Suara hentakkan sepatu heels terdengar menggema ke seluruh ruangan. Wanita berambut pirang dan curly itu melangkahkan kakinya dengan penuh percaya diri membuat beberapa orang di dalam sana yang sedang sibuk dalam pekerjaan mereka rela berhenti dari aktivitasnya untuk memandangi wanita itu. “Siapa dia?” “Pacar pak Kevin, mungkin? Mukanya keliatan asing gitu, ya?” Suara bisik-bisik itu sampai ke telinga Zefanny. Gadis itu hanya menarik senyumnya tipis. Dia membiarkan orang-orang di sana berasumsi sesuka mereka. Tadi, setelah bertemu dengan resepsionis, dan mengatakan kalau dia harus bertemu dengan Kevin, resepsionis itu langsung mengarahkannya untuk naik ke atas menggunakan lift. Dia menikmati perannya yang seperti orang penting di dalam cerita ini. Di dalam lift, Zefanny membetulkan

