BAB 44

1028 Words

Ryan sudah memulai pekerjaannya dengan Aldric. Bahkan ia juga sudah pindah ke kota yang sama dengan Aldric. Putrinya yang tidak mau pindah sekolah pun tidak ikut dengan Ryan. Meskipun Ryan sangat ingin membawa putrinya tapi, ia menyetujui permintaan putrinya. Hal tersebut dengan syarat bahwa Sena harus selalu menjawab panggilannya. Ryan menatap Seketaris Aldric yang membuatkannya minuman. Pakaian Seketaris itu sangat terbuka. Detik berikutnya Melvin datang. Ia terkejut melihat Seketaris Aldric yang keluar membawa nampan. “Itu ... siapa? Seketaris lo?” Aldric menganguk. “Kok nggak sopan banget bajunya.” Aldric mengangkat bahunya. Ia tidak peduli sebenarnya dengan pakaian Seketarisnya. Selama ia bisa melakukan pekerjaan dengan baik, mau telanjang pun Aldric tidak peduli. Ia punya kesi

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD