BAB 30 Hidup yang Baru Pagi datang perlahan di kota kecil itu. Cahaya matahari jatuh lembut di atas atap rumah, jalanan sempit, dan pepohonan yang berdiri di sepanjang tepi danau. Udara terasa lebih segar dari biasanya. Atau mungkin— Alya yang akhirnya merasa berbeda. Ia berdiri di halaman rumahnya dengan sebuah tas kecil di tangan. Rumah itu masih sama seperti dulu. Dinding yang mulai pudar. Jendela kayu yang selalu berderit ketika dibuka. Namun sekarang rumah itu tidak lagi terasa seperti tempat yang penuh bayangan masa lalu. Ibunya berdiri di ambang pintu. “Kamu yakin ingin pergi hari ini?” tanya wanita itu pelan. Alya tersenyum kecil. “Iya.” Ibunya menatapnya dengan lembut. “Kamu baru saja kembali.” Alya mengangguk. “Aku tahu.” Ia memandang jalan yang membentang di
Download by scanning the QR code to get countless free stories and daily updated books


