= PERTOLONGAN PRITA =

1733 Words
Sekitar lima belas menit menempuh perjalanan, akhirnya Prita sampai juga di kamar nomor 1010. Di sudah berdiri di depan pintu yang masih terdengar suara musik bergenre Rap. TOK…TOK…TOK Prita mengetuk pintu yang tertutup rapat itu beberapa kali sampai akhirnya salah seorang pria keluar menemuinya. “ Siapa ya? “ tanya pria tersebut yang ternyata adalah Dika. “ Ini benar tempat acara ulang tahunnya Beckham? “ Prita melongok ke arah dalam ruangan tersebut. “ Iya, benar. Kamu temannya? “ tanya Dika. “ Bukan. “ Prita menggeleng. “ Loh, terus siapa dan apa tujuan kamu kesini? “ tanya Dika lagi. “ Gue Prita, temannya Kiara. Kedatangan gue kesini mau jemput teman gue untuk pulang. “ Jelas Prita dengan tegas. “ Tolong panggilin dia, dong. “ “ Oh, Kiara. “ Dika jadi agak bingung untuk menjelaskan dimana keberadaan orang yang Prita cari. “ Um… Kiaranya gak ada. “ “ Loh, kemana? Sudah pulang? “ “ Dia ada di sebelah. “ Dika menunjuk kamar nomor 1011. “ Siapa? Kiara? “ tanya Prita kebingungan. “ Iya, Kiara. Dia ada disana bersama Beckham. “ Jawab Dika. “ Jadi kamar 1010 bukan Apartemen Becham? “ tanya Prita lagi dan Dika menggeleng. “ Bukan. Kamar 1011 itu baru Apartemen Beckham. Saat ini mereka berdua lagi disana. “ Terang Dika langsung membuat Prita naik darah. “ Kurang ajar! “ perasaan Prita mulai tak enak, ia yakin ada niat terselubung di balik semua perilaku Beckham terhadap Kiara. Prita langsung jalan begitu saja tanpa berterima kasih kepada Dika yang sudah memberitahunya. Ketika sudah berada di depan kamar 1011, Prita langsung menggedornya dengan penuh tenaga. Bekcham yang berada di dalam kamar pun sontak kaget, ia segera bangun dan berjalan keluar untuk mengecek siapa yang datang. “ Siapa, sih? “ tanyanya sedikit kesal. “ Ketuk pintu kayak mukulin orang, bertenaga sekali. “ Gumamnya. Begitu pintu di buka, Prita terkejut karena Beckham hanya memakai celana saja sedangkan bagian atasnya dibiarkan terbuka. Fikiran Prita semakin ke arah negatif. PLAK. “ DASAR BREENGSEK! “ caci Prita kepada Beckham yang saat ini terperangah sambil memegangi pipinya yang memanas akibat mendapatkan tamparan keras secara tiba - tiba. “ Apa maksud kamu? “ tanya Beckham sewot. “ Kenapa kamu datang – datang langsung marah, hah? “ “ Dimana Kiara? “ tanya Prita langsung tak ingin bertele – tele. “ Dia ada di kamar. “ Jawab Beckham semakin membuat Prita darah tinggi. “ Minggir lo! “ Prita mendorong tubuh Beckham yang menghalangi jalannya. Dengan langkah bak preman gagah, Prita berjalan menuju kamar Beckham, sementara si Bekcham mengikuti di belakangnya. Saat Prita masuk ke dalam kamar, ia lihat Kiara sedang berbaring dalam keadaan terelelap. Prita menghentikan langkahnya, lalu membalikkan badannya menghadap Beckham. “ Lo udah apain aja temen gue, HAH! “ Prita bertanya dengan emosi, ia tak segan – segan mendorong d@da Beckham. “ Gak gue apa – apain! Lo jangan asal tuduh aja, dong. “ Balas Beckham membela diri. “ Lo udah menikmati tubuhnya, kan? “ Prita bertanya lagi karena dia merasa perlu tahu apa saja yang telah terjadi. “ Enggak, serius. “ Beckham menunjukkan jari peace, wajahnya terlihat panik saat dituduh seperti itu oleh Prita. “ Ngaku atau gue potong Joni lo! “ paksa Prita, ia mengambil gunting yang berada di atas meja milik Beckham. “ Sumpah demi tuhan, gue sama sekali belum melakukan itu. “ Beckham sampai bersumpah dan ekspresi yang ditunjukkannya juga begitu serius. Prita manggut – manggut setelah merasa cukup percaya meskipun belum sepenuhnya yakin. “ Bantu gue bawa dia ke mobil. “ Perintah Prita. “ O—oke. “ Beckham memakai bajunya dulu, lalu setelah itu dia mengangkat tubuh Kiara yang masih tidak sadarkan diri. Prita mengambil barang milik Kiara untuk dia bawa agar tidak ada yang tertinggal termasuk kunci mobil dan ponselnya. “ Ayo. “ Ajak Prita. Beckham pun segera membawa Kiara menuju mobil Prita yang berada di parkiran. Prita memutuskan untuk mengantar Kiara ke rumahnya menggunakan mobilnya sendiri dan urusan mobil Kiara akan dia serahkan kepada Fahrial nanti ketika dia sudah sampai. Beckham merebahkan tubuh Kiara di kursi tengah mobil Prita. “ Sudah. “ Ucap Beckham yang baru saja menutup pintu mobil, ia cengap – cengap karena menggendong tubuh Kiara dari lantai atas sampai parkiran. Prita maju kehadapan Beckham, ia melemparkan tatapan tajam. “ Gue tau apa yang lo mau dari Kiara. “ Celetuk Prita sambil bertelak pinggang. “ Apa maksud lo? “ Beckham mendongakan dagunya. “ Gue tidak akan membiarkan lo menikmati tubuh Kiara. “ Tutur Prita karena dia merasa ingin melindungi Kiara dari lelaki bejaat, di tambah lagi dia kasihan dengan Fahrial yang sebagai suaminya saja belum pernah menyentuh Kiara. “ Fikiran lo terlalu buruk ke gue. “ Balas Beckham. “ Gue akan tampar lo berkali – kali kalau sampai lo berusaha untuk ngajakin Kiara untuk berduaan di kamar lagi! “ tegasnya. Beckham tersenyum miring. “ Dan gue gak akan ngebiarin lo melakukan itu karena sebelum lo tampar gue, maka gue akan menampar lo duluan. “ Kali ini Beckham mulai berani melawan ucapan Prita karena menurut Beckham perempuan itu sudah keterlaluan kepadanya alias bersikap seenaknya saja sejak tadi bertemunya. Prita tertawa lepas. “ Gue akan kasih tau Kiara kalau lo itu bukan cowok baik – baik! “ “ Silahkan saja. “ Beckham memajukan wajahnya. “ Gue rasa Kiara tidak akan terlalu perduli gue cowok baik – baik atau tidak karena sepertinya dia sudah sangat menyukai gue! “ seru Beckham. “ Gak usah ngimpi deh, lo! “ Prita ingin menampar Beckham tetapi dengan cepat di tangkis oleh pria itu. “ Gue gak mimpi, tapi pada kenyataannya kita berdua memang saling menyukai satu sama lain dan lo gak berhak ikut campur dalam hubungan gue dan Kiara. “ Beckham menghempaskan kasar tangan Prita. “ Gue berhak untuk ikut campur. “ Jawab Prita cepat. “ Dia sahabat gue dan sudah menjadi ke wajiban buat gue untuk menyadarkan dia bahwa lo bukanlah lelaki yang tepat! Dan asal lo tau aja ya, sebenarnya Kiara itu sudah me—“ “ Apapun yang akan lo katakan, bagi gue tidak ada yang berarti. “ Potong Beckham karena merasa tidak ada yang perlu dia dengarkan atas apa yang Prita katakan. “ Terserah. “ Prita sudah malas dan tak mau berdebat karena hari sudah semakin larut. Dia pun memutuskan untuk masuk ke dalam mobil dan mengantarkan Kiara pulang. “ Beckham siaalan! Awas aja kalau dia berani memanfaatkan Kiara hanya sebagai pemuas naafsunya! Habis dia sama gue! “ ancam Prita tak main – main. Prita mengedarai mobilnya sambil menggerutu kesal karena tidak terima dengan ucapan Beckham tadi yang mengatakan bahwa dia tidak berhak ikut campur sedangkan dia sendiri sudah menganggap Kiara sebagai adiknya dan tentunya sebagai seorang kakak Prita ingin adiknya tidak masuk ke dalam perangkap p****************g. ** Sejak tadi Fahrial terus saja menghubungi Kiara tetapi tidak di angkat, ia mengirim pesan kepada Ody tetapi lelaki itu bilang Kiara sudah jalan pulang dan kini Fahrial sedang menunggu balasan pesan dari Prita. “ Kok, Prita gak balas chat aku lagi ya. “ Fikirnya. Sengaja Fahrial meminta Kiara mengirimkan kontak temannya itu untuk berjaga – jaga kalau Kiara susah di hubungi dia bisa meminta tolong pada kedua temannya itu untuk mencari informasi dan terbukti saat ini Prita dan Ody sangat membantunya. DRT…DRT… Tiba – tiba saja ponsel Fahrial bergetar dan ternyata itu panggilan masuk dari Prita. “ Prita? “ Fahrial menatap layar ponselnya bingung, tapi kemudian dia buru – buru angkat telepon tersebut. “ Hallo, Prita? “ ‘ Fahrial, aku sudah berada di depan rumahmu. ‘ “ Di depan rumahku? “ Fahrial terheran - heran karena dia tidak menyuruh Prita untuk ke rumahnya. “ Kamu mau ngapain datang ke sini, Prita? “ ‘ Aku bersama Kiara. ‘ “ Loh, bukannya Kiara bawa mobil sendiri? “ Fahrial terkejut dan perasannya mendadak kacau karena takut terjadi sesuatu yang buruk pada istrinya itu. ‘ Nanti saja aku jelaskan, sekarang kamu turun ke bawah dan angkat Kiara karena dia pingsan. ‘ “ Oke, aku ke bawah. “ Fahrial segera memutuskan panggilan, ia berlari kecil menuju lantai bawah, lalu bergegas keluar rumah. Dia lihat mobil Prita parkir di depan gerbang. Fahrial membuka gerbangnya dan menyuruh mobil Prita masuk ke halaman depan rumahnya untuk parkir. Prita turun dari mobil, ia menghampiri Fahrial. “ Kiara ada di dalam. “ Ucap Prita memberitahu seraya menunjuk ke arah kursi penumpang. “ Apa yang terjadi, Prita? “ tanya Fahrial cemas. “ Tidak ada apa – apa. Kiara hanya mabuk saja, jadi dia pingsan karena terlalu teler. “ Bohong Prita karena sebenarnya dia juga tidak tahu kenapa Kiara bisa pingsan. Dia sengaja tidak menjelaskan apa yang dia lihat tadi bahwa Kiara tidur di kamar seorang pria yang tentu saja jika Prita ceritakan kepada Fahrial pasti lelaki itu akan sakit hati dan Prita juga akan kena semprot oleh Kiara. Baiklah, Prita mencoba untuk merahasiakan itu untuk mencari posisi aman. “ Ya ampun. Padahal sebelum pergi aku sudah bilang kepada dia supaya jangan mabuk, tapi dia bandel sekali. “ Fahrial berdecak sambil memijat pelipisnya. “ Oh iya, ini kunci mobil Kiara. “ Prita menyerahkan kunci itu kepada Fahrial. “ Dimana mobil dia? “ tanya Fahrial. “ Nanti aku kirimkan alamat dimana mobil Kiara berada saat ini lewat pesan ya. “ Jawab Prita. “ Oke. “ “ Aku sengaja mengantar Kiara dengan mobilku karena dia tidak mungkin membawa mobil dalam keadaan seperti itu. “ Terang Prita dan Fahrial pun mengerti. “ Terima kasih ya, Prita. Maaf sudah merepotkanmu. “ Ungkap Fahrial merasa bersyukur masih ada orang baik yang perduli dan perhatian dengan istrinya karena banyak di luaran sana seorang teman yang lepas tangan kepada temannya yang terkesan akan membuat kerepotan, tapi tidak dengan Prita. “ Sama – sama. “ Prita tersenyum, ia membukakan pintu mobil supaya Fahrial bisa langsung mengangkat tubuh Kiara. Fahrial pun segera mengangkat tubuh Kiara agar keluar dari mobil. “ Fahri, ini tas Kiara. “ Ucap Prita sebelum Fahrial pergi. “ Tolong pakaiakan di leherku saja. “ Perintah Fahrial menundukkan kepalanya karena dia tidak bisa membawa tas tersebut sebab kedua tangannya sudah memegang tubuh Kiara. “ Oke. “ Prita mengalungi tas Kiara pada leher Fahrial, ia sempat memandang wajah lelaki itu dari dekat. “ Makasih. Hati – hati di jalan ya, Prita. “ Fahrial pun berjalan masuk ke dalam rumahnya dengan langkah penuh hati – hati karena takut terjatuh. Prita masuk ke dalam mobilnya, ia jadi mengingat tatapan Fahrial tadi saat dia memandangnya dari dekat. “ Kasihan, cowok setulus Fahrial dipermainkan oleh Kiara. “ Ucap Prita merasa iba, ia pun segera melajukan kendaraannya pergi dari rumah Kiara.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD