"Dua tiga gelas nggak langsung bikin aku mabuk, preeet" ujar Glory menirukan gaya bicara Richard beberapa saat yang lalu saat dia memperingatkan Richard untuk mengontrol minumannya. Tapi pada kenyataannya, saat mereka hendak pulang, Richard mengeluhkan kepalanya yang pusing dan tidak yakin bisa menyetir dengan benar. "Masuk!" titahnya dengan tegas sembari mendorong punggung Richard saat masuk ke dalam mobil. "Gaya-gayaan minum banyak padahal loe cemen, anjir," ujarnya dengan geram saat memapah Richard ke mobil. "Aku nggak mabuk cuma pusing," jawab Richard membantah. "Sama aja kele, nggak usah banyak alasan." Glory menutup pintu dengan membantingnya kuat setelah kaki Richard menapak di dalam mobil. Kemudian dia memutari mobil ke arah pintu kemudi. "Sayang, kita open room aja gimana?"

