Bab 3 Meninggalkan Tuan Muda

1444 Words
Kate meremas-remas jemari tangannya, wajah dia terlihat cemas bukan main, karena sampai hari ini tidak bisa menghubungi Wyne. Lantas Sahid mendapat laporan dari satpam di Scoot Clinic, Wyne diculik orang tidak dikenal, dan tidak bisa dilacak jejak para penculik itu. Mengapa semua ini terjadi sama cucu sulung kesayangannya itu? Siapa yang berani melakukan kejahatan tersebut? Apakah Imelda dan Susan? Dia tahu, Imelda istri kedua David putra tunggalnya melakukan apa pun untuk menyingkirkan Wyne, setelah menghabisi Ratna-istri pertama David. Pernikahan hari ini sengaja dia minta ke Gordon, kakak sepupu mendiang Carter Scoot-suami Kate, agar Wyne punya suami yang melindungi, lantas juga biar Scoot Group bisa merger sama Elmer Group. Dengan begitu, Imelda dan Susan putri perempuan itu tidak bisa mengambil semua harta keluarga Scoot. Tadinya dia ingin Ricardo yang menjadi suami Wyne, tapi Gordon mengatakan kalau Ricardo sudah bertunangan sama Isala, maka menawarkan Herman, cucu kedua pria itu. Meski kecewa, tapi dia terima karena tahu Herman punya reputasi sebaik Ricardo. “Nyonya-“ dari arah belakang terdengar suara Tristan. Gegas, Kate memutar badan dan menemukan asistennya, langsung bertanya. “Gimana, Tristan? Apa Sahid sudah menemukan Wyne?” Tristan menganggukan kepala, lantas lebih mendekat ke Kate, membisikan sesuatu. Sementara di luar, Susan menguping dari sisi kusen pintu, tampak wajah dia puas. Penculikan itu dia yang merencanakan dan Imelda mengutus orang untuk melakukan semuanya. Dia tidak rela Wyne menikah sama Herman, kekasihnya, sekaligus ingin menunjukan ke Kate bahwa hanya dia yang layak menjadi istri Herman. Dia sangat membenci Wyne, sebab, meski dia anak kandung David, tapi Imelda tidak pernah menjadi istri sah, hanya istri sirih. Semua ini karena Kate tidak merestui David punya istri muda, hanya bisa menjadikan Imelda sebagai selir. Kedudukan Imelda ini membuat Susan dihina teman-teman sebagai anak haram, sedangkan Wyne dipuja karena anak sah. Kemudian, dia dan Imelda tahu kalau Kate sudah membuat surat waris yang berisi mewariskan seluruh kekayaan dan Scoot Group ke Wyne. Betapa sakit hati dia, karena Kate tidak memberikan ke David. Padahal jika ke ayahnya itu, dia dan Imelda bisa membunuh sang ayah demi semua harta tersebut. ‘Rasakan Kamu nenek b******k,’ bisik hatinya, ‘Cucu kesayanganmu hilang untuk selamanya karena setelah mereka merusak cucumu, maka nyawa dia pun dihilangkan dari dunia ini.’ *** Wyne terbangun, kedua mata menyisir ke sekitar dan bola mata membesar saat melihat Ricardo disisi dia. Tuing, dia teringat peristiwa sebelum ini, di mana terpaksa membiarkan Ricardo menyentuhnya. Ternyata mereka tidak puas bermain dalam jip, pindah ke hotel. Setelah mengingat, dia mengacak sedikit rambutnya, jika dia tidur sama Ricardo, bagaimana sama Herman? Dia tidak boleh melepas Herman, karena pasti Susan akan merebut pria itu darinya. Iya, pasti Susan pelakunya, dia yakin sekali, sebab selama ini, sang adik berusaha menyingkirkan dia. “Tunggu dulu-“ dia bicara pelan, “Aku yakin motifnya tidak sekedar menyingkirkanku.” Menduga ada motif lain dari rencana sang adik. Otak cerdas dia mulai menelaah semua kejadian sebelum penculikan, lantas, “Astaga!” dia menemukan jawaban, “Apa Herman pacar Susan?” Dia menghela napas, perlahan menegakan badan lantas dengan hati-hati turun dari tempat tidur sambil sesekali melihat ke Ricardo, berharap pria itu tidak terbangun, sebab jika iya, pasti akan menahan dia di sini, sedangkan dia harus ke pernikahan itu. Dia tidak akan melepas Herman untuk Susan yang sudah menghancurkan kehormatannya. *** Sahid dengan langkah tergesa masuk ke IGD Scoot Clinic, sebab tadi Wyne menelpon melalui operator hotel, minta dijemput di klinik tersebut. Langkahnya panjang-panjang menuju ruang kepala IGD, tempat nona sulung itu berada. Gadis itu meninggalkan Ricardo, hanya mengambil sehelai uang seratus ribu dari dompet sang pria untuk ongkos membayar taksi ke Scoot Clinic. Dia juga sempat memotret plakat dengan lambang burung Rajawali emas dari dompet pangeran tersebut, dan menulis sepucuk surat berisi ucapan terima kasih. Sahid sudah sampai di depan pintu ruang kepala IGD yang terbuka lebar, langsung masuk, sebab di Scoot Clinic, dia bisa keluar masuk ke ruang mana pun tanpa mengetuk pintu jika keadaan darurat. Hal lain, kepala IGD adalah dokter Ruben, sahabat sejati nonanya. “Nona!” Sahid menemukan Wyne dudu di atas brankar, di mana nona sulung ini sedang disuntikan obat sama dokter Ruben, “Nona, apa yang terjadi?” dia menjadi cemas kemarin tidak bisa menemukan jejak sang nona. “dokter Ruben!” ditegur dokter Ruben yang sahabat baik Wyne, “Nona kenapa?” Dokter Ruben belum menjawab, hanya menarik keluar jarum suntik dari nadi vena pergelangan tangan dalam Wyne, lantas jarum itu dibengkokan dan dibuang ke tempat sampah medis dibagian bawah troli obat-obatan. Baru kemudian dipandang Wyne. “Gue segera bikin visum untuk loe.” ujarnya dengan suara pilu, “Loe tenang saja, dengan visum itu, Susan tidak akan bisa lepas dari hukuman.” Diacak saying rambut Wyne, lantas hendak meninggalkan gadis itu hanya bersama Sahid. Biar Wyne yang menjelaskan semua kejadian keji itu ke Sahid. “Ben!” Wyne cepat meraih lengan sang dokter, “Orang itu pasti kemari untuk mencaritahu siapa gue.” Ditatap sahabatnya dengan wajah cemas, “Loe..” perkataannya terhenti sebab sahabatnya menepuk-nepuk lembut kepalanya. “Loe tenang saja-“ dokter Ruben bicara, “Dia tidak akan mendapat yang dicarinya.” *** Wyne keluar dari lift khusus tim medis Scoot Clinic di basement dengan dipapah Sahid dan dokter Ruben. Lantas di belakang mereka mengikuti Kun, Han, dan Barry. Mereka melangkah menuju pintu keluar basement menuju mobil sang putri yang menanti di depan teras luar. Namun belum juga mereka sampai, kedua manik Wyne melihat Ricardo berbincang sama dua satpam. Disisi sang CEO ada Marko. Wyne masih mengenali sosok tampan itu, cepat menghentikan langkah. Jantungnya berdebar, mengapa feelingnya tepat? Ricardo pasti mencarinya. Sebenarnya saat Wyne meninggalkan Ricardo, pria itu tahu, lantas mengikuti diam-diam. Sayang saat sang CEO bertanya ke petugas jaga IGD apa ada pasien bernama Ling Xi, para petugas menggeleng. Tentu tidak ada pasien bernama itu, karena mereka tidak pernah tahu nama samaran Wyne. Di Scoot Clinic, nama sang putri adalah dokter Wyne Scoot, bukan Ling Xi. Beruntung juga ketika itu, Wyne di ruang kepala IGD, lantas Ricardo setelah mendapat jawaban dari petugas medis, segera ke basement mencari informasi dari satpam. “Wyn-“ dokter Ruben menegur Wyne, sebab kedua mata melihat sesuatu yang membuat nona sulung itu berhenti melangkah, “Ada apa?” segera ke hadapan Wyne. “Ben-“ Wyne cepat menunjuk Ricardo yang di teras, “Itu orangnya.” Dijelaskan mengapa menunjuk ke sana. “Loe atasi dia.” Imbuhnya setelah dokter Ruben melihat ke arah itu. “Gue tidak bisa membatalkan pernikahan gue sama Herman.” “Loe yakin tetap ingin menikah sama Herman?” dokter Ruben sedikit menghela napas, “Loe tadi bilang, feeling Susan pacar Herman-“ melanjutkan perkataannya sebab Wyne menghela napas, “Untuk apa menikah sama Herman?” “Ben, Opa menugaskan gue untuk menemukan Om Aldi dan Lisa.” Wyne menyahut, “Lantas, gue harus menghukum Susan yang nyaris menggagalkan rencana Opa itu.” Dokter Ruben menghela napas, “Oke-“ dia mengalah, meski keberatan Wyne tetap ingin menikah sama Herman, “Gue atasi si tampan itu.” Dia memutuskan menemui Ricardo, “Sahid!” lantas beralih ke Sahid, “Kamu minta Sakir bawa mobil ke depan teras IGD di ground, jadi Wyn tidak akan bertemu si tampan itu.” Diturunkan perintah ke Sahid. “Tuan Ruben-!” Kun cepat menegur dokter Ruben, “Biar saya yang kerjakan itu.” Diambil alih tugas Sahid, “Pak Sahid harus memapah Nona ke ground.” Dokter Ruben menganggukan kepala, “Ya sudah, Kamu ikut saya keluar dari basement ini, agar bisa ke Sakir.” *** Kate sangat gelisah karena belum ada kabar lagi mengenai Wyne, lantas tadi Susan menghadap dia dan David, berterus terang berpacaran sama Herman, meminta dia menikahkan dengan Herman. Dia terpaksa memenuhinya sebab undangan sudah disebar, tamu-tamu pun telah datang, tapi Wyne belum muncul sama sekali. Sekarang dia melihat Susan duduk disebelah Herman, tampak tersenyum bahagia sebab sebentar lagi akan dinikahi Herman. Dia menjadi yakin bahwa apa yang terjadi sama Wyne, pasti dibikin Susan. Setelah itu dia mengalihkan mata ke David yang duduk dihadapan Herman, siap menikahkan Susan dengan Herman. Tampak David tidak cemas sama sekali, membuatnya mendengus kesal. Sejak menikah sirih Imelda, David tidak memperdulikan Wyne dan Ratna. Lantas dalam ruangan ini, para tamu bisik-bisik sebab mengapa Susan yang menjadi pengantin Herman, padahal dalam undangan jelas tertulis nama Wyne Scoot. Ada apa sebenarnya? Karena pihak Gordon hanya menjelaskan bahwa Wyne mundur dari perjodohan sebab punya pilihan sendiri. Mengapa Gordon dengan mudah menerima Susan? Si opa tidak ada pilihan karena para tamu sudah datang untuk meramaikan pernikahan. “Perhatian semuanya-“ terdengar suara penghulu mengakhiri suasana tidak enak ini, “Kita mulai saja Ijab Kabul ini.” Diputuskan memulai acara. “Tunggu!” Dari arah pintu terdengar suara lantang seorang perempuan.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD