengan Tomy, ia telah mengandung dua bulan karena mami Tomy dengan licik memberikan obat perangsang kepada Tomy dan mengurungnya besama Gendis. Mami Tomy sangat membenci Reni karena Reni dengan tidak malunya mengatakan kepadanya jika ia mencintai Tomy.  Karena patah hati Reni meminta Anthony bertunangan dengannya. Awalnya tidak ada perasaan cinta terhadap Anthony sahabat Tomy namun seiringnya waktu Reni jatuh kedalam pesona laki-laki bule itu. Hingga kejadian p*********n itu terjadi disaat Reni lima bulan lagi akan menikah dengan Anthony. Reni kecewa dengan Tomy yang secara brutal dan biadap memperkosa seorang wanita dalam keadaan pingsan.         "Jika itu syaratnya darimu maaf aku tidak bisa, aku sangat mencintai Anthony dan kami sudah memiliki sepasang anak kembar, dan aku juga sudah melupakanmu Tomy!" Jujur Reni "Aku akan bercerai dengan Gendis Ren, aku sangat mencintaimu!" Tomy menatap Reni sendu. "Maaf aku mencintai suamiku dan menyayangi kedua anakku, berdamailah dengan masa lalu...aku telah memaafkanmu Tom, kita sudah tidak muda lagi!".          "Aku menyesal tidak bisa menentang keluargaku Ren!" Tomy menitikan air matanya. Ia begitu mencintai Reni cinta pertama sekaligus cinta sejati baginya.         "Kita belum berjodoh Tom dan aku ingin keluarga kita sama-sama bahagia, aku mohon izinkan aku bertemu Ela!" ucap Reni menitikan air matanya.         "Maaf Ren aku kehilangan Ela bahkan aku telah mencarinya setahun yang lalu di Jerman namun sampai saat ini aku tidak pernah bertemu dengannya!" Jawab Tomy penuh sesal.         "Hiks...hiks...ini salahku Tom, dia menemuiku di Jerman dan aku mengucapkan kata-kata kasarku kepadanya...hiks...hiks...aku memang tidak pantas menjadi ibunya!" Reni mencoba meredakan emosinya namun air mata tetap saja menetes dipelupuk matanya.           Kenzo membawa Ela ke Apartemenya, ia menentang keinginan Cia agar Kenzo membawa Cia pulang Ke rumahnya. Ia hanya ingin hidup berdua dengan Ela seperti saat mereka tinggal di Jerman. Kenzo sangat tahu watak Bundanya yang bisa-bisa membuat jantungnya copot. Bundanya bahkan akan menggodanya habis-habisan dengan mencoba menjodohkan Ela dengan para sepupunya.         Kenzo sampai saat ini belum mau mengutarakan perasaanya kepada Ela. Bundanya pasti akan melarangnya untuk memeluk Ela seperti keinginannya. Kenzo sangat merindukan Ela dan keinginan terbesarnya adalah memeluk perempuan itu sampai pagi dan keinginanya itu akan tercapai jika ia dan Ela tinggal di Apartemen ini. Ela masih mengalami trauma sehingga ia sangat takut jika tidak bisa melihat keberadaan Kenzo. Kenzo bingung bagaimana ia bisa meninggalkan Ela sendirian untuk bekerja sedangkan ia sendiri harus bekerja di rumah sakit. Kenzo menghubungi sahabatnya. "Dona bisakah kau membantuku?" Pinta Kenzo. "Wah...akhirnya pangeran tampan ini meminta bantuanku!" "Mama siapa Ma" kenzo mendengar ucapan seorang anak yang berada disebelah Dona. "Lo ada dimana Don dan anak siapa yang berbicara!" "Hehehehe anak guelah!” "Dasar lo kawin aja belum sosokan punya anak!" "Ye emang lo nggak tauya kalau gue udah kawin nikah yang belum b**o!" "Hahahaha dasar sinting. Cepat ke Apartemen gue sekarang atau...modal buat butik lo gue tarik" Ancam Kenzo "Oke bosss, tapi nggak ada adik gila lo itu kan?" "Nggak ada dia dirumah bunda ngapain gue ngurung dia di Apartemen gue!" "Kali aja lo homo suka sama kembaran sendiri mengingat lo nolak cewek-cewek cantik!" "Bukanya lo yang ngejar-ngejar kembaran gue!" Ucap Kenzo megingatkan Dina pada masalalunya. "Huh...enak aja dia musuh gue". "Cepetan lo kesini gue cuma minta lo jagain wanita gue!" Perintan Kenzo. "Serius cewekkan!" "Anjritt lo...cepetan cewek jelek!" "Oke boss jangan marah. Gue meluncur sekarang juga!" Kenzo bisa tenang karena Ela ternyata mau diajak bicara oleh Dona yang seorang psikolog dan juga pengacara. ***           Kenzo dan Ela telah tinggal di Apartemen selama satu minggu. Keadaan Ela berlangsur-angsur mengalami kemajuan. Hari ini Ela membuat makan malam untuk Kenzo sebagai ucapan terimakasihnya karena telah menolongnya. Kenzo pulang sekitar jam delapan  malam ia melihat keadaan Apartemenya yang sangat bersih dan juga rapi.  Bau harum didalam apartemennya membuatnya melangkah menuju dapur. Ia melihat Ela yang sedang sibuk mengaduk masakannya. Kenzo tersenyum melihat pemandangan yang ada di hadapannya saat ini. "Kak...aku...!" Ela gugup saat melihat Kenzo yang menatapnya datar         "Akku memasak makanan buat kakak!" ucap Ela menundukkan kepalanya karena takut kenzo memarahinya.         "Hmmm aku akan mandi dulu dan sepertinya perutku sangat lapar!" Ucap Kenzo acuh dan segera  masuk ke kamarnya.         Ela menyiapkan makanan di atas meja makan. Ada soup daging, sambal hijau, goreng bumbu tempe dan tahu. Ela sengaja memasak makanan kesukaan Kenzo. Kenzo keluar dengan celana pendek dan baju kaos putihnya. Ela menatap Kenzo penuh kekeguman.         "Sudah..hentikan tatapan mesummu itu, ayo makan!" Perintah Kenzo membuat Ela kembali kealam sadarnya.         Kenzo menghabiskan makanannya dengan sekejap namun Ela hanya melihat Kenzo makan dengan lahap tanpa menyentuh makanannya Wajah Ela memerah saat Kenzo menatap Ela yang sedang memakan makananya. Duh...kalau gini aku malu buat makan         "Makanan itu tak akan habis kalau hanya kamu aduk!" Suara dingin Kenzo membuat Ela segera menyuapkan makanaNnya dengan cepat namun saat suapan keempat uhuk...uhuk...uhuk...         Ela tersedak dan membuatnya terbatuk. "Dasar ceroboh!" Kenzo menuangkan air putih dan segera menyerahkanya kepada Ela. "Uhukk...uhuk...mhmm maksih kak!" Ucap Ela namun Kenzo hanya menatapnya dengan serius. Aduh bisa-bisa aku pingsan nih ditatap seperti itu. "Hmmmm kak..kenapa kakak ngeliatin Ela seperti ini!" tanya Ela bingung kenapa Kenzo menatapnya dalam. "Tidak ada larangan buat saya untuk menatap kamu!" Ucap Kenzo datar.         Ela menundukkan kepalanya dan ia segera berdiri namun saat ia melangkah ia segera mengentikan langkahnya karena mendengar suara Kenzo. "Duduk"! Perintah Kenzo "Habiskan makananmu atau kamu mau aku memaksamu seperti saat kita di Jerman!"         Ela mengingat saat di Jerman Kenzo memaksanya agar ia mau meminum obat membuatnya menggelengkan kepalannya. ia segera menghabiskan makanannya dengan cepat. "Pelan-pelan!" ucap  Kenzo memperingatkan Ela karena ia tidak ingin Ela tersedak.Ela mengikuti kemauan Kenzo dengan memakan makananya dengan pelan.           Malam tiba, jantung Ela berdegub kencang karena pelukan laki-laki yang sekarang sedang berbaring disebelahnya. Beberapa hari yang lalu ia tidak merasakan gugup karena saat itu ia sedang mengalami stres namun saat ini ia telah sepenuhnya sadar hingga membuatnya malu. Ela bergerak dalam gelisah hingga membuat Kenzo membalik tubuh Ela agar  Ela mengahadapnya dan dalam sekejam Kenzo mencium bibir Ela membuat Ela mematug. Ia sangat terkejut dengan perlakuan Kenzo yang menciumnya secara tiba-tiba.         "Jangan begerak seperti itu, diam dan pejamkan mata atau kamu mau aku melakukan hal yang lebih dari sebuah ciuman!" Ucap Kenzo dingin.         Ela segera mengikuti perintah Kenzo dan ia memilih diam dan mencoba memejamkan mata. Kenzo menarik Ela agar bisa memeluknya lebih erat. Kepala Ela berada di d**a bidang Kenzo. Kenzo mencium kepala Ela sambil mengelus rambut panjang Ela yang hitam dan lurus itu.         Kenzo membisikan sesuatu ke telinga Ela. "Jangan pernah memotong rambutmu menjadi pendek karena aku suka rambutmu!". Ia mengecup pipi Ela lalu memejamkan matanya.         Ela menjawab pernyataan Kenzo dengan suara lembutnya  dan wajah yang memerah karena malu "Hmmm iya kak".         Ela sangat bingung dengan sikap Kenzo yang seperti ini. Terkadang sangat menyebalkan namun terkadang sangat manis seperti ini.         Aku tahu kakak tidak mencintaiku dan hanya kasihan kepadaku tapi aku cukup bersyukur setidak-tidaknya aku pernah merasakan pelukkan hangatmu kak.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD