aku menginginkanmu

2495 Words
rendy dan semua pengawal yang sudah menunggu terlihat panik ketika melihat kedatangan mobil rayyan, namun kepanikan itu berubah jadi heran ketika melihat rayyan menggendong seorang perempuan. "apa yang terjadi tuan ?" tanya rendy heran, matanya melirik cepat ke wajah dan tubuh rayyan untuk memastikan kalau dia baik-baik saja. salah satu pengawal langsung memencet tombol lift untuk membawanya ke lantai dua. " dimana dokter malik ?" tanya rayyan dingin "dokter malik baru saja sampai tuan " jawab rendy " cepat suruh ke kamar " perintah rayyan begitu denting lift terbuka tidak beberapa lama dokter malik pun sampai, dengan cepat dia memeriksa gadis yang sedang terbaring tidak bergerak itu. " gimana dokter ?" tanya rayyan tidak sabar, rendy yang berada di belakang mereka menatap heran sikap rayyan " dia cuma luka-luka, sepertinya saya harus menjahit sedikit bagian keningnya " sahut dokter malik " apa ada yang patah ?, kakinya atau tangannya, coba di cek sekali lagi " pinta rayyan dokter malik tersenyum dan balik menatap rayyan " saya sudah cek semuanya tuan, cuma terdapat luka luar saja, dan sudah saya pastikan tidak ada yang patah " jawab dokter malik dengan sabar rayyan mengangguk-ngangguk percaya " ya sudah obati dia " perintahnya rayyan berbalik akan keluar dari kamar itu, ketika salah satu pengawal menyerahkan tas selempang yang ia minta ambil di mobilnya, tangannya merogoh ke dalam tas mencari sesuatu " ini...aku ingin besok pagi sudah tau semua tentang dia " perintah rayyan menyerahkan kartu identitas kanaya tampa bertanya rendy langsung mengambilnya " dan satu lagi...aku tidak ingin kakek tau tentang ini " ujar rayyan sambil berlalu pergi rendy memperhatikan kartu yang diberikan oleh rayyan tadi " kanaya maheswari dharmawan...hhmm.." rendy menarik nafas panjang, matanya menatap gadis yang sedang di obati oleh dokter malik itu ini kali pertamanya rayyan membawa pulang seorang gadis ke mansionnya, selama ini tidak ada perempuan yang dekat dengannya selain angel, hanya angel yang bebas keluar masuk mansionnya dan terkadang juga menemani rayyan ke acara-acara besar. ^_^ jam sudah menunjukkan pukul setengah empat dini hari, justin masih menyusuri jalanan kota dengan mobilnya untuk mencari keberadaan kanaya yang tiba-tiba menghilang begitu saja dari acara tadi siang, justin juga mencoba menghubungi handphonenya namun tidak tersambung, dan yang semakin membuatnya khawatir ketika nadila bilang kanaya tidak pulang ke rumahnya sampai sekarang. berbagai pikiran buruk mulai menghantuinya, ia sangat takut kalau sampai terjadi sesuatu dengan kekasihnya itu. bahkan ia sudah menyebarkan pengawalnya untuk mencari ke tempat-tempat yang mungkin di datangi oleh kanaya, namun sampai sekarang tidak ada yang memuaskan dari mereka. ^_^ " selamat pagi kek.." sapa rayyan tersenyum sambil duduk di meja makan tepat di depan kakeknya. tuan albert yang sedang menyeruput kopinya cuma mengangguk tersenyum rayyan mulai menikmati sarapan yang telah tersaji untuknya, sedangkan tuan albert dengan kedua tangan terlipat di d**a hanya menatap rayyan dengan penuh makna. " apa kakek begitu terpesona dengan wajah tampanku ??" tanya rayyan tiba-tiba yang membuat tuan albert hampir tersedak, rayyan tertawa melihat kakeknya.. " apa yang ingin kakek bicarakan ?" tanya rayyan mulai serius, kini matanya menatap lurus menunggu kakeknya bicara. tuan albert menarik nafas berat dan kembali menyeruput kopinya. " kakek ingin kamu menikah minggu depan " ujar tuan alber memerintah rayyan sempat terkejut, namun berusaha mengendalikannya dan kembali bersikap tenang " kenapa kakek tidak bosan-bosannya membahas pernikahan ?" rayyan balik tanya mengejek " ini demi keberlangsungan keluarga kita "  " kek..kalau yang kakek maksud itu cucu, akan aku berikan secepatnya "sahut rayyan santai tuan albert mengerutkan keningnya " bukan hanya itu rayyan, ini untuk membuat posisimu lebih kuat ketika menggantikanku kelak, kau harus menikah secepatnya " ultimatum tuan albert rayyan menggaruk kepalanya yang tiba-tiba terasa gatal, jujur dirinya tidak suka pernikahan. " rayyan.."  " aku tidak menyukai angel kek " sahut rayyan beralasan " siapa yang memintamu menikahi angel ?" tanya tuan albert tersenyum sinis rayyan menatap bingung, karna ia pikir kakeknya tadi menyuruhnya menikahi angel, karna selama ini hanya angel yang dekat dengannya. tuan albert tersenyum misterius " ada seorang gadis yang ingin ku nikahi denganmu " sambung tuan albert yang membuat kening rayyan mengerut, matanya kini menatap tajam kakeknya menunggu lanjutan pembicaraannya. " dia cuma gadis biasa, cantik dan juga menarik.." sambung tuan albert akhirnya " maaf kek..tapi aku tidak tertarik " potong rayyan cepat ingin mengakhiri pembicaraan yang menurutnya sangat membosankan, ia beranjak dari sofa untuk pergi. tuan albert kembali tersenyum, matanya menatap rayyan penuh wibawa " aku memberimu waktu satu minggu, setelah itu kamu akan menikah dengan gadis itu " titahnya yang membuat rayyan berhenti dan menatap tuan albert jengkel " apa aku terlihat sangat menyedihkan kek, sehingga untuk urusan istri pun kakek harus ikut campur ?" sunggut rayyan makin kesal tuan albert cuma tersenyum, bangkit dari duduknya dan berdiri tepat di depan rayyan..lalu beberapa saat kemudian menepuk bahu kanan rayyan tersenyum dan berlalu pergi meninggalkan rayyan seorang diri. ketika tuan albert sudah pergi, masuklah rendy dengan mengangguk sopan penuh hormat " tuan.." " gimana kamu sudah dapat apa yang saya mau ?" tanya rayyan dingin moodnya seketika berubah buruk gara-gara ultimatum pernikahan dari kakeknya " iya tuan..saya sudah dapatkan semua informasi tentang gadis itu " sahut rendy " lanjutkan..." perintah rayyan tidak sabar " namanya kanaya maheswari dharmawan, kedua orang tuanya sudah meninggal beberapa waktu lalu, dia sekarang hidup sendiri dan menumpang di rumah temannya, sehari-harinya dia juga kuliah sambil kerja. dan dia merupakan kekasih dari tuan muda justin alexandra, putra tunggal tuan javier alexandra" rendy berhenti sesaat untuk menarik nafas , sekilas melirik rayyan yang terlihat sedang mengerutkan keningnya memikirkan sesuatu " tuan..." panggil rendy pelan, rayyan melihat tajam pada rendy membuat asistennya itu menunduk " justin alexandra " gumam rayyan tersenyum sinis " dan tuan..saya juga mendapat informasi kalau paman nona kanaya juga sudah mengambil alih semua aset kekayaan nona kanaya " tambah rendy beberapa saat keadaan menjadi hening, rayyan terlihat sedang memikirkan sesuatu, rendy sesekali melirik tuannya itu penasaran, apa yang sedang dipikirkannya.. " maaf tuan, gadis semalam sudah sadar "suara pengawal lain menghentikan keheningan itu " aku akan ke sana " sahut rayyan yang di ikuti rendy mereka berjalan beriringan menuju kamar kanaya di rawat, pengawal langsung membuka pintu untuk rayyan. kanaya yang sedang di ganti perbannya oleh perawat langsung menoleh mendengar pintu di buka. mata kanaya bertemu dengan mata rayyan, beberapa saat dirinya tertegun dengan wajah tampan di depannya, laki-laki yang di apit oleh dua pengawalnya itu terlihat sangat tampan. begitupun rayyan, matanya juga terpesona dengan gadis yang sedang menatapnya saat ini, dia lebih cantik dari yang ia lihat semalam. perawat yang sadar dengan kehadiran rayyan lansung berdiri membungkuk sedikit menjauh dari tempat tidur. rendy yang berada di belakang rayyan memberi isyarat pada perawat untuk keluar, perawat itu langsung menggangguk mengerti, dia langsung mengambil peralatannya dan keluar, di ikuti oleh pengawal dan terakhir rendy dengan tidak lupa menutup pintu. kini tinggallah kanaya dan rayyan berdua di kamar itu, kanaya yang masih pucat mencoba untuk tersenyum..rayyan berjalan mendekati ranjang, matanya menatap kanaya dari ujung kaki sampai ujung kepala, kanaya yang di tatap seperti itu jadi risih, ia berusaha menarik selimut yang tadi cuma menutup sebatas perut ia naikkan sebatas dadanya. " hhmm..tuan.." panggil kanaya gugup rayyan tidak menjawab, kini ia menatap kanaya. matanya yang tajam membuat kanaya semakin terintimidasi, kanaya makin tidak nyaman jadinya " kamu ingin mengatakan sesuatu ?" tanya rayyan dengan suara beratnya, kini kedua tangannya terlipat di dada " aku..aku..." kanaya makin gugup, lidahnya tiba-tiba kelu " kamu ingin mati ??" tanya rayyan yang membuat kanaya terkejut, kanaya mendongakkan kepalanya mengeleng, terlihat pria itu masih menatap kanaya tajam " lalu kenapa tiba-tiba kamu lari ke arah mobil saya ?" selidik rayyan curiga, bisa saja gadis ini sengaja menabrak diri ke mobilnya, setelah rayyan mendengar informasi tentang kanaya dari rendy, dirinya mulai merasa kalau kanaya sengaja melakukan ini untuk mengincar uangnya. " semalam..ada laki-laki gila yang memaksaku untuk tidur denganya, aku berhasil lari darinya dan melihat mobilmu dari jauh, tanpa pikir panjang aku berusaha lari ketengah jalan untuk menghentikanmu, tapi sepertinya kamu tidak melihatku karna mobilmu sama sekali tidak melambat, dan setelah itu aku tidak ingat apa-apa lagi " sahut kanaya jujur, matanya melirik rayyan takut " tapi kamu bisa saja mati semalam "  kanaya tersenyum perih, setitik air matanya luruh di pipi " dari pada di perkosa mending aku mati, setidaknya aku bisa berkumpul dengan orang tuaku " lirih kanaya lemah rayyan tersentak mendengar jawaban kanaya, apa lagi melihat gadis itu menangis membuat hati rayyan semakin tidak tenang. " kamu istirahatlah, nanti kalau luka-lukamu sudah sembuh, pengawal akan mengantarmu pulang " ujar rayyan, lebih baik keluar dari kamar dari pada melihat gadis itu menangis. " tuan...makasi sudah menolongku " ucap kanaya tersenyum " berterimakasih untuk apa, aku hampir saja membunuhmu...istirahatlah..aku akan keluar" ujar rayyan dingin kanaya cuma tersenyum melihat punggung pria itu menghilang di balik pintu. kanaya melihat sekeliling, dan melihat tas selempangnya yang terletak di nakas tidak jauh darinya. kanaya meraih tasnya dan mengambil handphonenya " yaaahh...aku lupa baterainya habis " gumam kanaya bingung justin dan teman-temannya pasti khawatir mencari keberadaannya " gimana caranya aku menghubungi justin ya ??" kanaya semakin bingung, seharusnya tadi ia meminta tolong pada pengawal itu untuk mengabari justin kalau ia baik-baik saja. ^_^ " sayaaaannggg...." terdengar suara manja ketika pintu ruang kerja terbuka, rayyan yang sedang sibuk dengan dokumennya melihat ke arah suara tadi. gadis cantik, berambut panjang dengan dress hitam yang melekat seksi di tubuhnya menghambur memeluk rayyan penuh rindu. rayyan meletakkan dokumennya di meja membalas pelukan gadis itu, namun berbeda dengan gadis itu, rayyan terlihat biasa saja dan terkesan tidak nyaman. " angel " panggil rayyan berusaha melepaskan pelukannya, posisi rayyan yang sedang duduk di kursi kebesarannya sedikit kesusahan melepaskan tubuh angel yang menempel erat padanya. " iihh..biarin...aku masih kangen " rengek angel manja tampa berniat melepaskan pelukannya angel teman rayyan dari kecil, rayyan tau selama ini angel menyukainya, bahkan gadis itu terang-teranngan mengatakan kalau ia mencintainya, namun hati rayyan sama sekali tidak merasakan apa-apa ketika sedang bersama gadis itu. bahkan kecantikan dan keseksian angel tidak berpengaruh sama sekali padanya. dan juga angel menjadi salah satu dari sekian banyak alasan kenapa gadis-gadis lain tidak ada yang berani mendekatinya, angel selalu menempel seperti lintah rawa setiap kali mereka bersama. " lepasin angel..aku gerah !!!" pinta rayyan mulai kesal dengan terpaksa angel melepaskan pelukannya, dan ia memilih duduk di meja tepat di depan rayyan " kamu udah setahun lho pergi, masak nggak kangen si sama aku ?" runggut angel cemberut rayyan terlihat cuek, malah dia mulai sibuk dengan dokumen nya lagi. angel menatap rayyan kesal, ini bukan kali pertamanya ia di cuekin seperti inj, tapi dia membuang semua harga dirinya hanya agar bisa terus bersama rayyan. dirinya sangat menyukai dan mencintai rayyan dari dulu, walaupun ia tau rayyan tidak merasakan hal yang sama dengan dirinya, tapi ia yakin suatu saat rayyan pasti akan jadi miliknya. rayyan melirik angel yang masih menatapnya dari tadi, angel seakan nggak pernah bosan menatapnya. " kamu nggak ada kegiatan lain angel ?" tanya rayyan dingin meletakkan dokumennya, kini bersedekap d**a melihat angel angel merasa senang karna akhirnya bisa mendapatkan perhatian rayyan " kamu adalah kegiatanku sayang " bisik angel menggoda berusaha mencium rayyan tok tok tok rayyan dan angel sama-sama menoleh ke arah pintu ketika rendy muncul, rendy yang tidak tau kedatangan angel sedikit terkejut melihat posisi mereka yang sedikit intin " oh maaf tuan, saya akan kembali lagi nanti " ujar rendy bermaksud keluar lagi " ada apa ?" tanya rayyan yang membuat langkah rendy terhenti dan kembali berbalik menghadap rayyan dengan wajah menunduk. " maaf tuan...itu...tentang..." rendy berusaha mencari kalimat yang pas, tapi dia tau kalau sampai angel tau ada wanita lain di mansion ini dia pasti akan mengamuk dan bisa saja menyakitinya. angel menatap heran pada rendy, dirinya belum pernah melihat rendy segugup ini " kamu kenapa ren ?" tanya angel heran rayyan juga menatap heran pada rendy, tapi kemudian dia teringat sesuatu..dan langsung berdiri dari tempat duduknya. " aku lupa..10 menit lagi ada meeting sama client dari jerman, kamu pulang aja dulu.." perintah rayyan sambil meninggalkan angel yang melihat tidak percaya dengan perkataan rayyan barusan " kamu ngusir aku?" angel makin kesal melihat sikap rayyan tapi rayyan hanya melambaikan tanggan kanan nya dan tetap berlalu meninggalkan angel sendiri. saking kesalnya angel menendang kursi kebesaran rayyan " adduhh..." pekiknya, angel mengelus kakinya yang sakit  rendy yang masih disitu tersenyum puas melihat tingkah angel " ngapain senyum-senyum, bos sama asistennya sama-sama ngeselin " teriak angel marah meninggalkan rendy di ruang kerja rayyan, rendy langsung mengikuti angel dan memastikan kalau dia benar-benar pergi dari mansion. .... rayyan membuka pintu kamar kanaya perlahan dan melihat gadis itu duduk di tepi ranjang hhhm kanaya lansung menoleh dan berusaha untuk berdiri ketika melihat kedatangan rayyan " tuan.." panggil kanaya pelan rayyan berdiri tepat di depan kanaya dengan memasukkan kedua tangannya ke saku celananya dan menatapnya intens, menunggu kanaya bicara..postur tubuh rayyan yang tinggi tegap membuat kanaya harus menengadah untuk melihatnya. " kamu ingin mengatakan sesuatu ?" tanya rayyan menaikkan sebelah alisnya tatapannya yang tajam itu membuat kanaya seketika berkeringat dingin, kanaya hanya bisa menunduk tidak berani menatap rayyan " aku..aku..ingin pulang " sahut kanaya perlahan ekspresi rayyan langsung berubah " mau pulang kemana, bukannya kamu tidak punya rumah ?" selidik rayyan kanaya tersenyum getir mendengar pertanyaan rayyan, hati kecilnya sakit ketika ada yang mengatakan dirinya tidak punya rumah " aku bisa pulang ke rumah temanku, selama ini aku tinggal di sana " jawab kanaya masih menunduk rayyan tiba-tiba mengangkat dagu kanaya sehingga kini jarak mereka hanya beberapa centi, seandainya rayyan maju sedikit saja maka mereka pasti sudah berciuman. " tatap aku ketika kita lagi bicara " perintah rayyan tajam. dan pandangan matanya tidak sengaja jatuh ke bibir mungil kanaya degh jantung rayyan berdegup kencang, bibir itu begitu menggoda imannya. bahkan selama ini ia tidak pernah tertarik dengan bibir angel yang selalu terlihat seksi, tapi ini... cup tanpa sadar rayyan mengecup lembut bibir kanaya, kanaya terkejut berusaha mendorong tubuh rayyan, namun tangan kanan rayyan sudah melingkar sempurna di pinggang kanaya, sedangkan tangan kirinya menekan tengkuk kepala kanaya untuk memperdalam ciumannya " tu...tuan..apa..yan..." panggil kanaya terengah-engah berusaha melepaskan diri, tapi pelukan rayyan yang kuat membuat usahanya sia-sia rayyan menatap kanaya dengan nafas yang masih memburu, bibirnya seketika tersenyum..tangan jempolnya membelai lembut bibir kanaya " tuan..tolong lepasin aku " pinta kanaya berusaha mendorong d**a bidang rayyan, namun laki-laki itu sama sekali tidak bergeming " aku menginginkanmu " bisik rayyan lembut akan mencium bibir kanaya lagi, namun kanaya langsung meletakkan tangannya di bibir rayyan " aku mohon...aku hanya ingin pulang " pinta kanaya lemah, matanya mulai berkaca-kaca rayyan sedikit merenggangkan pelukannya " lukamu belum sembuh..aku tidak akan membiarkan kamu pergi kalau masih ada perban-perban seperti itu " sahut rayyan tegas kini raut wajanya terlihat menakutkan " tolong tuan..aku harus pulang, aku menghilang secara tiba-tiba, aku tidak ingin yang lain khawatir " mohon kanaya rayyan menghembuskan nafasnya berat dan melepaskan pelukannya " baiklah..kamu boleh pergi, pengawal akan mengantarmu " sahut rayyan akhirnya. dan tampa sepatah kata rayyan langsung meninggalkan kanaya sedirian di kamar itu, kanaya bernafas lega..akhirnya dia bisa kembali pulang .......
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD