BAB 40

1660 Words

Sena menatap Ryan yang terbaring seperti mayat diatas tempat tidur. Sena tau hal seperti ini tidak pantas dilakukan mengingat ia istri orang. Tapi Ryan semalam menelfonnya dengan menangis. Mau tidak mau ia iba. Alhasil ia menemui Ryan di hotel yang ditempatinya. Sena menyuruh Ryan bangun. Ryan menolak. Sena tak tinggal diam. Ia menarik badan Ryan paksa. Sena mampu mencium sedikit bau alkohol. Akhirnya Ryan bangun. Sena duduk ditepian kasur. Ia menatap Ryan yang terlihat kacau. “Move on aja. Cewek masih banyak.” Kata Sena. Ryan menatap Sena. “Ayok. Karena aku lagi baik. Sini, aku traktir.” Ajak Sena. Ryan bangun. Ia lalu mendekati Sena dan menatapnya dalam. Jelas Sena mendorong Ryan. Ryan terlalu dekat. “Menurut lo gue gimana Sen?” “Apanya yang gimana?” Tanya Sena panik. “Gue ng

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD