= KIARA SI TUKANG NGOMEL =

1422 Words
Kiara baru saja selesai mandi, ia lihat Fahrial masih berbaring di atas kasur sambil memainkan ponselnya. Kiara segera berjalan menghampiri Fahrial untuk memarahi lelaki itu. “ Fahrial! Kenapa kamu masih tiduran aja di atas kasur? “ gerutu Kiara, ia bertelak pinggang di samping kasur dengan mata melotot ala emak – emak lagi ngomelin anaknya. “ Kan, aku lagi nungguin kamu keluar dari kamar mandi. “ Fahrial meletakkan ponselnya di atas bantal. “ Nanti pas kamu udah selesai, baru aku mandi. “ Terangnya. “ Fahrial… Harusnya selama aku mandi, alangkah baiknya kamu siapin makanan untuk aku! “ Omel Kiara, ia mengusap perutnya yang mendadak menimbulkan suara demo dari cacing – cacing di perut. “Aku itu laper, Fahri! Butuh makanan! “ Fahrial dibuat melongo, masih pagi saja dia sudah diceramahi oleh Kiara yang baru satu hari menjadi istrinya. “ Harusnya menyiapkan makanan itu tugas istri, dong. “ Balas Fahrial santai tidak pakai otot seperti Kiara. “ Sejak kapan ada peraturan kayak gitu, hah? “ Kiara mendongakan dagunya memasang wajah nyolot. “ Gak ada sejarah dan undang – undang mengenai peraturan bahwa seorang istri harus membuatkan makanan untuk suaminya! Kamu gak usah ngarang bebas! “ Oceh Kiara panjang lebar. Fahrial tersenyum tipis, baginya Kiara sangat lucu kalau sudah ngomel – ngomel seperti itu. “ Emang gak ada peraturan secara tertulis, Kia. Tapi, kalau sudah berumah tangga, terus istri siapin makanan untuk suami itu pahalanya besar. “ Fahrial beranjak turun dari kasur, ia berhadapan dengan Kiara yang menatapnya sinis. “ Fahri, aku itu minta makan, bukan pahala! “ Kiara menghela nafas kasar. Fahrial cuma bisa mengelus d**a saja menghadapi Kiara. Biar bagaimanapun, menikah dengan Kiara adalah keinginan Fahrial sejak awal dan ketika tuhan sudah mengabulkannya, maka dia harus terima resiko meskipun kini wanita itu agak – agak ngeselin, tapi Fahrial tetap cinta. “ Yaudah.“ Jawab Fahrial menganggukan kepalanya. “ Yaudah apa? “ Kiara menatap Fahrial heran. “ Yaudah aku mandi dulu, habis itu kita beli makanan ya.“ Meski tadi sudah dimarah – marahi Kiara, tapi Fahrial membalas omelan gadis itu dengan lembut sambil usap – usap kepalanya. “ Tunggu sebentar ya, cantik.“ Selesai bicara, Fahrial mencium kening Kiara. Mata Kiara melebar, darah mendadak merangkak ke wajahnya menciptakan rona merah dengan perasaan gemuruh. “ FAHRIAL!“ teriak Kiara yang selalu saja pakai urat, ia emosi dicium oleh lelaki itu secara tiba – tiba, sedangkan yang menciumnya sudah berjalan masuk ke dalam kamar mandi. Kiara usap keningnya yang baru saja mendapat kecupan. “ Kurang ajar sekali dia! “ Kiara terus saja menggerutu kesal. ** Fahrial sudah rapih dengan pakaian santai karena memang dia keluar hanya ingin makan saja bersama Kiara. Namun, sudah hampir lima belas menit dia menunggu istrinya itu berdandan tidak kelar – kelar juga. Tapi, Fahrial tidak marah atau protes, justru lelaki itu tersenyum merekah karena istrinya sangat cantik jika merias diri walaupun tanpa make up juga Kiara sudah sangat – sangat menawan. Fahrial bangun dari duduknya, ia berjalan ke arah meja rias untuk mendekati Kiara.“ Mamah kamu ngidam apa ya waktu hamil? Kenapa anaknya bisa cantik banget kayak bidadari. “ Celetuk Fahrial yang kini sudah berada di samping Kiara. Kiara menoleh ke arah Fahrial.“ Mamahku ngidam semur jengkol.“ Jawabnya santai tetapi membuat Fahrial terkejut. “ Hah? kamu serius?“ Mata Fahrial mengerjap cepat. “ Pasti kamu bohong. “ Kiara kembali menoleh ke arah Fahrial sambil menepuk – nepuk pipinya menggunakan spons bedak.“ Ya terus kamu mau mamahku ngidam apa? seblak? Ceker mercon? Takoyaki?? Dimsum? Sushi?“ tanyanya dengan ketus. “ Ya, maksudku… “ Fahrial jadi garuk – garuk kepala. “ Biasanya orang kalau ngidam itu suka makanan atau buah yang seger. “ “ Biasanya, kan? bukan seharusnya? “ balas Kiara. “ Mamahku ngidamnya beda dari yang lain. Udah deh, jangan tanya – tanya yang gak penting aku lagi sibuk pakai bedak. “ Tambah Kiara mulai emosi. Sepertinya Kiara mudah sekali terpancing untuk marah, padahal selama ini yang Fahrial tau Kiara anaknya tidak suka banyak bicara dan kalem meskipun agak ketus. “ Pakai bedak aja dibilang sibuk, aneh!“ Umpat Fahrial seraya menjauh dari Kiara. “ TADI KAMU BILANG APA? “ Kiara bertanya dengan nada tinggi seketika membuat langkah Fahrial terhenti karena tersadar sepertinya apa yang baru saja dia katakan terdengar oleh Kiara. Fahrial membalikkan badannya, lalu dia mengelengkan kepalanya kaku sambil tersenyum meringis. “ E—enggak. Aku tunggu kamu dibawah ya sekalian mau panasin mobil.“ Untuk menghindari omelan Kiara yang pastinya akan sangat panjang sekali mulai dari A-Z, lebih baik Fahrial menghilang dari pandangan gadis itu. Setelah Kiara siap, mereka berdua pun pergi keluar untuk membeli makanan. Sambil mengemudikan mobilnya, sesekali Fahrial melirik wajah Kiara yang sejak dulu dia kagumi karena benar – benar elok dan sedap dipandang. “ Kiara? “ “ Kenapa? “ sahut Kiara yang lagi sibuk menggosok ujung kuku panjangnya menggunakan Nail File atau alat kikir kuku supaya terlihat lebih halus dan mengkilap. “ Kamu kalau dandan kayak begini, jadi terlihat seperti artis krsiten stewart pemeran Bella Swan di film twilight waktu masih muda. “ Ucap Fahrial memuji kecantikan Kiara yang memoles make up natural. “ Maksud kamu apa? “ Kiara menghentikan aktivitasnya, lalu menodongkan alat kikir tersebut ke arah Fahrial membuat lelaki itu terkejut. “ Ya—ya, maksud aku kamu cantik banget. “ Jawab Fahrial jadi sedikit gugup karena Kiara nampak seperti orang marah. “ Kenapa kamu harus sama – samain aku dengan Bella? Aku tau di film itu pada akhirnya Bella jadi Vampire! Jadi, maksud kamu dandanan aku saat ini kayak Vampir? Begitu, kan? “ bukannya berterima kasih telah dipuji, justru Kiara malah menuduh Fahrial yang tidak – tidak. Bahkan, Fahrial sendiri tidak kepikiran sampai ke sana seperti yang Kiara bilang. “ Ya ampun, Kia… “ Fahrial geleng – geleng kepala. “ Aku itu gak ada niatan ngatain kamu kayak Vampir! Aku Cuma puji kalau wajah kamu mirip Bella Swan, bukan dandanannya kayak Vampir. “ Hanya menghela nafas seberat – beratnya saja yang bisa Fahrial lakukan untuk menenangkan dirinya sendiri. “ Bohong!“ balas Kiara. “ Udah, deh. Kalau mau ngatain dandanan aku jeleek bilang aja, gak usah pakai alibi aku mirip artis segala!“ cibir Kiara masih dengan rasa kesal, ia berhenti menggosok kukunya. “ Kamu bikin aku kesel aja, deh.“ Dia letakkan kasar Nail File itu di atas Dashboard. Fahrial cuma bisa menghela nafas panjang saja. Niat hati ingin memuji Kiara berharap akan mendapat respon positif, justru dia malah mendapat tanggapan negatif, bahkan dituduh – tuduh pula. “ Yaudah maaf.“ Ucap Fahrial agar Kiara tidak terus merengut. “ Hm.“ “ Kamu mau makan apa, Kia?“ tanya Fahrial dengan lembut. “ Menurut kamu makanan apa yang enak? “ Kiara malah bertanya balik. “ Berhubung aku suka banget sama Seafood, jadi menurutku itu makanan yang paling enak. Gimana kalau kita makan Seafood aja? “ saran Fahrial, ia senang karena Kiara meminta pendapatnya. “ Fahrial, kamu itu jadi suami egois banget, sih? “ balas Kiara, seketika Fahrial melongo karena lagi – lagi gadis itu marah dan Fahrial selalu saja salah. “ Egois gimana? “ Fahrial melirik Kiara memberikan tatapan penuh pertanyaan. “ Aku itu alergi makanan Seafood! Terus sekarang kamu mau ajak aku makan disana ? ”Kiara memasang wajah kecewa. “ Keterlaluan! Suami macam apa kamu!“ seru Kiara yang merasa dirinya seolah – olah tersakiti. Kiara benar – benar sangat dramatis! “ Ya allah, Kia. “ Fahrial mengacak rambut gadis itu lembut sambil berkata. “ Aku itu cuma kasih saran. Kalau kamu gak mau, yaudah bilang aja. Lagian, aku juga baru tau kalau kamu alergi Seafood.“ Terang Fahrial mencoba mereda kekesalan Kiara yang selalu saja muncul hanya karena hal – hal sepeleh. Sepertinya gadis itu mudah sekali emosi. Dengan wajah muram, Kiara menoleh ke arah luar jendela mobil. “ Stop Fahri! “ seru Kiara membuat Fahrial secara mendadak menghentikan laju mobilnya. Untung saja mereka berdua menggunakan sabuk pengaman sehingga tidak membentur ke arah bagian depan. “ Kenapa, Kia?“ Fahrial bertanya – tanya dengan bingung. “ Kita makan disana aja.“ Kiara mengetuk – ngetuk kaca jendela dengan maksud untuk menunjuk tempat makan dengan tulisan “ SOTO BABAT“ “ Oh, kamu mau makan disana? “ “ Iya, Fahri.“ Fahri diam sebentar. Sejujurnya dia tidak suka makanan yang Kiara pilih tetapi dia menurut saja demi menyenangkan istrinya. “ Buruan Fahri! Kenapa malah bengong? “ Kiara menepuk pelan lengan Fahrial. “ Iya – iya. “ Fahrial segera memundurkan mobilnya ke arah tempat Soto Babat yang tidak jauh darinya saat ini dengan hati – hati agar tidak terkena atau menyenggol pengguna jalan yang lainnya.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD