11

1283 Words

Teriknya mataharia siang itu membuat decakan keluar dari mulutnya. Dia terus mengumpat sementara kendaraan yang Ovie tumpangi ada tepat di depan mobilnya. Lampu merah membuat semuanya semakin jelas untuk Zefanny. Tipe motor apa yang cowok itu miliki, dan meskipun wajah pria itu tertutupi helm full face, Zefanny bisa melihat matanya melalui spion motor. Zefanny tidak berhenti untuk menyipitkan matanya tiap kali cowok itu menolehkan kepalanya menghadap Ovie. Dia mendecih. Zefanny jelas tau cowok macam apa orang itu. Ini bukanlah urusannya, tapi Zefanny jelas tidak mau adik dari pria yang dia sukai terjebak kepada cowok urakan macam itu! Mereka kembali berjalan ketika lampu lalulintas berubah menjadi hijau. Sepertinya cowok itu tidak cukup peka bahwa Zefanny sedang mengikutinya dari tadi.

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD