Sisy kembali menatap bayangan tubuhnya di cermin, tertawa kecil sambil menggeleng tak percaya diri saat membuka pintu ruang ganti "Kak Mif. " Miftah memalingkan wajahnya, menatap gadis yang berdiri ragu tanpa menyadari ia telah menunjukkan satu lagi menarik dari dirinya " Bagus. " " Beneran ?" Miftah mengangguk dan mendekat , " Nyaman ? Ukurannya pas ?" " Dipakenya sih nyaman, tapi apa gak terlalu formal ... terlalu cewek ?" Miftah tertawa , " Gak. Kan tadi kita audah putuskan model dan warna itu cukup casual dan rapi. Coba yang lainnya." " Ok. " Sisy masuk dan mencoba dua model lagi , " Yang ini gak mau .... " dipisahkannya satu setelan , " Mau yang model begini aja beda warna. Atau itu cukup .... " Melongo melihat Miftah memilih beberapa blus dan kemeja untuk dipadu padankan dengan

