Ardyan menatap lelaki yang kini bergelar mantan iparnya. Tertunduk Rio tak berani menatap wajah datar Ardyan. " Apa kamu mengajakku bertemu hanya untuk membuang waktuku?." Rio mendongak lalu menggeleng cepat. " Maaf mas. Aku cuma mau nunjukin ini." Ucapnya sambil mengeluarkan gawai. Beberapa tangkapan layar percakapan milik Ayu sudah dia kirim ke gawainya. Ardyan meraih gawai Rio lalu membacanya sekilas. Matanya berputar seolah berpikir. Sepertinya mantan madu Lila ini tidak kenal menyerah. Dia masih mengincar harta yang dibawa Lila. " Kirim ke nomorku sekarang." Rio mengutak atik gawainya lalu mengirimkan beberapa tangkapan layar itu. " Memangnya Lila mau bulan madu, Mas?." Tanya Rio lirih. " Hmmm. Kenapa?. Mau ikut - ikutan ngeganggu seperti istrimu?." Jawab Ardyan ketus. Rio mengg

