kecelakaan

2539 Words
mata kanaya menatap kosong ke luar jendela mobil yang sedang mengantarnya pulang, pikirannya sedang menayangkan ulang semua perkataan tuan albert. sakit di hatinya semakin menjadi-jadi, ia berusaha menutup matanya sejenak mencoba melupakan semua yang ia dengar tadi, namun lagi-lagi pikirannya terus memutar ulang hal itu. sudah terlalu banyak kejutan dalam hidupnya dalam beberapa bulan terakhir, seolah tuhan belum puas dengan menjadikannya yatim piatu, ia lagi-lagi harus menghadapi masalah baru yang bertubi-tubi. bukan kanaya tidak percaya tuhan, tapi beban ini terlalu barat dan membuatnya sangat tertekan dan terkadang juga marah sama tuhan.  " nona, saya harus mengantar anda kemana ?" tanya sopir itu tanpa menoleh kanaya tidak menjawab, tatapannya masih hampa, sopir itu melirik kanaya melalui spion. " nona ??" panggil sopir lebih keras kanaya terkejut dan langsung membenarkan duduknya menjadi lebih tegak " tolong turunkanku di taman kota pak " pinta kanaya " rumah anda di sana ?" tanya sopir itu lagi kanaya mengeleng, namun sopir yang tidak melihat gelengengannya masih menunggu jawaban kanaya " nona ?"  " bukan pak, saya hanya ingin turun di sana " jawab kanaya cepat " tapi nona, tuan menyuruh saya mengantarkan anda pulang "  " saya tidak punya tempat pulang pak " sahut kanaya lemah, air mata mulai lolos dari pipinya sopir itu hanya diam, dan tidak menanyakan apa-apa lagi, dan begitu sampai di taman kota ia langsung menghentikan mobilnya. " makasi pak " ucap kanaya sopan " tunggu nona.."  cegah sopir itu membuat kanaya menoleh heran, terlihat sopir itu mengeluarkan sebuah amplop dari balik jasnya. " apa ini pak ?" tanya kanaya heran ketika sang sopir menyodorkan amplop itu padanya " ini dari tuan albert "  " tapi..apa ini ??" tanya kanaya masih penasaran, dia pun langsung membukanya dan ternyata di dalamnya sebuah cek dengan nilai fantastis yaitu satu milyar. " iniii..."  " nona boleh keluar sekarang " ujar sopir kanaya masih menatap cek yang sudah ditanda tangani oleh tuan albert tersebut. " nona tidak perlu khawatir, pihak bank tidak akan pernah mempermasalahkan penarikan uang tersebut " ujar sopir itu kanaya menatap aneh pada sopir tuan albert itu " kenapa tuan albert memberikan saya cek sebesar ini ?" tanya kanaya heran " maaf itu bukan kewajiban saya untuk menjawab " jawab sopir itu sopan seketika kanaya berpikir keras, kalau mengambil cek ini maka dia bisa membeli sebuah apartemen, dan sisanya buat bayar kuliah dan biaya hidupnya sehari-hari, bukankan ini bisa menguntungkan dirinya ??. tapi..kenapa tiba-tiba tuan albert memberikan dirinya cek sebesar ini ??. " maaf pak, aku nggak bisa terima ini, tolong berikan kembali pada tuan albert " ujar kanaya meletakkan amplop itu di samping sopir dan langsung keluar dari mobil tanpa pamit lagi. kanaya jadi makin curiga sama tuan albert, sepenting apa dia dan kenapa dengan mudahnya bilang akan membunuh pamannya dan juga yang barusan, kenapa juga tiba-tiba dia kasih cek satu milyar untuknya. pikiran kanaya makin mumet memikirkan tuan albert. ^_^ jam sudah menunjukkan pukul 12 malam, kanaya sudah selesai membersihkan semua meja dan kursi ketika farhan menghampirinya. " nay.." panggil farhan " hhmm" sahut kanaya tampa menoleh " kamu udah boleh pulang, ini gaji kamu hari ini " ujar farhan menyodorkan amplop jelas terlihat raut bahagia di wajahnya, lelah yang dari tadi ia rasakan seakan langsung hilang " wah...gaji pertama aku nih "  farhan tersenyum iba melihat kegembiraan kanaya, dia benar-benar kasihan dengan nasib miris kanaya. gadis cantik itu harus membanting tulang untuk menghidupi dirinya sendiri. " ya udah aku pulang ya " pamit kanaya " mau aku antar nay ??" tawar farhan " nggak usah..aku pulang bareng alea " tolak kanaya ketika melihat alea datang dari ruang ganti " pamit pak boss " ujar alea sopan, farhan cuma mengangguk tersenyum alea dan kanaya pun keluar dari cafe " kamu pulang pakek apa nay ?"tanya alea ketika tidak melihat mobil ataupun orang yang menjemput kanaya di depan " aku akan naik taksi di depan " sahut kanaya tersenyum " tapi nay, ini udah larut..atau kalau kamu mau, aku bisa antar kamu sama suami aku " tawar alea  kanaya langsung mengeleng " nggak apa2 alea, lagian arah kita kan beda..aku jalan ke depan aja, di sana kan banyak taksi " tolak kanaya halus, dia tidak ingin merepotkan temannya itu. alea seperti belum rela melepaskan kanaya pulang sendirian " udah ya..aku duluan " pamit kanaya meninggalkan alea yang masih menatapnya khawatir. kanaya berjalan menyusuri jalan yang mulai sunyi itu sendirian, dia harus berjalan sekitar lima ratus meter untuk sampai ke jalan raya. sebenarnya dia bisa saja memesan taksi online, tapi  batrai handphonennya habis , bahkan semenjak pulang dari tempat tuan albert dia sama sekali belum menyentuh handphonenya itu. kanaya memeluk tubuhnya menahan rasa dingin yang menusuk ke tulang-tulangnya, cuaca malam begitu menyiksanya. " apa yang harus aku jelaskan pada nadila ya ?, ini udah tengah malam..aku nggak mungkin juga pulang ke sana " batin kanaya cemas kanaya sesekali melihat sekelilingnya, berada di jalan malam-malam seperti ini sendirian membuat bulu kuduknya berdiri, bukan karna dirinya takut hantu tapi dia lebih takut kalau ada orang yang jahat yang akan menyakitinya. dari jauh terlihat sebuah mobil berjalan ke arahnya, kanaya sempat berdiri memperhatikannya sebentar, namun kemudian ia melanjutkan lagi jalannya, karna ia yakin itu hanya mobil lewat. dan benar mobil itu melewatinya begitu saja. kanaya kembali bernafas lega.. " huufft...pikiranku benar-benar buruk " gumam kanaya menjitak kepalanya sendiri tapi kemudian kanaya mendengar suara mobil tadi berhenti, kanaya menoleh ke belakang, dan ya..mobil itu berhenti, dan terlihat seseorang sedang memperhatikannya melalui kaca spion. kanaya langsung bergidik ngeri, ia kembali melanjutkan langkahnya tapi kali ini lebih cepat, dan ketika kanaya menoleh lagi terlihat mobil itu sedang berbalik arah menujunya. kanaya yang ketakutan langsung berlari secepat mungkin untuk mencapai jalan raya. namun kanaya kalah cepat, mobil itu langsung berhenti menyamping di depannya. kanaya terkejut setengah mati, jantungnya seakan mau melompat ke luar. seorang pria tinggi besar turun dari mobil itu, tampan si tapi senyumnya yang menyeringai membuat nyali kanaya menciut, pria itu mengusap bibirnya dengan jempol tangannya sambil memperhatikan kanaya dari kepala sampai ujung kaki, seperti singa lapar yang sedang menatap mangsanya. " ka..kamu siapa ?" tanya kanaya ketakutan tapi pria itu tidak menjawab, matanya terus menatap d**a kanaya. kanaya yang sadar dengan tatapan pria itu langsung menangkup tas selempang di dadanya. " temani aku malam ini, aku akan bayar berapapun yang kamu mau " ujar pria itu dingin tersenyum sinis kanaya terkejut tidak menyangka, berani sekali pria ini..apa dirinya terlihat seperti pelacu??. belum sempat kanaya menjawab, tiba-tiba pria itu sudah menarik kanaya ke dalam pelukannya.  " eh..eh..lepasin..aku bilang lepasin !!!!" teriak kanaya meronta namun pelukan pria itu sangat kuat, bahkan kanaya bisa mencium dengan jelas alkohol dari mulut pria itu. " aku bilang lepasin !!!!!! " teriak kanaya makin keras, bahkan ia berusaha mencakar leher pria itu, kanaya sangat ketakutan " kamu harus ikut aku " bisik pria itu menarik kanaya untuk masuk ke mobilnya, kanaya berusaha melawan berteriak sekencang-kencangnya berharap ada yang mendengarnya. namun jalan itu begitu sunyi " berteriaklah..tidak ada yang akan mendengarmu " bisik pria itu tersenyum sinis, niatnya untuk meniduri wanita ini semakin kuat, hasratnya semakin terpancing ketika mencium aroma tubuh wanita yang sedang meronta-ronta di pelukannya. kanaya berusaha menendang alat vital pria itu, sehingga pelukannya terlepas dan pria itu mengaduh kesakitan, kanaya langsung memanfaatkan kesempatan itu dan berlari secepat mungkin menuju ke jalan raya. " berengsek..dasar jalang !!!!" teriak pria itu kesakitan sambil memegang alat vitalnya, dia masuk ke mobilnya dan akan mengejar wanita tadi apapun yang terjadi kanaya berhasil mencapai jalan raya, dari jauh kanaya melihat sebuah mobil melaju kencang, kanaya menoleh ke belakang dan melihat mobil pria tadi sedang menyusulnya. karna takut tampa pikir panjang kanaya langsung berlari ke tengah jalan melambai-lambaikan tangan untuk menghentikan mobil yang baru datang itu dan berharap akan menolongnya, namun mobil itu sepertinya tidak melambat sama sekali, kanaya langsung pucat seperti melihat malaikat pencabut nyawa sedang datang ke arahnya..seketika semuanya gelap ^_^ sebelumnya.. " tuan muda sudah tiba di bandara tuan " lapor asisten tuan albert tuan albert yang sedang duduk santai di samping kolam renang sambil minum kopi cuma tersenyum, dia meletakkan kembali kopinya. " saya sudah tidak sabar untuk melihatnya, dia pasti terkejut dengan kejutan yang sudah saya siapkan " ujar tuan albert bersemangat, asistenya juga ikut tersenyum tuan muda yang di sebutkan oleh asistennya tadi merupakan cucu kesayangannya rayyan stedward cullen, anak dari almarhum putra bungsunya. kedua orang tua rayyan sudah meninggal sejak ia masih bayi karena kecelakaan mobil. dan semenjak itu ia membesarkan rayyan seperti cucunya sendiri, dia memberikan semua perhatian dan uangnya itu kepada cucunya itu. sebenarnya tuan albert juga punya cucu dari putra sulungnya, yaitu lion. tapi sikap lion yang suka mabuk-mabukkan dan tidak bertanggung jawab membuat tuan albert kurang menyukainya. bahkan tuan albert memberikan seluruh kepercayaan kepada rayyan untuk mengurusi semua bisnisnya baik di dalam negeri maupun di luar negeri. sedangkan lion hanya mengurusi beberapa bar ternama saja. karna itulah yang membuat lion suka membenci rayyan sepupunya itu. " bilang padanya saya akan menemuinya besok pagi " pesan tuan albert sambil bangkit dari duduknya, " malam ini saya akan istirahat dengan tenang " gumamnya sambil berlalu meninggalkan asistennya yang masih menunduk menghormatinya. ^_^ " selamat datang tuan muda" sapa asisten yang berjas rapi itu tersenyum membungkukkan punggungnya penuh hormat di ikuti oleh pengawal lain yang berjejer rapi menyambut kedatangannya pria tampan yang baru turun dari jet pribadi itu tersenyum mengangguk, dialah rayyan stedward cullen, pria tampan bertubuh atletis cucu albert stedward cullen. rayyan baru saja kembali dari perjalanan bisnisnya selama setahun terakhir. " apa kabarmu rendy ?" tanya rayyan menepuk bahu asistennya ramah rendy mendongakkan kepalanya dan ikut tersenyum " baik tuan, tuan muda apa kabar ?" sahut rendy sopan rendy sudah menjadi asistennya selama delapan tahun terakhir, dan selama itu pula dia terbukti setia dan bertanggung jawab padanya. walaupun usia rayyan lebih muda setahun dari rendy, namun rendy menghormati rayyan lebih dari apapun. " seperti biasa...membosankan " jawab rayyan lelah, " lihatlah..orang tua itu benar-benar tidak memberiku ruang untuk bergerak bebas sedikitpun " guyonnya lagi  rendy hanya tersenyum tampa berniat menanggapi, rasa hormatnya pada majikannya ini sangat besar, sehingga ia memilih untuk diam.  " mobil anda sudah siap tuan " ujar rendy sopan rayyan memperhatikan mobil sport biru yang terparkir di depannya, mobil itu begitu mencolok diantara mobil-mobil pengawalnya. " aku akan mampir ke bar sebentar, kalian boleh pulang " ujar rayyan sambil menuju ke mobil sport biru kesayangannya, sudah setahun ini dia tidak mengendarainya. " hhmm tuan.." panggil rendy dengan suara tertahan, rayyan berhenti tampa menoleh " tuan albert akan menemui anda besok pagi " sambung rendy lagi sebuah senyum terbit dari wajah tampannya " apa dia sudah sangat merindukanku ?" tanya rayyan sambil tertawa dan melanjutkan masuk ke mobilnya. rendy dan semua pengawal lainnya masih berdiri memantung di tempatnya, rayyan yang sudah di dalam mobil menurunkan jendela mobilnya. " jangan ada yang mengikutiku " seru rayyan dengan mata tajamnya rendy sangat paham ketika rayyan memberi perintah seperti itu, artinya tuan mudanya itu sedang ingin menghabiskan waktunya sendiri. ketika mobil rayyan sudah pergi rendy langsung memberi perintah pada pengawal untuk mengikuti rayyan. " jangan sampai terlihat " perintah rendy dingin " baik tuan " sahut dua pengawal mengangguk penuh hormat dan langsung mengikuti mobil rayyan. rendy kurniawan, laki-laki tampan yang selalu setia mendampingi dan bertanggung jawab untuk keselamatan rayyan. Delapan tahun bukan waktu yang sedikit untuk berada di keluarga cullen, dia sudah sangat tau sepak terjang Albert stedward Cullen beserta keluarga cullen lainnya. ketika yang lain takut untuk berada di keluarga ini maka lain halnya dengan rendy, dirinya merasa berhutang budi dengan rayyan, karna dulu rayyan pernah menyelamatkannya dari sindikat penjualan organ tubuh manusia, rendy di culik bahkan di siksa selama beberapa bulan di sebuah tempat. sehingga pada suatu hari rendy berhasil melarikan diri dan tampa sengaja bertemu dengan rayyan, ketika akan berhasil di tangkap, rayyan dengan kekuasaan dan uang yang dia punya, dia berhasil menebus rendy. setelah hari itu rendy bersumpah akan memberikan seluruh hidupnya untuk berada di samping rayyan. rendy muda sangat lemah dan tidak bisa apa-apa, namun semenjak bertemu dengan rayyan dia mulai belajar ilmu bela diri dan persenjataan, bahkan sekarang para musuh akan bergetar ketika mendengar nama rendy di sebut. rendy menjadi bayangan maut rayyan bagi mereka yang ingin menyakiti rayyan. kembali ke rayyan.. rayyan masuk ke salah satu bar, dan duduk di salah satu sofa mahal yang berada di sudut bar. ini adalah bar ternama milik sepupunya lion, dia sering datang ke sini sekedar untuk melepaskan lelahnya, para wanita di sana terlihat menatapnya penuh minat, namun tidak ada yang berani mendekatinya, mereka harus menelan ludah melihat malaikat tampan yang tak tersentuh itu. pesanan rayyan datang, segelas minuman mahal di letakkan di mejanya. namun rayyan sama sekali tidak menyentuhnya, matanya cuma menatap tak jelas ke arah orang-orang yang sedang berlenggak lenggok di depannya. rayyan bukan tipikal pria yang suka bermain wanita, bahkan dia sama sekali tidak tertarik untuk mendekati wanita yang terlihat sangat murahan seperti itu dimatanya, padahal mereka semua berparas cantik dan seksi. rayyan menatap seorang wanita berpakaian seksi yang tidak jauh darinya, dia terlihat dengan sengaja menggodanya. wanita itu meraba-raba area sensitifnya untuk membuat rayyan teransang dan berharap mendekatinya. namun rayyan sama sekali tidak bereaksi, dia hanya tersenyum sinis dan meneguk minumannya. sedangkan wanita itu hanya bisa menahan malu dan memutuskan pergi dari hadapan rayyan. " dimana lion ?" tanya rayyan pada salah satu staff yang lewat di depannya " tuan lion baru saja pergi tuan, sepertinya dia tidak tau anda di sini tuan " sahut staff itu sopan, karna ia tau dengan siapa dia sedang bicara setelah beberapa lama rayyan pun memutuskan untuk pergi. jalanan yang mulai sunyi membuat rayyan bebas mengendarai mobilnya dengan kencang, namun tiba-tiba ketika rayyan sedang fokus dengan jalan di depannya, seseorang berlari menghadang jalan laju mobilnya, rayyan yang terkejut refleks menginjak rem untuk menghentikan mobilnya, namun sial karna jarak yang begitu dekat tidak bisa membuat mobilnya langsung berhenti tabrakan itu tidak bisa di hentikan, tubuh itu terpental beberapa meter di depan mobilnya. rayyan menatap tajam ke arah tubuh yang tergeletak di jalanan itu, menunggu beberapa detik untuk melihat apakah tubuh itu bergerak atau tidak. namun tubuh itu tetap diam.. rayyan langsung turun dari mobilnya dan berjalan mendekati tubuh yang barusan dia tabrak. matanya melirik ke sekeliling untuk memastikan tidak ada orang lain di sana yang melihat kejadian barusan. rayyan berjongkok dan membalikkan tubuh yang telungkup itu, dan.. degh jantungnya berdetak kencang ketika melihat wajah cantik dengan darah mengalir dari pelipis kirinya itu. dengan hati-hati rayyan meletakkan dua jari tangannya di bawah hidung untuk memastikan gadis ini masih hidup, dan ternyata ya..dia masih bernafas, rayyan bernafas lega. tampa pikir panjang dia langsung menggendong gadis itu dan membawanya masuk ke dalam mobilnya. rayyan yang juga berada di dalam mobil menatap sekilas ke wajah cantik yang pingsan di sampingnya, lalu matanya tertuju ke tas selempang yang masih melekat di tubuh gadis itu dan dengan hati-hati dia melepaskan tas itu. rayyan mengambil dompet yang ada di dalamnya dan melihat kartu identitasnya.. " kanaya maheswari dharmawan " bacanya tersenyum setelah beberapa dia memasukkan kembali dompet itu dalam tas, dan melemparnya asal ke belakang. tangannya menjulur memasang sabuk pengaman di tubuh gadis itu, lalu tangannya mengambil handphone dan menelpon seseorang.. " suruh dokter malik ke manssion "serunya tegas sambil mematikan handphonennya dan lansung menancap gas meninggalkan tempat itu ........
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD