Terima Kasih

914 Words

Miftah mendorong pintu kaca, mengangguk pada dua karyawann yang duduk dibelakang meja " Sisy ada ?" " Sedang ada tamu diatas pak. " Sejak beberapa minggu lalu ruang atas dialih fungsikan menjadi ruang meeting. Beruntung dengan penghasilannya saat ini, Ito dan Iskandar bisa menyewa rumah kecil yang tidak terlalu jauh dari sini. " Nanti kalau dia turun, bilang aku tunggu di belakang ya. " ujarnya lalu beranjak ke ruang dibalik lemari arsip. Duduk di belakang meja yang sering dipakai Sisy. Setumpuk berkas menunjukkan pekerjaan gadis itu cukup banyak. Tersenyum sambil membereskan tumpukan berkas itu. Sisy selalu menyimpan dan menyusun dengan baik dan sistematis, tetapi tumpukannya tidak terlalu rapi kendati tidak juga berantakan. " Sudah lama kak ?" Miftah mengangkat wajahnya , " Gak juga

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD