Merie yang sedang menghabiskan waktu berlibur bersama keluarga Duros, tiba-tiba langsung pamit begitu saja dan meninggalkan Singapura. Begitu asisten pribadi Merie mengabarkan jika Elnath menggelar acara press conference untuk mengungkap kebenaran dari sandiwara yang diciptakan oleh dirinya sendiri, Merie tidak sanggup lagi untuk menahan tangis. Merie terkulai lemas saat melihat siaran Elnath dan Edward di i-pad yang ditunjukkan oleh asistennya. Tak hanya melihat Elnath dan Edward, Merie juga melihat jelas orang-orang yang dulu bekerja dengannya dan berjanji akan tutup mulut selamanya dengan harga yang telah Merie bayar lunas. “Singkirkan itu!” Perintah Merie kepada asistennya, tak sanggup lagi menghadapi kenyataan itu. Badan Merie bergetar begitu hebat. Ketakutan dan penyesalan mulai mu

