Mengucapkan Selamat Tinggal

670 Words

BAB 28 Mengucapkan Selamat Tinggal Malam datang perlahan di kota kecil itu. Langit gelap tanpa bintang, sama seperti malam tujuh tahun yang lalu. Danau terlihat hitam di bawah cahaya satu-satunya lampu jalan yang berdiri di dekat air. Alya berdiri di tepi jalan setapak yang menuju ke danau. Langkahnya terasa lebih berat dari biasanya. Bukan karena ia takut. Namun karena ia tahu— Malam ini mungkin akan membuka ingatan yang selama ini tersembunyi di dalam dirinya. Dimas berdiri di sampingnya. Arga sedikit lebih jauh. Sementara Pak Arman tetap berada di belakang mereka. Keempatnya memandang danau yang sama. Tempat yang telah mengubah hidup mereka. “Waktunya hampir sama seperti malam itu,” kata Arga pelan. Dimas melihat jam di tangannya. “Beberapa menit lagi.” Angin malam ber

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD