tuan albert

2442 Words
hubungan kanaya kembali membaik dengan justin, sebenarnya kanaya belum bisa menerima justin sepenuhnya seperti dulu karna mengingat justin sudah meniduri ayana, tapi kembali lagi..itu tidak sepenuhnya salah justin, yang patut di salahkan cuma ayana bukan yang lain. dan untukmemenuhi kebutuhannya sehari-hari tanpa sepengetahuan kedua sahabatnya dan juga justin, kanaya telah melamar kerja di sebuah cafe sebagai pelayan, setidaknya gaji yang ia terima cukup untuk ongkos pulang pergi ke kampus. dan syukur-syukur kalau uangnya terkumpul dia bisa menyewa sebuah kamar kecil untuk tempat tinggalnya. kanaya turun dari taksi yang membawanya di depan cafe tempatnya mulai berkerja, pagi ini dia akan masuk pagi dan siang bisa masuk kuliah seperti biasa, beruntung pemilik cafe tersebut ternyata teman lamanya waktu SMA, dia memberi kebebasan jadwal masuk kanaya agar tidak berbenturan dengan kuliahnya. sebenarnya farhan (nama temannya itu) sempat menolak kanaya, karna ia tau kanaya tidak mungkin bekerja sebagai pelayan, dia tau betul kehidupan kanaya yang terbiasa hidup dalam kemewahan, tapi setelah mendengar cerita kanaya farhan jadi kasihan dan akhirnya mau menerimanya. tadi kanaya harus mengumpankan justin sebagai alasan agar bisa lolos dari nadila, karna nadila terus-terusan menanyakan dirinya akan pergi kemana pagi-pagi sekali, padahal jadwal kuliah mereka siang nanti. kanaya masih sibuk membereskan gelas-gelas kotor di salah satu meja ketika handphone yang berada di saku celananya terus bergetar, kanaya sengaja menghilangkan nada dering agar tidak menganggu pengunjung. setelah semuanya telah selesai, kanaya mencoba memeriksa siapa yang terus-terusan menghubunginya. dan kanaya tersentak kaget ketika melihat 15 panggilan tak terjawab dari justin, dia tidak ingin justin tau kalau dirinya sedang bekerja, karna justin pasti tidak akan mengizinkannya. " nay..tolong antar pesanan ke meja no sepuluh ya?" pinta alea, salah satu teman barunya di cafe ini. kanaya mengangguk tersenyum, dan tidak lupa ia mematikan handphone nya agar justin tidak lagi bisa menghubunginya. ^_^ kanaya kembali menghidupkan handphone nya, suara notif berdenting bersahutan berebut masuk ke handphone nya. kanaya memilih salah satu yang datang dari justin. nay..kamu dimana sayang.. sayang.... nay... angkat telponnya nay... sayang... sayang... kamu baik-baik aja sayang ?? sayang... sayaaaaaaaannngg.... sayang angkat telponnya pleasee.. sayang kamu dimana, jangan bikin aku khawatir.... banyak pesan yang masuk dengan waktu berbeda, kanaya menghela nafasnya panjang. kanaya tidak mungkin terus menyembunyikan masalah ini dari justin, karna cepat atau lambat justin pasti akan tau. " nona kita sudah sampai, maaf sepertinya kita tidak bisa masuk ke dalam " perkataan sopir taksi membuat kanaya sadar dan seketika melihat ke depan, dan benar saja di depan gerbang kampus sudah di jaga oleh banyak polisi. kanaya tiba-tiba menjitakkan kepalanya sendiri ketika ia ingat sesuatu. " maaf pak, saya lupa..hari ini acara tahunan kampus, dan taksi tidak boleh masuk ke dalam " ujar kanaya cengar cengir setelah menyerahkan ongkosnya, kanaya langsung berjalan menuju gerbang, tidak lupa ia menunjukkan kartus identitas mahasiswanya, karna kalau tidak dia tidak diperbolehkan melewati gerbang itu. kampus ini setiap tahunnya selalu mengadakan acara, sekalian mereka mewisudakan mahasiswa-mahasiswa terbaiknya. dan yang membuat acara ini di jaga dengan ketat karna pihak kampus selalu mengundang pejabat-pejabat penting di negeri ini untuk datang. " kenapa aku bisa lupa seperti ini, justin kan hari ini wisuda " batin kanaya merutuki kebodohannya kanaya berjalan dengan cepat agar segara bisa sampai ke gedung tempat diadakannya acara tersebut, setidaknya ia ingin menemui justin dulu sebelum ia masuk ke kelasnya. papan bunga berjejeran rapi memenuhi jalan yang ia lewati. dari jauh sudah terlihat orang-orang berdiri di depan gedung tersebut, bahkan rektor dan orang-orang berpengaruh di kampus ini juga ada di sana. namun tiba-tiba dari jauh datang mobil sedan hitam beiringan, kanaya yang masih berada di bahu jalan langsung menepi menjauh. mobil itu berhenti tepat di depannya. kanaya menunggu siapa yang akan turun dari dalamnya, apakah presiden ??, batin kanaya penasaran. para pengawal itu langsung turun dan membuka pintu penuh hormat pada orang yang masih di dalam mobil. turunlah pria berkarismatik itu dengan tongkatnya, matanya sempat melirik tersenyum ke arah kanaya. kanaya terkejut.. " tu..tuan..albert ??" kania terkejut tidak menyangka bisa melihat orang tua itu lagi. para pihak kampus langsung menyambut tuan albert dengan penuh hormat, bahkan mereka mengalungkan bunga indah di lehernya dan menuntun rombongan tuan albert masuk ke dalam. tinggallah kanaya yang masih melongo di tempatnya. " siapa sebenarnya tuan albert ini ??" tanya kanaya heran " sayang..." panggil justin, entah sejak kapan tiba-tiba justin sudah ada di depannya. justin sudah lengkap dengan baju toganya. " ehh...maaf...aku.." " kamu kemana aja dari tadi pagi ?" tanya justin dengan tatapan tajam kanaya berusaha tersenyum, untuk menyembunyikan kepanikannya. " aku di..." " nggak usah bohong, nadila bilang pagi-pagi kamu udah keluar dari rumah untuk jumpain aku " potong justin cepat masih dengan tetapan tajamnya kanaya mulai salah tingkah " hadeeuh nadila, kenapa pakek lapor segala sama justin sihhh ???" batin kanaya kesal " nay..." panggil justin tidak sabar, ketika melihat kanaya malah sibuk dengan pikirannya " hhhmm.." " kamu kenapa si ??" tanya justin makin curiga kanaya lagi-lagi tersenyum panik " aku nggak apa-apa, kamu masuk gih..acaranya kan udah di mulai " seru kanaya berusaha mendorong justin tapi justin malah semakin menatap curiga gerak-gerik kanaya " apa kamu sedang menyembunyikan sesuatu ?" tanya justin yang membuat kanaya gelagapan panik " nggak...aku..nggak nyembunyiin apa-apa, udah ah sana masuk " jawab kanaya kembali mendorong tubuh kekar justin " kita baik-baik aja kan ?" justin meraih tangan lembut kanaya kanaya menatap sejenak manik indah justin, kemudian mengangguk pelan. " tentu, sekarang masuklah..aku ada jam bentar lagi " ucap kanaya tersenyum " kamu bisa menjadi tamuku nay " ujar justin tiba-tiba kanaya menatap mata justin heran " orang tuamu ??" tanya kanaya penasaran, justin mengeleng " mereka di luar negeri " sahut justin datar, " bahkan mereka tidak tau aku wisuda hari ini " tambah justin dengan ekspresi yang tidak bisa ditebak kanaya jadi merasa iba, ketika yang lain begitu bahagia menggandeng keluarganya hari ini, justin malah datang sendiri tanpa di temani siapapun. " baiklah..aku bersedia " ujar kanaya tersenyum, justin juga ikutan tersenyum ingin sekali rasanya dia memeluk kanaya, tapi semenjak kejadian kemarin kanaya belum sepenuhnya kembali seperti dulu, dia bahkan terkesan menjaga jarak darinya. justin pun langsung mengenggam tangan kanaya dan langsung menuntunnya ke tempat acara, membuat semua mata iri dengan kebersamaan mereka. yah..justin tidak hanya tampan tapi juga terkenal cerdas, semua wanita bahkan bermimpi bisa mengenggam tangan hangat itu. merasa semua mata sedang menatapnya, kanaya hanya menunduk malu dan berusaha melepaskan genggaman justin..tapi justin malah semakin erat mengenggamnya. justin langsung membawa kanaya duduk di barisan VVIP, di sana merupakan barisan orang-orang penting, bahkan tuan albert juga berada di sana. kanaya terkejut ketika menyadari hal itu, dan berusaha menolak. " justin..kok aku duduknya di sini ?" tanya kanaya heran bercampur malu " seharusnya orangtuaku yang duduk di sini, tapi mereka tidak hadir..see ???" justin menunjukkan nama yang tertulis dimeja depan kursi kanaya Javier Alexandra membaca nama itu, kanaya semakin ragu untuk duduk di sana. dirinya merasa tidak pantas untuk  duduk di sana dan menggantikan papa justin. " justin, aku akan duduk di deretan biasa aja ya, aku nggak nyaman duduk di sini " pinta kanaya risih " lho..kenapa ?? " justin heran tidak mengerti " ini kan tempat duduk orang-orang penting " jawab kanaya masi dengan berbisik justin tersenyum dan menangkupkan kedua pipi kanaya dengan lembut " kau juga orang penting dalam hidupku sayang " perkataan justin berhasil membuat pipi kanaya merona akhirnya kanaya duduk juga di kursi itu dan mengikuti acaranya sampai selesai, sesekali matanya melirik ke arah tuan albert, iya..dirinya masih penasaran ada hubungan apa antara pamannya dengan tuan albert, dan juga dia ingin tau siapa sebenarnya pamannya itu. ^_^ dua jam kemudian acaranya selesai, justin dan mahasiswa lainnya juga sudah selesai di wisuda. mata kanaya dari tadi masih setia memperhatikan tuan albert. dia sudah memutuskan untuk menemuinya setelah acara ini selesai. tuan albert dengan dikawal oleh beberapa pengawal dan orang-orang pentingnya masih sibuk berbicara dengan rektor dan juga para petinggi kampus lainnya. entah apa yang sedang di bicarakan, bahkan rektor dan petinggi kampus lainnya terlihat mengangguk-ngagguk penuh hormat. sudah sekitar sepuluh menit mereka berbicara dan sekarang tuan albert terlihat akan segera pergi, kanaya langsung berjalan cepat menuju mobil yang membawa tuan albert tadi, kanaya ingin berdiri di mobilnya, tapi ternyata beberapa pengawalnya juga ada di sana, akhirnya kanaya mengurungkan niatnya dan cuma berdiri tidak jauh dari sana. " tuan albert !!! " panggil kanaya keras tuan albert yang sedang menuju ke mobilnya bersama pengawalnya itu menoleh, kanaya langsung mendekat namun segera di tahan oleh salah satu pengawalnya  " maaf nona, anda tidak boleh mendekati tuan albert " cegat pengawal itu dingin mencengkram tangan kanaya " aku hanya ingin bicara sebentar dengan tuan albert " ujar kanaya berusaha melepaskan dirinya dari pengawal itu " tuan albert !!!, aku mohon..aku keponaannya bara okta karana !!" teriak kanaya lebih keras karna melihat tuan albert akan masuk ke mobilnya, tapi sepertinya tuan albert tidak mendengarkan karna pintu mobilnya langsung ditutup kembali oleh pengawalnya. pengawal itu langsung melepaskan tangan kanaya dan juga ikut pergi, kanaya tertunduk lesu melihat mobil yang membawa pergi tuan albert, satu-satunya orang yang bisa menjelaskan siapa pamannya itu telah pergi. dia tidak tau kapan bisa bertemu dengan tuan albert lagi, bahkan ia juga tidak tau dimana bisa menjumpainya. semenjak pertemuan dulu dengan tuan albert di rumahnya, kanaya sudah mencari tau tentang tuan albert melalui internet, tapi semua data tentang tuan albert di internet tidak bisa di akses sama sekali, kanaya sampai heran..karna selama ini semua informasi tentang seseorang  bisa di dapatkan dengan mudah di internet. kanaya masih sibuk dengan pikirannya ketika mobil iringan terakhir tuan albert berdiri di depannya dan salah satu orang dengan setelan jas lengkap khas kantoran turun menghampirinya. " tuan albert meminta anda untuk ikut " ujar pria itu tersenyum mata kanaya langsung berbinar-binar bahagia, dan tanpa basa basi langsung masuk ke mobil yang telah dibukakan pintunya itu. " kita mau kemana pak ?" tanya kanaya bersemangat ketika melihat pria itu masuk dan duduk di samping sopir di jok depan. " nikmati saja perjalanan anda nona " ujar pria itu tampa menoleh kanaya merungut kesal ke arah pria itu, untung dia cuma sendiri di jok belakang  jadi nggak ada yang tau kalau ia sedang mengejek pria itu. setelah lima belas menit perjalanan, kemudian mereka sampai di sebuah manssion mewah, kanaya takjub melihat pemandangan mewah tersebut, bibirnya tak henti-hentinya berdecak kagum. tepat di halaman depannya ada sebuah air mancur yang sangat indah dengan di kelilingi bunga yang berwarna-warni, dan ternyata halamannya sangat luas dengan beralaskan rumputan hijau semakin menambah kesan asrinya tempat ini. " silahkan nona " ujar pria tadi membukakan pintu untuknya kanaya yang masih terkagum-kagum cuma mengangguk, matanya masih berselancar menatapi keindahan arsitektur manssion mewah tersebut. kanaya terus mengikuti langkah pria tadi, di dalam para asisten rumah tangga lengkap dengan seragamnya berdiri membungkuk setiap berpapasan dengan mereka, bahkan di dalam manssion yang luas itu juga banyak terdapat pengawal yang berjaga di setiap sudut. " sekaya apa ya tuan albert ini, apakah dia orang yang sangat penting ??" batin kanaya heran tidak lama kemudian, akhirnya mereka sampai di sebuah ruangan.  ruangan ini lebih mirip seperti ruang keluarga dengan sofa yang disusun rapi di tengahnya, ruangan ini juga tidak klasik dengan ruang yang lainnya. sepertinya pemilik mansion ini sengaja menyewa jasa desain professional untuk membuat tempat ini menjadi sangat indah seperti inj. " silahkan duduk nona, tuan albert akan segera menemui anda " perintah pria itu " makasih...pak " ucap kanaya tersenyum, namun pria itu sudah keburu pergi kanaya masih melihat-melihat isi ruangan tersebut, di dinding tepat didepannya ada sebuah lukisan besar yang terpasang dengan rapi, kanaya mendekat untuk melihatnya lebih dekat, tangannya sudah terjulur akan menyentuhnya ketika.... " hhhmmm " kanaya terkejut dan langsung berbalik, di sana tuan albert sudah duduk bersandar di sofa dengan menyilangkan kaki kirinya, sedangkan tangannya masih memegang tongkat. matanya menatap