13 : Perempuan Jahat

1800 Words

Pukul dua pagi, hawa dingin malam merasuk pada tulang. Malam semakin pekat, hal itu mampu membangunkan seorang gadis yang tadinya masih memejamkan mata. Ia melenguh pelan, melirik pada jam tangan yang ia letakkan di samping bantalnya. “Jam dua pagi.” Gadis itu bergumam sambil menguap, matanya masih berat dan ingin kembali dipejamkan. Namun, kantung kemihnya terasa penuh ingin segera dilepaskan. Seruni melirik Amel yang masih tertidur dengan nyenyak, ia ingin ke kamar mandi. Biasanya jika Amel yang kebelet, Seruni akan dibangunkan oleh gadis itu. Tapi saat ini Seruni tak ingin mengganggu waktu tidur Amel, ia beranjak dari ranjang untuk pergi ke kamar mandi sendirian. Tak apa, Seruni berani. Seruni menghampiri lemari tua, mengambil lampu teplok untuk meneranginya menuju ke kamar

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD