Setelah acara makan bersama, Sena dan Aldric saling berdiam dan tak saling bicara. Aldric melihatnya tak suka. Istrinya itu kebiasaan tiap kali mereka habis bertengkar Sena pasti akan mendiaminya. Aldric dengan sengaja membanting pintu almarinya. Mendengar suara bantingan dari pintu Almari Sena menjadi naik darah. “Bantingin aja semua!!” Teriak Sena. Aldric membuka pintu Almarinya lalu membantingnya lagi. “Puas??” Tanya Aldric yang ikut emosi. Malam ini ia memang tidak bekerja karna bukan shiftnya. Melihat tingkah kekanakan Aldric membuat Sena semakin emosi di buatnya. Aldric mengambil parfumnya lalu menyemprotkannya ke seluruh tubuhnya. Aromanya memenuhi kamar mereka. Aldric langsung berjalan keluar dari kamar. Sena bangkit mengambil parfum Aldric lalu membantingnya ke lantai. Ia ben