tajam ke arah kanaya, kanaya langsung salah tingkah " maa..maa..maaf tuan, saya nggak tau sudah di sini " ucap kanaya kikuk tuan albert cuma tersenyum, ekspresinya tidak bisa di tebak "seandainya tuan albert masih muda, kegantengannya pasti bisa mengalahkan justin " batin kanaya kagum " hhhmm" lagi-lagi kanaya tersadar " maaf sekali lagi tuan..saya...saya..cuma kagum sama manssion ini" ujar kanaya makin salah tingkah dan kali ini ia langsung duduk di sofa " kalau kamu mau, kamu bisa tinggal di sini " tawar tuan albert tersenyum  kanaya terkejut sekaligus bercampur malu, ia merasa tuan albert sedang menyindirnya saat ini. " ah tuan bisa aja "  " bukankah kamu tidak punya tempat tinggal sekarang ?" tanya tuan albert kanaya tersipu malu, ia lupa tuan albert memang sudah tau semua tentang dirinya " di sini punya banyak kamar, kamu bisa pilih salah satunya " sambung tuan albert lagi, matanya yang tajam terus menatap kanaya " tuan serius ??" tanya kanaya nggak percaya " apa saya terlihat sedang bercanda ??" tanya tuan albert dingin kanaya jadi makin salah tingkah, sebenarnya apa sih mau tuan albert ini ?, batin kanaya kesal. " menikahlah dengan cucuku, maka kamu bisa tinggal di sini selama-lamanya " ujar tuan albert yang membuat kanaya langsung terbatuk-batuk saking terkejutnya, bahkan pengawal yang dari tadi setia berdiri di belakang tuan albert juga terlihat terkejut. pengawal itu sekilas menatap kanaya tajam, agar berhenti batuk-batuk. seketika suasana menjadi horor, kanaya langsung membekap mulutnya, matanya melirik tuan albert yang menatapnya tajam penuh intimidasi. kanaya tampa sadar menelan ludahnya, dalam sekejap tuan albert terlihat sangat berbeda. " maaf tuan..sayaa.." " menikahlah dengan cucuku, maka hidup dan mati kamu akan terjamin " pinta tuan albert kanaya berusaha tersenyum untuk menutupi rasa gugup yang tiba-tiba menyerang. " tuan albert, sebenarnya maksud kedatanganku. ." belum selesai kanaya bicara, tuan albert sudah mengangkat tangan kirinya, memberi tanda agar ia berhenti. mata tuan albert terpejam beberapa saat, terlihat dia menarik nafas berat.. " bara akan mati di tangan kami " ujar albert dingin kanaya terperanjat kaget, matanya menatap tuan albert tidak percaya " apa maksud tuan ?" tanya kanaya panik, " tuan akan membunuh paman ?" tanya kanaya pucat tuan albert membuka matanya dan menatap kanaya dingin " bara sudah melakukan kesalahan besar, dia pantas mati " jawab tuan albert  "tapi tuan..apapun kesalahannya, kita tidak berhak membunuh seseorang " sela kanaya bergetar, ketakutan mulai menjalar di tubuhnya, dia tidak menyangka ada orang yang bisa mengucapkan kata-kata bunuh dengan gampannya. tuan albert tersenyum sinis " dia sudah mengkhianatiku, membunuh orang-orangku dan terakhir dia juga sudah membunuh orang tua kamu, bahkan mengambil semua hartamu, apakah semua alasan itu belum cukup untuk membunuhnya ??" tanya tuan albert kanaya makin terkejut " a..a..pa mak...mak..sud tuan ??" tanya kanaya terbata-bata, matanya sudah berkaca-kaca menahan detak jantung yang tiba-tiba berpacu lebih cepat " orang tuamu bukan mati karena kecelakaan pesawat, tapi di bunuh oleh orang suruhan bara, dia bisa melakukan apapun demi memuaskan nafsu serakah istrinya " jawab tuan albert ......
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD