Fahrial sudah tertidur pulas karena dia benar – benar kelelahan, sedangkan Kiara yang tadi sudah sempat tertidur di sofa kini matanya masih segar belum ada tanda – tanda mengantuk.
Kiara sibuk scroll pesan chat grup di w******p, tiba – tiba saja ada pesan baru yang muncul dari grup w******p yang dinamai ‘ GENGS CLUB ‘ itu sudah di bentuk sebelum Kiara menikah dengan Fahrial.
Ody : Woi Dugem yok!
All member grup : Let’s Go!
Kiara hanya diam saja memandang pesan tersebut karena dia tidak bisa iku sebab tak mungkin dia pinjam mobil Fahrial untuk pergi ke club. Tiba – tiba saja Prita meneleponnya. Kiara yang lagi duduk di atas kasur buru – buru turun dan berlari kecil ke arah balkon.
‘ Hallo, Kia?‘
“ Iya, Prit? Kenapa? “
‘ Ikut ke club gak? ayolah, Kia! semenjak nikah lo ga pernah keluar malam lagi. ‘
“ Gue mau ikut, tapi gak ada mobil. Kalau gue pakai mobil Fahri pasti gak akan di kasih, Prit. “
‘ Yaudah gue jemput, oke? Lo siap – siap sekarang. ‘
“ Ta—“
TUT…TUT…
Belum selesai Kiara bicara, panggilan sudah diputuskan saja oleh Prita.
“ Gimana ya? ikut atau enggak? “ Kiara jadi bingung sendiri, ia melongok ke dalam nampak Fahrial tertidur nyenyak. Jika dia ikut pergi ke club pasti akan pulang di atas jam dua belas malam dan takut Fahrial marah padanya.
“ Loh, ngapain juga gue mikirin dia nanti marah sama gue atau enggak? Harusnya gue gak perlu perduli! “ setelah bergulat dengan fikirannya, Kiara pun memutuskan untuk bersiap – siap pergi ke club secara diam – diam karena Kiara tidak mau melewatkan waktunya untuk bersenang – senang.
Kiara segera mengganti pakaiannya, lalu berdandan seadanya saja.
Sebelum pergi, Kiara letakkan guling di atas bantalnya, kemudian dia tutupi dengan selimut supaya terlihat seolah – olah seperti tubuhnya yang tertidur menggunakan selimut dari atas kepala hingga ujung kaki, jadi kalau seandainya Fahrial terbangun akan menganggap dirinya masih ada di sampingnya.
“ Beres! “ seru Kiara, ia perhatikan Fahrial benar – benar tidak bergerak sedikit pun alias sangat pulas. “ Aman, deh. “
TING. (pesan masuk)
Gue udah di depan rumah lo. >Prita<
“ Saatnya bersenang – senang! “ Kiara bergegas keluar kamar, ia menutup pintu dengan sangat hati – hati agar tidak menimbulkan suara, setelah itu Kiara berlari ke lantai bawah dengan cepat karena tak ingin membuat Prita menunggunya lama.
Kiara berharap Fahrial tidak bangun sampai dia pulang agar dirinya terhindar dari ocehan lelaki itu.
“ Lama banget sih, lo! “ omel Prita saat Kiara sudah masuk ke dalam mobil.
“ Gue udah lari – lari masih lo bilang lama. “ Balas Kiara seraya memasang SeatBelt. “ Ayo jalan. “
Prita segera melajukan mobilnya secepat kilat ala – ala pembalap.
“ Lo udah izin sama suami lo? “ tanya Prita.
“ Ngapain gue izin sama dia? “ balas Kiara santai.
“ Kenapa? dia kan, suami lo. “ Cetus Prita.
“ Terus gue harus melakukan apapun atas izin dia, gitu? “ Kiara menggedikan bahunya. “ Enak aja, emang dia siapa gue. “
“ Ya suami lo lah, pea! “ Prita menoyor kepala Kiara karena gemas gadis itu sangat menjengkelkan.
“ Udah jangan bahas dia. “
“ Iya – iya. “
**
Alunan musik yang di bawakan oleh Disjoki alias DJ terdengar begitu menggelegar memenuhi ruangan membuat para pengunjung Club bergoyang atau hanya sekedar duduk sambil minum dan geleng – geleng kepala menikmati iringan lagu. Gemerlap lampu yang menyoroti seisi ruangan menambah kesan glamour pada tempat hiburan malam yang saat ini Kiara bersama teman – temannya datangi.
Kiara bersama Prita baru saja selesai joget – joget ala anak muda pada umumnya saat menikmati dugem, ia duduk di salah satu bangku yang terdapat teman – temannya berkumpul di sana.
“ Gilaaa! Musiknya pecah parah! Bikin badan gak bisa berhenti joget. “ Ungkap Kiara dengan nafas terengah karena kecapean, ia mengambil botol Beer yang berada di tengah meja, lalu dia teguk langsung sebanyak – banyaknya tanpa di tuang ke dalam gelas.
“ Jangan banyak – banyak minumnya, Kia. Nanti kalau lo pulang dalam keadaan mabuk suami lo emang gak marah? “ tanya Prita melihat Kiara masih terus meneguk minuman beralkohol itu.
“ This is my life! Jadi, bebas gue mau ngelakuin apa aja dan Fahri gak berhak marah - marahin gue. “ Jawab Kiara lalu dia tertawa membuat teman – temannya menatapnya terheran – heran karena gadis itu sudah menikah tetapi seperti tidak ingin terikat.
“ Udah iyain aja. “ Kata Ody sebab dia tahu Kiara memang orangnya sangat keras kepala.
“ Ayo dong, kita Cheers! “ seru Kiara mengangkat botol minumannya.
“ Oke. “
Semua temannya mengambil botol Beernya masing – masing, lalu mereka saling membenturkan botol Beer secara bersamaan sambil berkata. “ Cheers! “
Suara obrolan dan tertawa saling bersahutan menemani malam ini, Kiara benar – benar nampak bahagia karena tidak ada beban dan juga dia merasa seperti masih sendiria alias belum menikah.
Tak lama, datang seorang pria tampan berwajah blasteran menghampiri meja mereka.
“ Hei? “ sapa pria itu.
“ H—hai? “ mereka semua juga menyapa balik.
“ Sorry, gue boleh kenalan sama temen lo yang ini gak? “ pria itu menunjuk Kiara.
Prita menelusuri kemana arah yang pria itu tunjuk. “ Gak boleh soalnya dia—“
“ Kenalin, nama gue Kiara. “ Dengan cepat Kiara memotong ucapan Prita yang belum selesai, ia mengulurkan tangannya untuk bersalaman kepada pria yang baru saja datang itu.
“ Gue Beckham. “ Pria itu memperkenalkan dirinya. “ Mau joget bareng? “ ajaknya.
“ Oke. “ Kiara mengangguk pertanda menyetujui ajakan pria itu, ia beranjak turun dari kursinya. Bagi Kiara, ia tak mau menyia – nyiakan kesempatan untuk berkenalan dengan cowok ganteng nan keren seperti Bechkam.
“ Come on! “ Pria itu berjalan lebih dulu, ia tersenyum senang karena Kiara mau menerima ajakannya untuk berjoget bersama di DanceFloor yang terdapat di bagian tengah – tengah Club.
“ Gue tau kenapa Kiara memotong pembicaraan lo. “ Kata Ody kepada Prita.
“ Ya gue juga tau, pasti dia gak mau cowok itu tau kalau dia sudah menikah. “ Balas Prita. “ Kiara emang batu banget anaknya. Padahal, suami dia lebih ganteng daripada itu cowok. “
“ Namanya juga Kiara. “ Jawab teman – temannya serentak.
Sementara itu, Kiara asik terus berjoget bersama pria itu tanpa memperhatikan bahwa saat ini sudah masuk waktu dini hari. Pria itu juga menawarkan Kiara segelas minuman dan tanpa berfikir banyak, Kiara pun langsung meneguk saja.
Beberapa menit kemudian, Kiara mulai merasa tidak berdaya karena ternyata minuman yang diberikan Beckham merupakan Beer dengan kadar alkohol tinggi.
Beckham melingkarkan kedua tangannya pada pinggul Kiara sambil bertanya pada gadis itu. “ Are you oke? “ bisik Beckham di telinga Kiara karena suara musik begitu kencang.
“ No. “ Kiara menggeleng lemas.
“ Ayo aku antar kamu pulang. “ Tawar Beckham.
“ Gak usah. “ Prita baru saja datang dan menarik tubuh Kiara agar menjauh dari Beckham yang sangat berdekatan dengan Kiara. “ Dia pulang bareng gue. “
“ Oh, oke. “ Beckham pun mengangguk saja, ia melirik Kiara. “ Sampai bertemu lagi, Kiara. “ Beckham pergi menuju tempat duduknya sedangkan Prita menyangga tubuh Kiara berjalan ke arah teman – temannya.
“ Prit, kita mau kemana? “ tanya Kiara dengan suara berayun – ayun, langkahnya gontai bak ingin terjatuh.
“ Pulang. “ Jawab Prita ketus.
“ Kok, sebentar banget, sih. Masa jam segini udah pulang aja. “ Balas Kiara.
“ Pala lo peang! Kita udah di club selama empat jam dan sekarang udah jam dua pagi! “ terang Prita. “ Lo harus pulang sekarang juga! “
Ketika sudah sampai di dekat teman – temannya, mereka semua memandang Kiara sambil geleng – geleng karena gadis itu benar – benar teler.
“ Wah, Kiara mabuk berat ya? “ tanya Ody.
“ Iya. Bantuin gue bawa dia ke mobil, berat banget soalnya. “ Pinta Prita dan Ody bersama satu teman pria lainnya membantu Kiara berjalan keluar Club.
Disisi lain, saat ini Fahrial masih tertidur, namun sedetik kemudian dia sempat melek sebentar dan menoleh ke arah sebelahnya, lalu dia kembali memejamkan matanya karena tidak merasakan sesuatu yang aneh, hanya saja dia beranggapan Kiara tidur menutupi seluruh tubuhnya karena kedinginan.