Diantara 2 Dunia

1010 Words
Arumi dan Jaden menunggu penuh harap. "Ini data diri dan alamat keluarganya." Petugas itu menunjukkan sebuah dokumen. "Gabriel?" Mereka kembali terkejut. "Itu artinya Gabriel tau kalau aku bukan Aruna?" Arumi terlihat emosional. "Itu artinya dia, kamu, dan Mikayla terlibat untuk menyingkirkan Aruna." Begitulah asumsi dari Jaden. "Menyingkirkan Aruna, maksud kalian apa?" Tanya petugas. "Nggak mungkin, Mikayla bilang, semua ini rencana aku. Tapi kenapa Gabriel nggak ngelaporin aku ke polisi?" Masalah yang dihadapi Arumi kini semakin rumit. "Cuma Gabriel yang bisa jelasin semuanya." Gumamnya. "Kamu benar Arumi. Saya akan menjelaskan semuanya." Tiba-tiba Ibu Gabriel muncul. Mereka bertiga kembali bicara di ruang jenazah. "Suatu hari Gabriel menghubungi saya dan dia meminta saya menemaninya mengambil jenazah seseorang di rumah sakit ini. Jenazah itu berwajah mirip seperti kamu. Mikayla bilang, itu adalah Aruna, saudara kembar Arumi." Dan Ibu Gabriel mulai bercerita pada Jaden dan Arumi. Ibu Gabriel terkejut mendengar pernyataan Mikayla. "Wanita yang bertunangan dengan kamu itu adalah Arumi, bukan Aruna. Aruna meminta Arumi bertukar tempat dengannya, karena dia nggak pernah cinta sama kamu, dia cintanya sama orang lain. Tapi orang tuanya memaksa dan mengancam menyakitinya kalau dia menolak. Tapi Arumi nggak setuju, mereka bertengkar hebat sampai Aruna terdorong dan kepalanya terkena bangku besi di belakang rumah sakit. Arumi mendonorkan darah untuknya dan anehnya DNA mereka cocok. Sayangnya Aruna koma. Tapi sejak itu, sikap Arumi berubah." Cerita itu membuat Gabriel sedih manakala membayangkan peristiwa itu terjadi pada kekasihnya, Aruna. Ibu Gabriel masih merasa bingung. "Terus kenapa kamu hubungi kami bukan orang tuanya?" Tanyanya pada Mikayla. "Kalau Aruna aja kabur dari orang tuanya, berarti dia nggak pengen mereka tau. Jadi saya hubungi Gabriel, pengusaha muda sukses yang viral di sosial media." Mikayla menjelaskan. "Tapi dia sama sekali nggak asing, sikapnya, suaranya, tatapannya. Semuanya adalah Aruna." Gabriel membantahnya. "Aku juga ngerasa gitu, tapi inilah kenyataannya." Gumam Mikayla. Gabriel mendekati jenazah Aruna lalu mengecup keningnya untuk yang terakhir kali. Cerita Ibu Gabriel tidak berakhir sampai di situ. "Setelah itu kami membawa jenazah Aruna ke kampung halamannya sesuai informasi dari Mikayla. Dia dikebumikan di samping kuburan Neneknya." Lanjutnya. Arumi menghapus air matanya. "Tapi kenapa sekarang aku nggak inget apapun?" Dia sangat terpukul dan bersedih. "Mungkinkah jiwa kalian tertukar?" Pendapat Jaden terdengar tak masuk akal. "Maksudnya?" Tanya Ibu Gabriel. "Kita harus ke suatu tempat." Jaden mengajak mereka pergi. Rupanya Jaden mengajak Arumi dan Ibu Gabriel ke rumah paranormal. "Kita ngapain kesini?" Arumi merasa takut. "Mungkin dia bisa mengetahui masa lalu kamu dari ingatan yang hilang." Sebenarnya Jaden pun sedikit ragu-ragu. Masuklah mereka ke rumah bernuansa Bali itu. "Silakan." Asisten Paranormal meminta mereka bertiga masuk ke sebuah ruangan yang hanya diberi cahaya lilin aroma bunga melati. Suasana mistis begitu terasa di sana. "Mbah, ini teman saya Arumi, kata Dokter dia amnesia. Tapi dia ingin tau apa yang terjadi sebelum dia lupa ingatan." Jaden menyampaikan maksud kedatangan mereka. "Kembarannya juga ikut kesini?" Pernyataan sang Paranormal membuat bulu kuduk semua orang berdiri. Arumi dan siapapun di sana belum menceritakan apapun, tetapi Paranormal itu sudah tau dengan sendirinya. "Dia ingin menyampaikan sesuatu ke kamu." Tutur Paranormal. "Aruna di sini?" Ibu Gabriel melihat ke sekeliling. "Bisa bantu saya?" Hal itu menjadi pusat perhatian Paranormal. Ibu Gabriel menoleh. "Berikan tangan anda." Pinta Paranormal. "Tolong Ma." Bujuk Arumi. Maka wanita paruh baya itu pun pasrah. Setelah menyentuh tangan kanan Ibu Gabriel, seketika jiwa Aruna memasuki tubuhnya. "Maafin aku Arumi. Harusnya aku nggak melibatkan kamu dalam hal ini." Suara Ibu Gabriel berubah. "Aruna?" Tebak Arumi yang sedikit ketakutan. Lalu Aruna menceritakan kronologis kejadiannya. Aruna sedang berkunjung ke perusahaan. "Pak Gabriel dimana?" Tanyanya pada sekretaris Gabriel. "Sedang meeting Bu." Jawab Sekretaris Gabriel. "Saya tunggu di ruangannya aja ya." Kemudian Aruna masuk ke dalam ruangan Gabriel. Dia melihat ada beberapa berkas lamaran kerja di atas meja kerja Gabriel. Aruna lalu membukanya dan dia melihat foto Arumi di sana. Aruna pun terkejut. Aruna mengeluarkan ponsel dari dalam tasnya lalu memotret CV milik Arumi. Selanjutnya dia menyembunyikan berkas itu di lemari kerja Gabriel. Tak lama Gabriel kembali ke ruangannya. "Sayang, kamu udah lama datang?" Tanya Gabriel. Aruna menggeleng. "Kita jalan yuk." Ajak Aruna. "Maaf sayang, bentar lagi aku harus survey lokasi pabrik kita yang baru. Gimana kalau nanti malam aja." Rupanya Gabriel tidak bisa memenuhi permintaan kekasihnya itu. "Kalau kamu nggak bisa pergi, aku bakal bilang sama Papa." Ancam Aruna. "Jangan manja gitu dong. Please..." Gabriel memelas padanya. "Terserah kamu." Aruna kesal lalu pergi. Cerita versi Aruna sangat berbanding terbalik dengan cerita versi Mikayla yang mengisyaratkan seolah-olah dirinyalah yang bersalah. Jaden juga merasa terkejut. "Berarti soal penyiksaan dari Gabriel itu?" Cerita Aruna pada Jaden dahulu hanyalah sebuah kebohongan. "Aku berbohong pada semua orang tentang sikap posesif Gabriel, padahal aku yang mengidap penyakit mental, dan aku punya banyak selingkuhan, bahkan aku tertarik sama kamu. Jaden." Jiwa Aruna yang kini bersemayam di tubuh Ibu Gabriel menangis saat menyampaikan kebenaran itu. Aruna melanjutkan ceritanya. Dia selalu pergi ke luar rumah tanpa sepengetahuan orang tuanya dan Gabriel untuk mencari laki-laki polos yang mudah dia tipu dengan cerita palsunya. Aruna bahkan tak segan-segan melukai dirinya sendiri untuk meyakinkan para lelaki itu. "Jadi kamu disakiti lagi? Kalau gitu kita kabur aja. Kita kawin lari." Salah satu selingkuhannya bahkan nekad mengajaknya pergi. Aruna memeluk erat lelaki itu. "Iya." Dia setuju dengan ide tersebut. Aruna menghubungi Arumi untuk datang menemuinya di rumah selingkuhannya. Saat tiba di sana. Arumi terkejut melihat wajah Aruna. "Kamu pasti heran kenapa wajah kita mirip kan? Itu juga yang aku alami waktu ngelihat foto kamu di CV lamaran kerja perusahaan Ghana industries." Gumam Aruna. "Aku mau minta tolong sama kamu untuk pura-pura jadi aku dan kamu jangan khawatir, karena aku bakal bayar kamu." Ternyata Aruna ingin mengajak Arumi bekerjasama. "Kenapa aku harus mau?" Tanya Arumi. "Karena kamu butuh pekerjaan sekarang, dan pekerjaan ini akan sangat mulia. Kamu menyelamatkan nyawa aku." Jawab Aruna. "Iya, Gabriel, calon suaminya itu posesif dan kasar banget, dia selalu menyiksa Arumi. Lihat bekas luka di dahinya." Selingkuhan Aruna menguatkan keterangan. "Tapi itu berarti aku dalam bahaya dong." Arumi merasa ragu. "Nggak, aku jamin kamu nggak bakal diapa-apain, karena kamu akan berpura-pura amnesia." Jelas Aruna. Arumi dilema harus memilih ya atau tidak.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD