BAB 23

1395 Words

Sena menaruh obatnya. Dadanya terasa sesak. Ia mendekati kedua putranya yang menangis. Sena mengigit bibirnya agar airmatanya tak jatuh. “Hust ... Kaget ya?? Gapapa.” Ucap Sena yang berusaha menenangkan putranya. “Mama disini. Gapapa.” Ucap Sena yang berusaha tak menangis. Ia mengusap air mata anaknya. Aldric mendekati Sena dan kedua putranya. Ia berniat menyentuh putranya tapi dengan cepat Sena menampiknya. “Bukan anakmu. Jadi nggak usah pegang-pegang!” ketus Sena. “Maaf ... Aku nggak maksud bilang-” “Cukup Al!!” Bentak Sena. “Mending kita cerai aja!” Putus Sena penuh amarah. Aldric menegang mendengarnya. Sena berdiri ia lalu menggendong kedua putranya. Ia mengambil Elios lalu Elias. Sena berusaha menyeimbangkan jalannya. Aldric masih membeku. Cerai?? Sena meminta cerai dengann

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD