"Apa itu tadi?" Pemandangan langka tapi sayang sekali tidak sempat diabadikan saat Ben menjemput Richard tadi di rumahnya. Glory berjalan pelan di belakang Richard yang menggeret koper kecilnya lalu saat hendak masuk ke mobil, Richard mengusap kepala Glory lalu mencium puncak kepala itu sedikit lebih lama di bandingkan kecupan biasa. "Pakai mobilku kalau mau kemana-mana, kunci di laci nakas." Glory mengangguk, tidak seperti biasa, menyalak. Bahkan mengucapkan terima kasih saat Richard memberikan kartunya sembari berujar bisa di pake sebanyak-banyaknya. Wajah Glory benar-benar berseri. Holyshit! Mulut Ben sampai menganga namun otaknya tidak bisa berpikir dengan baik karena keterkejutan sehingga ponsel yang ada di tangannya tidak di manfaatkan dengan baik. Sampai mobil melaju puluhan

