Sena memandikan kedua putranya. Selesai itu ia memilihkan baju yang bagus dan memakaikan sepatu. Aldric yang baru bangun dari tidurnya melihat Sena penasaran. Apa istrinya itu mau keluar? “Kamu mau kemana?” Tanya Aldric yang masih mengantuk. “Keluar.” Jawab Sena. “Kemana?” Tanya Aldric lagi yang kini bangun. “Belanja makanan buat si Kembar.” “Kok nggak bil-” “Sama Ryan.” Potong Sena cepat. Mendengar nama Ryan, Aldric langsung tersadar.“Sama Ryan?? Apa-apan sih Sen. Kamu ngapain belanja sama Ryan?? Kan ada aku. Aku bisa kok nemenin kamu!” “Nggak usah! Gue bisa sama Ryan.” Tolak Sena. “Ryan-Ryan terus. Kok nggak ngehargain aku sama sekali sih kamu!!” Marah Aldric. “Nggak usah teriak-teriak.” Aldric bangun ia mendekati Sena lalu memijit pelipisnya. “Aku tau aku salah. Aku ju

