9

1832 Words
 Ela merasa kehadirannya di keluarga Alexander ditolak oleh Kenzo. Ia menyadari sikap Kenzo yang berubah kepadannya. Kenzo tidak pernah menyapanya sejak seminggu ia tinggal dirumah kediaman Alexsander. Ela melihat Kenzo sedang berjalan menuju kamarnya, ia mengikuti Kenzo dari belakang karena ia ingin berbicara dengan Kenzo. Kenzo mengetahui Ela berada tepat dibelakangnya dan ia segera menghentikan langkahnya.  "Aw...." ucap Ela, ia terduduk hingga menabrak punggung Kenzo.         Kenzo membalikan tubuhnya dan menatap Ela dengan wajah datarnya namun tak ada pergerakan darinya untuk membantu Ela yang sedang terjatuh. Ela memegang tangannya yang terasa sakit saat ia terjatuh.  Ia mencoba berdiri sendiri dengan hati-hati. Ela melihat lebam di wajah Kenzo ia merasa khawatir dan penasaran dengan apa yang terjadi dengan Kenzo. Ela berdiri berhadapan dengan Kenzo namun Kenzo dengan acuh berjalan meninggalkannya membuat  ia segera menarik tangan Kenzo agar Kenzo menghentikan  langkahnya lagi. "Kak....Ela minta maaf kalau Ela salah sama kakak, tapi Ela mohon kakak jangan marah sama Ela!" ucapnya menatap Kenzo dengan sendu.         Tanpa menghadap mau menatap Ela, Kenzo memilih memunggungi Ela "Hanya itu saja yang ingin kau bicarakan?" Tanya Kenzo datar  membuat Ela kecewa mendengar ucapan Kenzo. "Iya kak" Ucap Ela sendu. "Aku sibuk dan segeralah kau menyingkir dari pandanganku!" Kata Kenzo kasar.         Ela merasa ribuan jarum menusuk dihatinya. Ia tahu sikap Kenzo selama mereka pernah tinggal di Apartemen Kenzo,  memang sedikit kasar dan kata-kata yang diucapkan Kenzo selalu irit namun kali ini Ela merasakan jika Kenzo benar-benar membencinya. Kenzo memasuki kamarnya dan menyandarkan punggungnya dikursi sambil memijit keningnya karena banyak masalah yang ia hadapi hari ini. Kedatangan Reni ibu kandung Ela membuatnya kesal karena Reni  memintanya untuk mempertemukannya dengan Ela. Belum lagi rencananya yang ingin menghancurkan  Adyaksa grup membuatnya kesal setengah mati. Dini dan Rendi menemuinya secara langsung di hotel Alexander membuat kenzo kesal. Dini datang memakai pakaian super mini menawarkan tubuhnya untuk ditiduri Kenzo agar Kenzo memberikan bantuan agar perusahaan mereka tidak bangkrut.   Flashback           Kenzo menatap kedatangan kedua saudara itu dengan tatapan amarahnya  dan tidak ada tatapan datar yang selalu ia tampilkan untuk menutupi ekspresinya seperti sebelumnya . Kenzo yang sekarang adalah iblis yang siap menghancurkan mereka yang  mencoba menganggunya.         Kenzo telah menyelidiki apa rencana yang digunakan Dini dan Rendi untuk menyerangnya. Kenzo menggunakan akal liciknya dengan menyabotase seluruh cctv yang digunakan dikantor Adyaksa dan kediaman mereka melalui bantuan sepupunya Bima.         Dari pelacakan yang dilakukan Bima ia berhasil mendapatkan percakapan Dini dan Rendi yang akan menyebaknya dengan kasus pelecehan s*****l dan akan memaksa Kenzo untuk menikahinya dengan begitu mereka dapat menyelamatkan perusahaan. Kenzo geram mendengar penjelasan dari Bima dan beberapa orang suruhanya, sehingga ia memutuskan untuk menjebak mereka sendiri dengan membayar orang-orang suruhan mereka dengan harga yang lebih tinggi.         Dini memasuki ruangan khusus CEO dilantai paling atas di Hotel Alexander. Kenzo memang telah merencanakan penjebakan ini untuk membalikan keadaan. Dini memakai baju merah yang menampakan keindahan tubuhnya. Baju merah tanpa lengan dan berdada rendah serta panjangnya diatas lutut dengan setello bewarna putih yang menghiasi kaki jenjangnya.         Sebenarnya wajah Dini sangat rupawan dan anggun jika wajah Ayunya tidak ia dandani dengan menor. Dini segera masuk ke ruangan Kenzo. Ia melihat Kenzo yang sedang menatapnya datar dan ia segera menjalankan aksinya yaitu membuka seluruh pakaiannya dan berjalan mendekati Kenzo namun gerakanya terhenti saat beberapa sinar menyilaukan mata mengambil fotonya. Dini segera duduk menyembunyikan tubuhnya. Kenzo tersenyum setan dan memanggil kedua saudaranya Bima dan Bram yang membantunya. Keduanya  sama seperti Kenzo  yang akan melakuan apapun jika ia diusik. Apa lagi tidak akan ada ampun bagi orang yang ingin mengganggu orang yang mereka sayangi.         "Kalian bisa membuat berita seorang wanita mencoba menjebak seorang Ceo dengan menelajangi tubuhnya sendiri" ucap Kenzo berdiri dan mentap Dini dari jarak yang cukup jauh. "Berapa bayaranmu jika aku tiduri kamu malam ini?" Tanya Bima menatap sinis Dini.         Bram dan Bima merupakan sepupu Kenzo dari Kakak Bundanya Cia. Keduanya bekerja sebagai militer namun di bidang yang berbeda. Bram merasa kasihan melihat Dini ia merasa seperti menelanjangi adiknya sendiri. Bram menutupi tubuh Dini dengan selimut yang ada di salah satu kamar hotel.         Dini menundukkan kepalanya karena merasa malu dan Rendi segera memeluk adiknya. "Kalian akan menerima pembalasan dariku!" Teriak Rendi mengacungkan jari tengahnya.         Kenzo menatap datar Rendi dan  kemudian berubah menjadi tatapan yang sangat mengerikan. Kenzo tersenyum meremehkan dan menyunggingkan senyuman setannya. Mata Kenzo memerah karena menahan amarah. "Hentikan segala kelakuan kalian yang merugikan kalian sendiri dan hahaha...aku bahkan bisa membunuhmu jika kau menyentuh Ela lagi. Rasa sakitmu ini tidak seberapa dengan rasa sakit wanitaku!".         "Aku tidak akan memukul wanita sepertimu Dini, tanganku terlalu suci untuk menyetuh wanita menjijikan sepertimu" Kenzo menatap Rendi yang mulai ketakutan melihat Kenzo yang tidak bisa mengontrol amarahnya.         "Dasar kakak yang tidak bertanggung jawab. Kau mengajarkan adikmu untuk menjebakku dan inilah yang terjadi" Kenzo menatap Rendi dengan tajam.             Kenzo menarik Rendi dan memukulnya bertubi-tubi di bagian wajahnya dan menginjak lengan Rendi hingga berbunyi krak. Sepertinya lengan Rendi patah akibat ulah Kenzo. Pukulan demi pukulan bersarang tepat dititik untuk melumpuhkan lawan. Kenzo adalah seorang alih bela diri ia tak jarang melampiaskan amarahnya pada olah raga kesukaannya itu.         Bram dan Bima segera menghentikan kakak sepupunya yang telah kehilangan kontrol emosinya. Jika dibiarkan Rendi bisa mati dan mereka akan dihajar oleh  pop Dewa dan papa Arjuna orang tua keduanya karena membiarkan saudara mereka menjadi pembunuh. Bima menarik lengan Kenzo sedangkan Bram menguncinya kedua Kaki Kenzo. "Lepaskan! Atau kalian ingin aku hajar!" Teriak Kenzo penuh Emosi.         