“Aku, Rick-“
Ricardo mengenalkan nama panggilannya, “Nona, siapa namamu?” lantas menanyakan nama Wyne.
Glek, ditanya nama membuat Wyne menelan saliva. Kedua maniknya menatap Ricardo, lantas..
“Aku, Ling Xi, Tuan.” Dia memberi jawaban, tapi bukan yang sebenarnya. Ling Xi nama Cina pemberian Carter yang keturunan Los Angeles, dan Cina. Nama itu pula yang dipakai sebagai nama samaran dia.
“Ling Xi-?” Ricardo sedikit terheran, “Kamu, keturunan Cina?” diamati Wyne yang berparas blasteran Amerika dan Eropa.
Wyne menganggukan kepala, “Ayah dari Papa saya keturunan Cina, namanya Sung Tian Xu.” Diperjelas identitasnya.
“I see-“ Ricardo paham, percaya dengan jawaban Wina, “Ling Xi, Aku melihatmu diculik dari basement parkiran Scoot Clinic,-“ diberitahu mengapa bisa berada di sini, “Saat mobil para penculik melaju, Aku nekat melompat ke atas atap mobil. Jadi Aku bisa kemari.”
“I see-“ Wyne paham, teringat lagi peristiwa penculikannya, dan memang ada Ricardo yang berusaha menyelamatkan dia, “Tuan, bisa tolong antar Aku ke Scoot Clinic?” lantas meminta bantuan Ricardo, “Mereka melukai miss V aku.” Keluhnya.
“Astaga!” Ricardo terkejut, “Pantas, tadi kulihat ada red liquid dipemukaan miss V Kamu.” Dia teringat melihat permukaan mulus miss V itu terhias red liquid, “Ya sudah, kita ke Scoot Clinic, sekalian disana bisa menetralkan obat perangsang yang dicekokan ke dalam mulutmu itu.” Gegas, beranjak menjauhi tempat tidur.
“Eee!” Wyne cepat berseru, “Tuan-“ dipandang Ricardo yang berhenti melangkah, “Tolong turunkan Aku.” Diminta sang CEO menurunkan dia, “Aku bisa jalan kok.” Ujarnya dengan wajah kecut, digendong tuan muda membuat dia tidak nyaman.
“Nona-“ Ricardo berbicara, “Kamu bilang miss V itu luka kan? Jadi biarkan Aku menggendongmu agar luka itu tidak semakin lebar.”
Glek, Wyne menelan saliva, sedikit merutuki diri mengapa menceritakan mengenai miss V yang dikoyak belati ke Ricardo?
Ricardo menghela napas, gegas, dibawa mereka keluar dari gudang ini, raut wajah dia terlihat sangat cemas. Padahal dia tidak mengenal Wyne, begitu juga sebaliknya. Hal ini disebabkan Carter merahasiakan Wyne sebagai CEO Scoot Group Pusat, lantas pula Ricardo baru menjabat sebagai CEO Elmer Group Pusat tiga tahun silam. Selama ini sang tuan muda adalah wakil CEO, dan tidak pernah diutus Aldiano sang ayah yang CEO atau Gordon presiden direktur saat miting dengan Carter dan Kate.
Kemudian selama Wyne menjabat sebagai CEO, hanya muncul disisi Carter sebagai cucu yang seorang dokter. Itu pun pertemuan terbatas dengan orang-orang yang dekat sama Carter.
Tidak lama mereka sampai ke mobil yang menculik Wyne. Ricardo menurunkan sang putri, lantas cepat membuka semua kunci mobil dengan central lock ditangannya, lalu cepat menaikan cucu Carter ini ke kabin depan, dipasangkan seat belts, baru segera masuk ke mobil melalui pintu lain.
Wyne mengamati pria itu yang memasang seat belts. Sekali lagi dia melihat profil si tampan mirip Gordon dan Aldiano. Sudah tentu, karena pangeran cucu dan anak dari kedua pria itu. Tapi kedua mata sang CEO sedikit sipit, sebab ibu kandungnya blasteran Jerman dan Cina. Sedangkan Aldiano blasteran Italia dan Indonesia.
Setelah seat belts terpasang dibadan Ricardo, pria ini cepat menyalakan mesin mobil, lantas tancap gas meninggalkan pelabuhan.
“Nona-“ Ricardo mulai mengajak Wyne bicara, “Maaf, mengapa Kamu diculik orang-orang itu?”
Wyne menghela napas, “Saya belum tahu pasti penyebabnya, Tuan.” Ujarnya memutuskan tidak mengatakan hasil analisa pikiran dia.
“Apa Kamu ada musuh?”
Kembali sang putri menghela napas, “Tuan, di dunia ini, siapa pun punya musuh.”
“Jika begitu, ada kamu feeling siapa musuh yang menculikmu?”
Wyne hendak memberi jawaban, tapi mendadak bertahak, ingin muntah. Mendengar tahak sang putri, Ricardo cepat menepikan mobil, membuka pintu mobil di sebelah putri malang tersebut. Tidak lama, Wyne muntah red liquid berbaur isi perutnya ke jalan.
Ricardo menghela napas, tahu mengapa Wyne muntah, cepat melepas seat belts, lantas mengurut-urut pelan tekuk sang nona.
“Obat perangsangmu mulai bekerja, Nona.” Dia feeling obat yang dicekokan ke mulut si nona mulai aktif, sehingga membuat rasa mual dan dimuntahkan sang gadis.
Wyne tidak menanggapi, menyudahi muntahnya, lantas memutar badan, dan membiarkan Ricardo menutup pintu mobil.
Setelah pintu ditutup, satu tangan Ricardo memalingkan wajah Wyne, agar mereka saling melihat. Tampak oleh dia, Wyne mulai gelisah dan sudut bibir gadis ini ada red liquid. Cepat diraih tangan kanan si nona, dicek denyut nadi pada pergelangan tangan dalam tangan tersebut. Tidak lama kening dia berkerut.
‘Aneh-‘ bisik hati dia, ‘Dalam tubuh dia ada anti racun, dan saat ini sedang adu kuat dengan obat perangsang itu.’ Dia merasa dalam darah Wyne ada anti racun, ‘Apa dia minum anti racun sebelum kejadian tadi?’ dia menjadi penasaran, ‘Berarti dia tahu akan diculik.’ Diamati si nona yang tampak kian gelisah, tapi berusaha dikendalikan. ‘Gadis ini juga punya tenaga dalam yang bagus, sehingga menguatkan anti racun itu.’ Dia pun merasakan cucu Kate tersebut memiliki tenaga dalam.
“Tuan-“ Wyne menegur Ricardo dengan wajah gelisah, sebab saat ini obat perangsang tengah adu kuat dengan anti serum dalam tubuh dia, “Lekas lajukan mobil ini, agar segera kita sampai di Scoot Clinic.” Dia meminta sang CEO kembali melajukan mobil, feeling pangeran mengetahui kondisi tubuh dia melalui denyut nadi dia.
Ricardo tidak menjawab, satu tangannya cepat melepas seat belts dari badan mereka, lantas menarik Wyne ke pelukannya.
“Tuan-?”
“Nona-“ Ricardo menatap Wyne dengan tulus, “Obat perangsang dalam badanmu sudah beraksi-“ ujarnya sedikit menghela napas, “Tidak sempat ke Scoot Clinic-“
“Tuan, baiknya segera melajukan mobil ini, kalau tidak Aku akan pingsan.” Wyne menolak, feeling sang CEO hendak menyentuh dia agar obat perangsang kalah.
Obat yang dicekokan Nini punya efek ganda. Membangkitkan gairah dan meracuni darah. Jika tadi Ricardo tidak datang, Wyne pasti dimangsa banyak pria, lantas darah menjadi hitam dan meninggal. Tapi, jika pun sang CEO tidak datang, sang putri bermaksud menghabisi para penculiknya dengan kemampuan bela diri. Meski setelah itu, dia bisa pingsan sebab obat perangsang tersebut tetap adu kuat dengan anti racun tersebut.
“Nona-“ Ricardo bicara lagi, “Izinkan Aku melakukannya agar efek obat itu netral dalam badanmu. Aku tidak mau kamu memaksa dirimu kuat bertahan. Meski dalam badanmu ada anti racun yang sekarang adu kuat dengan obat perangsang itu.”
Wyne menghela napas, feeling dia tepat, Ricardo berhasil mengetahui kondisi tubuh dia. Diamati lekat-lekat, merasa sang CEO bukan pria sembarangan. Memang bukan, karena Ricardo lahir istimewa, ada six sense dan tenaga dalam yang bagus. Lantas dari kecil digodok kungfu dan ilmu medis sama Carter, kakeknya Wyne.
‘Susan terkutuk-!’ entah kenapa kembali teringat si adik, ‘Pasti Kamu yang melakukan semua ini! Kamu minta ibumu meracuniku!’ dirutuki sang adik, ‘Kalau Aku menerima pertolongan Tuan ini, gimana sama Herman, calon pengantinku? Apa Kamu ambil dia? Lantas, tuan ini bisa keracunan karena menolongku.’
Setelah bicara dalam hati, dia cepat memutar setengah badan, dan dari mulutnya menyembur red liquid pekat.
Ricardo menghela napas, anti racun kembali mengeluarkan pengaruh obat perangsang dari tubuh Wyne. Setelah Wyne muntah, kembali tangan dia memalingkan wajah sang gadis agar mereka berhadapan.
