Luka yang Tidak Pernah Sembuh

535 Words

BAB 29 Luka yang Tidak Pernah Sembuh Danau itu kembali sunyi. Airnya tetap tenang seperti biasa, memantulkan cahaya lampu jalan yang redup. Namun bagi Alya, tempat ini tidak lagi sama seperti sebelumnya. Selama bertahun-tahun danau ini terasa seperti penjara kenangan. Tempat di mana setiap ingatan selalu kembali ke satu titik yang sama. Malam. Air yang gelap. Dan suara seseorang jatuh. Namun malam ini berbeda. Untuk pertama kalinya sejak tujuh tahun yang lalu, semua potongan cerita akhirnya menemukan tempatnya. Alya berdiri di tepi danau. Angin malam menyentuh wajahnya dengan lembut. Dimas berdiri beberapa langkah di sampingnya. Arga dan Pak Arman sedikit lebih jauh di belakang. Tidak ada yang berbicara. Seolah semua orang tahu bahwa malam ini bukan lagi tentang mencari ja

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD