BAB 35

959 Words

Ryan mengunjungi rumah Sena. Sena menyambutnya dengan baik. Sena pun bercerita tentang keadaannya seminggu ini dirumah barunya dengan Aldric dan kedua anaknya. Aldric saat ini mengajak Elias pergi ke jalan-jalan karena putra bungsunya itu habis menangis keras karena Elios melemparnya menggunakan mainan. Sena hanya bisa mengusap dadanya. Putranya sangat bandel sekali. Sedangkan Aldric masih belum bisa beradaptasi. Sena menyajikan roti yang dibawa Ryan dan memberikannya jus. Ryan sedang berbaring dengan memainkan gamenya. Ia merasa galau hari ini. “Sen ... Kok nasib gue gini banget ya.” Kata Ryan sedih. “Kenapa emangnya? Bukannya hidup lo udah sempurna?” Tanya Sena lembut dengan menemani putranya bermain. “Kenapa sih gue selalu suka punya orang?” Tanyanya kesal yang kemudian menutup mat

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD