Perkataan Hilya benar-benar mengganggu pikiran Davren, seakan bergentayangan dalam keheningan malam yang membuat Davren sama sekali tidak bisa menutup matanya karena saat ia menutup matanya bukan hanya suara gadis yang seakan menggema tanpa henti di telinganya. Namun, juga wajah gadis itu terlihat begitu jelas. Perkataan gadis itu tidak salah sama sekali, tidak ada seorang pun yang akan baik-baik saja jika dikhianati. Baik laki-laki, apalagi perempuan. Namun, nyatanya Davren sudah mengkhianati gadis itu sejak awal mereka berkenalan. Davren tidak tulus. Davren munafik. Davren hanya memikirkan dirinya. Tapi apa yang bisa dilakukan seorang anak buangan sepertinya? Orang tua Resty yang kaya raya membawa Davren dari sebuah panti a

