Chapter 21

1058 Words

            "Davren!" Seseorang memanggil setengah berteriak, membuat tatapan antara Davren dan Hilya terputus. Keduanya menoleh ke arah sumber suara secara bersamaan, segera setelah itu Hilya membulatkan matanya saat melihat Resty berada di mobil Davren, di jok samping kemudi.             Apa yang Hilya harapkan?             Davren datang, menjemputnya, dan hanya ada mereka berdua. Itu tidak mungkin, bahkan jika mungkin pun sepertinya Hilya harus melukai dirinya sendiri seperti tempo hari.             Seketika, kata-kata yang diucapkan gadis yang bernama Kinar itu seakan bergema di telinga Hilya. Tentang membahagiakan dua orang dalam sehari dan salah satu dari dua orang itu haruslah diri kita sendiri.             "Hai," sapa Hilya ceria, senyum manisnya terukir getir.             De

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD