Paginya semua aktivitas berjalan dengan normal, Handi, Sahel dan Samirah bersiap untuk berangkat mengerjakan program kerjanya. Jujur saja Sahel masih sebal dengan Handi, lelaki itu seolah-olah bersikap seperti ketua kelompok di sini. Alhasil, hubungan keduanya yang awalnya baik-baik saja pun merenggang. Sama halnya dengan grup lain, Seruni dan yang lainnya pun juga bersiap-siap untuk pergi mengajar anak-anak, ia sudah rapi dengan kemeja dan celana kulotnya. Namun, ekspresi dan tingkahnya tak seperti hari lalu, kini Seruni kurang bersemangat. Tadi malam Iman benar-benar mengantarkannya sampai ke rumah, arwah itu menjaga Seruni dengan baik. Mata gadis itu terlihat menghitam, semalaman ia susah untuk tidur karena memikirkan kejadian yang ia lihat dengan mata kepalanya sendiri. Bu Yant

