Part 11

1088 Words

Langkah Lila terhenti, tangannya bahkan masih mengusap rambutnya yang basah. Rio tersenyum di bibir ranjang. Memandang ke arah Lila yang keluar dari kamar mandi. " Kamu lupa ngga kunci kamar." Ujarnya tanpa ditanya. Lila mendengkus, Rio jelas berbohong. Dia mengunci kamarnya sedari tadi malam. Sepertinya dia harus mengganti kunci kamarnya dengan yang baru. Kunci cadangan terlihat masih tergantung di pintu dan lelaki di depannya ini berani sekali berbohong. " Dek, sertifikat tanah dimana?. Aku mau lihat." Lila memandang Rio lalu melirik ke arah brankas di kamarnya. Seolah tahu maksud Lila, Rio membuka brankas itu. Dalam hatinya berdebar, pasalnya brankas Lila jelas kosong karena isinya sudah dia pindahkan. Rio bergegas membukanya seolah tak tahu apapun. " Ngga ada dek. Selain disini dima

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD