12. "Gloria, my wife" "She is my wife" "My beautiful wife" "Istri saya Om" "Binik gue" "Nyonya rumah" Dengan bibir yang terus merekah, Richard memperkenalkan Glory kepada orang-orang yang ada di pesta. Ini adalah pertama kalinya dia membawa Glory ke acara besar. Selama ini, Glory selalu menolak dan pada akhirnya Nita dan Ben lah yang ikut atau Richard pergi hanya dengan Ben. Pernah sekali dua kali Glory di ikut tapi itu hanya di acara makan malam yang jumlah orangnya jauh lebih sedikit. Kondangan belum pernah karena belum ada undangan. "Angkat kepala kamu, jangan menunduk terus," titah Richard dengan suara pelan nyaris berbisik di telinga Glory. Dia risih melihat Glory yang terlihat kurang percaya diri ketika bertemu dengan orang banyak padahal dia sudah menjadi salah satu pus

