Kerumunan orang membuat jantung Ito berdetak kencang melihat sekilas mobil berwarna hitam yang dikenalnya itu " Maaf beri jalan. " " Ya Tuhan ... tidak ! Deni .. Devi .... " Dewi berteriak melihat mobil si kembar sudah tidak berbentuk, padahal baru lima menit yang lalu mereka melambaikan tangan saat meningalkan kantor setelah makan siang. Ito menahan tubuh Dewi yang terhuyung, membiarkan Iskandar dan Sisy lebih dulu mendekati mobil " Rika ... tolong temani Dewi." Rika memeluk Dewi saat Ito berusaha membantu evakuasi. " Is, Kak tolong tahan. Sepertinya aku cukup masuk kesana." Sisy melepas kemeja, merangkak masuk ke rangka mobil untuk mbuka safety belt dan menggerakkan sedikit kursi. Menguatkan hati, dipeluknya gadis yang mengeluh perlahan itu sambil berusaha membebaskan kaki yang terje

