Langit siang itu terlihat sangat cerah. Pohon mangga yang tinggi dan rindang di taman melindunginya dari sengatan matahari pukul sebelas siang. Angin sejuk yang berhasil menyelinap dari sela-sela daun pohon mangga berhembus dengan lembut. Ia duduk di sebuah kursi kayu panjang yang berada tepat di bawah pohon mangga. Sambil menunggu Pak Supri datang menjemput siang itu, ia menemani Riri bermain ayunan di halaman sekolah. “Kak Nuri ….” Riri datang menghampiri sambil berlari. “Riri mau minum,” ucapnya. Ia mengibas-ngibaskan tangannya ke depan wajahnya karena kepanasan. “Non Riri capek, ya?” tanya Nuri, ia mengusap peluh yang membanjiri kening anak asuhnya dengan sehelai tisu. Kemudian ia mengambil botol minum Riri yang masih menyisakan air setengahnya. Diberikannya botol itu pada Riri. Gad

