Seorang perempuan paruh baya berjalan mondar-mandiri sembari sesekali mengintip pintu masuk gedung King Carlo Company. Penampilannya tidak terlalu mencolok namun, gerak-geriknya mengundang kecurigaan dari banyak orang. Raut wajahnya nampak begitu khawatir ketika berkali-kali perempuan itu harus menurunkan ponsel dari telinganya tanpa berbicara. Dan karena panggilannya terhadap seseorang itu diabaikan membuatnya terlihat begitu khawatir. Elnath yang sedang berada di lobby kantor menunggu mobilnya keluar dari parkiran merasa tertarik dengan keberadaan perempuan paruh baya itu. Tampilannya begitu sederhana namun, terlihat elegan. Sosoknya juga terlihat sangat baik, sepertinya dia sosok yang sangat keibuan. Tiba-tiba saja pikiran Elnath langsung membayangkan Merie tetapi segera Elnath tepis p