“Tuan-“ Wyne menegur Ricardo, “Meski Anda menyentuh Saya, tetap kondisi saya tidak baik.” Dia menghela napas, cepat merogoh bagian dalam kemejanya, ditarik keluar tas lipat kecil, lantas membentangkan tas tersebut, tampak berderet jarum akupuntur. Dia pun duduk bersila, lantas mulai treatment diri dengan jarum-jarum tersebut, setelah itu dipejamkan kedua mata, mengangkat kedua ke atas, dilipat menghadap d***, menempelkan kedua telapak tangan, dan konsentrasi.
Ricardo mengamati semua yang dilakukan Wyne.
‘Gadis ini-‘ dia bicara dalam hatinya, ‘Bukan gadis biasa.’ Merasa si nona bukan gadis kebanyakan, ‘dalam tubuhnya bukan hanya ada anti racun dan tenaga dalam. Dia punya six sense dalam medis.’ Feeling si nona tengah mengobati diri sendiri.
Wyne membuka mata, lantas memutar setengah badan, dan kembali muntah red liquid, setelah itu dia menyandarkan punggung di kursi mobil. Dia lega karena racun dalam obat perangsang sudah netral, tinggal efek obat saja. Dilepas semua jarum dari tangan dan d***, disusun kembali dalam tas, baru tas disimpan ke bagian dalam kemejanya, setelah itu menurunkan kedua kaki ke bawah dan menyandarkan punggung ke sandaran bangku.
Satu tangan Ricardo memalingkan wajah Wyne, ditatap gadis ini dengan tulus dan kagum.
“Tuan-?!”
“My turn.” Ricardo membawa mereka ke kabin belakang, pelan menyentuh bibir Wyne, dilumat sepenuh hati, dia harus menetralkan efek obat perangsang itu.
Wyne merasa ringan distimulasi Ricardo, tapi saat tangan sang CEO mulai melepas bagian atas kemejanya dan bibir pria itu menjelajahi permukaan d***, dia cepat menjauhkan wajah sang CEO dari d***nya, napas dia memburu.
“Ada apa?” Ricardo terheran sebab dihentikan menstimulasi, ditatap Wyne yang mengatur napas saat ini, “Apa badanmu semakin tidak enak?” dia menjadi cemas, “Kalau begitu, jangan hentikan yang kulakukan.”
Kedua manik Wyne membalas tatapan Ricardo, “Bukan itu, Tuan.”
“Lantas apa?”
“Anda yakin menolong saya? Tubuh saya gemoy, dan wajah saya pun jelek.”
Ricardo tercenung mendengar semua ini, lantas tersenyum lembut.
“Nona-“ ditegur sang putri dengan suara lembut, “Anda itu cantik. Sangat cantik.” Dipuji wajah cucu Kate tersebut, “Tubuh anda tidak gemoy, tapi sintal berisi, tidak masalah untukku.”
Kedua manik Wyne masih menatap Ricardo, jantungnya berdebar saat ini karena baru sang CEO yang mengatakan itu. Salah dia sendiri, selama ini bersembunyi dibalik sosok old fashion, sehingga tidak menarik dimata pria.
Pelan tangan Ricardo mengusap lembut wajah cemas Wyne.
“Nona-“ ditegurnya, “Jangan berpikir macam-macam saat ini.” Diminta Wyne tidak memikirkan yang tidak perlu, “Obat dalam tubuhmu harus dinetralkan, jika tidak, kamu akan jadi gila dan meninggal.”
Wyne memejamkan mata, dalam hati merutuki Susan yang tega merusak dia dengan tujuan membunuh.
“Nona-“ Ricardo menegur Wyne, sambil memegang kedua sisi wajah sang putri, “Buka matamu dan lihat aku baik-baik.” Diminta cucu Kate membuka mata.
Perlahan Wyne membuka mata, mengamati Ricardo dengan cermat.
“Kamu jangan takut sama Aku.” Ricardo bicara dengan suara halus, “Aku bukan pria belang-belang yang aji mumpung. Aku sungguh ingin menolongmu.”
Wyne menghela napas, “Oke-“ dia paham Ricardo pria baik, “Tapi, pelan dulu ya, karena aku baru pertama kali seks. Lantas juga miss V aku masih luka.”
“Siap, Nona.” Ricardo tersenyum, sedari tadi dia menstimulasi pelan dan lembut sebab tahu Wyne belum berpengalaman dalam seks. Lantas bibir dia kembali merasai kehalusan kulit d*** Wyne. Dia pun meresepi dengan sepenuh hati, bukan pakai hasrat liar.
Kemudian dia melepas rok dan pembungkus oase sang nona, setelah itu satu jari dimasukan ke dalam oase, diraba sambil kedua mata melihat ke Wyne. Tampak Wyne sedikit menyeringit, wajah dia berkerut heran, merasakan Wyne masih perawan, padahal miss V itu dirusak belati.