Bram menghubungi Kenzi dan meminta Rian untuk menjemput Dini dan Rendi sebelum Kenzo kembali mengamuk. Kenzo menggenggam kedua tangannya dan matanya memerah menatap kedua adik sepupunya yang menghetikanya untuk membunuh Rendi. Kenzi melihat Kenzo kembali keberapa tahun silam saat dirinya babak belur dipukuli kakak tingkatnya dan Kenzo mengamuk saat darah menetes dibibir sang adik Apalagi saat beberapa hari yang lalu Kenzo melihat keadaan Ela. Kenzi memang mulai curiga melihat  tingkah laku sang kakak.         Saat itu Kenzi melihat Kenzo tersenyum ketika menatap luka-luka ditubuh Ela membuat Kenzi merinding ketakutan dan apa yang ditakutkanya benar terjadi karena disaat kenzo pulang dari rumah sakit menjenguk Ela, Kenzo datang ke club tinju  untuk mengikuti turnamen tinju terlarang dan yang terjadi  adalah semua lawanya malam itu babak belur dan ia mendapatkan kemenangan. Tindakan anehnya ini terjadi jika Kenzo tidak bisa mengendalikan  emosinya maka ia butuh sasaran. Malam itu kenzo berhasil merahi kemenangan dengan membawa uang lima ratus  juta dalam semalam. Bagi Kenzi kakak kembarnya itu sangat menakutkan, bisa menjadi iblis dan malaikat tergantung emosi yang ia miliki.         Kenzi terkejut saat  melihat Kenzo akan menghajar Bima dan Bram. Ia segera menahan Kenzo. "Sadar Kak atau kau ingin membunuhku!" ucap Kenzi menatap Kenzo dengan  tatapan memohon.         "Menyingkir kalian!" Teriak Kenzo d an  iamemukul meja kaca yang ada dikantornya membuat meja itu pecah berkeping-keping. Dari tangan Kenzo keluar darah karena kaca-kaca itu menusuk  jarinya. Kenzo memejamkan matanya dan menarik nafasnya dan kemudian tersenyum.         "Terimakasih adik-adikku dan maafkan aku!" ucap Kenzo mencabuti pecahan kaca yang masih tertancap di tangannya seolah tidak merasa sakit. Kenzo mengambil alkohol dan segera menyiramnya di tanganya sendiri. Bram, Bima dan Kenzi meringis saat melihat Kenzo menyiram lukanya.         Dikeluarga mereka hanya sepupunya Revan yang Kenzo sangat hormati. Kenzo bahkan tak pernah sedikitpun mengeluh apapun, namun kepada Revan ia akan menjadi sosok berbeda. Kenzo  sangat menghormati cucu tertua didalam keluarga Dirgantara itu. Revan sosok berwibawa dan bijaksana namun sekaligus ditakuti lawan-lawan bisnisnya dan keluarganya sendiri. Kenzo menganggap Revan adalah panutanya.          Suara kenzo memecahkan keheningan didalam ruangan ini. "Kalian nggak menghubungi kak Revan kan?" tanya Kenzo.          Bima, Kenzi dan Bram menudukkan kepalanya. "Kalian sudah bosan hidup hah!" Teriak Kenzo saat ketiganya memiih untuk  tidak menjawab.         Langkah kaki diluar ruangan membuat keempat pasang mata terkejut saat Revan tersenyum riang melihat ketiga adik sepupunya itu. Senyum yang ditakuti mereka. Kenzo menatap datar Revan dan ketiganya. Revan mendekati Kenzo dan dengan sekali pukulan tubuh Kenzo terjatuh. "Sakit Heh?" Tanya Revan masih dengan senyumanya.         Kenzo hanya diam dan kembali menatap Revan datar. Revan menepuk bahu Kenzo "Kau sungguh hebat dengan memperlihatkan emosimu itu. Hehehe...tapi kau perlu aku berikan pukulan untuk menyadarkanmu!".         Bugh...bugh... "Kau pikir kau hebat? kau mengganggu waktu luangku bersama putriku dan aku harus menyingkirkan berita-berita berengsek ini untuk menutupi kesalahanmu!". "Baca!" Bentak Revan membuat mereka semua membaca majalah dihadapanya. Pewaris dari Alexsander Grup mengikuti turnamen tinju terlarang dan memenangkan uang lima ratus  juta dalam semalam.         "Wow sungguh hebat kamu.  Aku menghabiskan uangku untuk membeli semua majalah itu dan menutup mulut mereka!” kesal Revan. "Bila ayahmu, Bunda dan seluruh keluarga kita tahu kau akan membuat mereka mati cepat. Kau tidak memikirkan nenek dan kakek?" kesal Revan. "Maafkan aku kak!" Ucap Kenzo datar.         Karena Kesal Revan kembali memukul Kenzo Bugh..bug.. "Maaf? Dengan wajah datarmu ini? Kau sungguh mengesalkan!" teriak Revan.         "Jangan buat semua keluarga khawatir Ken, aku sangat menyayangimu dan menghormatimu kau berbeda dari mereka bertiga dan Dava serta Davi" ucap Revan menatap tajam mereka semua. "Iya kak!" Ucap Kenzo.   Flashback off           Ela sangat khawatir melihat lebam yang ada diwajah Kenzo. Ia segera mengambil kotak obat dan menuju kamar Kenzo yang berada tidak jauh dari kamarnya. Ela pindah ke kamar tamu saat Kenzo memutuskan untuk tinggal dirumah orang tuanya karena sebelumnya Ela menghuni kamar Kenzo. Ela mengetuk pintu kamar Kenzo namun Kenzo sama sekali tidak menjawab ketukan pintunya. Ela memutuskan untuk masuk dan melihat Kenzo meringkuk diranjangnya. Ela mengambil salap lebam dan mulai mengoleskannya kewajah Kenzo. Ela menitikan air mata saat melihat tangan kezo yang luka di jari-jarinya. Apa yang sebenarnya terjadi padamu Kak? Kenapa kau seperti ini? Batin Ela.         Kenzo merasakan kulit wajahnya ada yang menyetuhnya. Ia membuka matanya melihat wajah Ela dan setestes air mata menggenang di pelupuk mata Ela. Wajah Ela tepat berada di hadapannya. Kenzo menarik  Ela dan segera mengecupnya. Ela terkejut dengan sentuhan Kenzo yang mendadak hingga membuatnya mematung. Kenzo melepaskan tangannya dari tengkuk Ela. "Keluar!" Perintah Kenzo. Tapi Ela mengabaikan ucapan Kenzo  "kekenapa kakak menciumku?" Tanya Ela. "Karena bibirku perih!" Ucap Kenzo datar. "Kalau sudah selesai kau boleh pergi sekarang!" Ucap kenzo datar         Ela tetap mengoleskan luka di wajah Kenzo  tanpa peduli dengan kata-kata Kenzo yang memintanya pergi. Ela terkejut melihat lebam biru diperut Kenzo. "Kak, wajah Kakak kenapa bisa biru begini?" tanya Ela penasaran.         Ela membuka baju kenzo yang kancingnya telah terbuka dengan kaosnya yang menampakan lebam diperutnya. Dalam diam Kenzo menuruti keinginan Ela yang ingin mengobatinya. Ela  mengolesakan  salap ke Lebam-lebam yang ada disekujur tubuh Kenzo dan ia tak menyadari jika air matanya kembali menetes. Kenzo menatap Ela yang saat ini sedang menangis. "Kenapa?" Tanya Kenzo datar. "Hiks...hiks.." Ela mengusap air matanya "Aku takut...?" Ungkap Ela. "Takut apa?" tanya Kenzo, ia menarik Ela dan memeluknya dengan erat.          Ela  merasa jantungnya berdetak kencang  dag...dig... dug "Hmmm kak..." Ela berusaha menetralkan suaranya yang serak. "Takut apa?" Tanya kenzo lagi karena Ela tidak menjawab pertanyaannya. "Kakak jangan berkelahi lagi, hiks...hiks... Ela nggak mau kakak sakit!" Ucap Ela sesegukkan.         Kenzo memejamkan matanya dan mengangguk. Kenzo kembali  memeluk Ela dengan erat dan Ela merasa  sangat nyaman dengan kehadiran Kenzo disisinya. Mereka berdua tidak mengetahui jika Cia  melihat kelakuan keduanya dibalik pintu yang tidak dikunci keduanya. Dasar Kenzo bilang cuma teman tapi pakek peluk-peluk segala huh. Awas Bunda kerjain kamu baru tau rasa
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD