Setelah Rigel selesai menemani Elnath melewati masa tersulit dalam hidupnya. Rigel mulai kembali menghadapi realita dengan segela pekerjaan yang menumpuk dan luka di dalam diri Rigel yang masih saja belum membaik. Kembali ke Jakarta membuat Rigel kembali terbelenggu oleh luka masa lalu. Tetapi setidaknya untuk saat ini, banyaknya pekerjaan yang menanti Rigel dapat membuatnya sedikit melupakan perasaan sakitnya. Meskipun kerap kali muncul tiba-tiba dan membuat Rigel merasakan kesedihan tanpa sebab. Sejak semalam pikiran Rigel menjadi tidak tenang setelah mendapatkan telepon dari Arsella. Meski sebelumnya Rigel telah mengingatkan Arsella namun, hal itu tidak justru tidak diacuhkan oleh Arsella dan membuat Rigel merasa gelisah. Dan hari ini Rigel kembali ke kantor untuk bekerja seperti biasa

